Dikejar Cinta ABG Tengil

Dikejar Cinta ABG Tengil
Nomor Arya


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul sembilan malam, Keysha beranjak dari meja riasnya menuju ketempat tidur. Sudah menjadi kebiasaan Keysha membersihkan wajahnya sebelum tidur untuk mecegah wajah halusnya dari jerawat.


Keysha merebahkan tubuhnya di kasur, tak lupa Keysha mencari boneka kesayangannya untuk di peluk.


Trink...


Baru saja memejamkan mata Keysha mendengar ponselnya berbunyi, dengan malas Keysha meraih ponselnya yang berada di atas nakas. Keysha menyerngit kala melihat nomor baru yang tertera di riwayat panggilan miliknya, Keysha memilih mengacuhkan panggilan itu tanpa berniat memanggil ulang ataupun sekedar mengirim pesan.


Baru saja Keysha menaruh ponselnya kembali terdengar notifikasi pesan masuk.


Keysha dengan malas membuka pesan itu.


0836999xxxxx


"Maaf menganggu waktu tidur kamu, di save ya nomor aku Arya," isi pesan tersebut ternyata dari Arya yang baru Keysha temui di tempat Daniel membeli sate.


Keysha


"Iya tidak apa-apa santai saja, maaf ya besok aku harus kerja jadi aku mau tidur dulu," balas Keysha.


Sebenarnya Keysha tipe perempuan yang cuek dan paling malas menanggapi para laki-laki yang mencoba mendekatinya.


Keysha terlalu asyik dalam zona jomblonya yang sering menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-temannya.


Meskipun tiap bertemu mereka Keysha mencoba ramah.


0836999xxxxx


"Selamat tidur ya, semoga mimpi indah( di sertai emot tersenyum manis)," isi balasan dari Arya.


Keysha tak berniat membalasnya, Keysha menaruh ponselnya kembali dan merebahkan tubuh lelahnya kembali kedalam selimut.


Trink....


"Ish mau apa lagi sih kirim pesan lagi,"grutu Keysha meraih ponselnya.


Keysha melotot melihat pesan itu, ternyata pesan itu bukan dari Arya melainkan dari Daniel.


Daniel


"Mbak kangen....."


Daniel menunggu jawaban pesan dengan tidak sabar, belum juga Keysha membalas pesan itu. Daniel mengirimkan pesan lagi dengan cemberut.


Daniel


"Mbak kenapa tidak di jawab pesanku, apa mbak tidak kangen aku ya?( emot cemberut),"


Belum sempat Keysha membalas terdapat notifikasi pesan masuk lagi, Keysha menghela nafas kasar menghadapi tingkah laku bocah ini..


Daniel


"Mbak lagi chat ya dengan pria lain( Emot mewek),"


Keysha


"Jangan mikir macam-macam deh, aku lagi tidur ngantuk(Emot marah)," balas Keysha dengan malas karena mengantuk.

__ADS_1


Daniel


"Maaf ya sayang aku kira mbak lagi chat sama seseorang, terimakasih telah menjadi alsanku tersenyum kembali mbak, malam ini pikiranku tertuju hanya utukmu mbak ketika melihat sesuatu yang cantik, seperti bulan. Selamat malam, semoga mimpi indah dan jangan lupa mimpiin wajah tampanku ini,"


Keysha mendengus kesal, ingin rasanya dia menangis mengingat Daniel tipe orang yang mudah cemburu. Keysha mematikan ponselnya karena ingin tidur dengan nyenyak tanpa ada gangguan dari siapapun.


Sedangkan di sebrang sana Daniel tersenyum menunggu balasan dari Keysha.


"Ckckck mbak cantik lama banget sih balas pesanku," kata Daniel membolak-balikan ponselnya.


"Awas saja kalau sampai besok tidak di balas," grutu Daniel.


Trink .....


Ponsel Daniel berbunyi, dengan senyum mengembang Daniel membuka ponselnya.


Daniel kecewa ternyata ini pesan dari Yudha.


Daniel tak berniat melihat isi pesan itu dan meletakkan ponselnya di atas meja.


Kringg.... kringg..... kringg


Melihat Yudha yang memanggil, dengan malas Daniel menerima panggilan itu.


"Halo," jawab Daniel datar.


"Suaranya jelek bos, lagi kesal ya?" kata Yudha memancing emosi Daniel.


"Cepat bicara atau ku tutup nih panggilan," jawab Daniel kesal.


"He he he maaf bos, besok rencana kita jadi tidak?" tanya Yudha membuat Daniel binggung karena Daniel tidak mengingat kalau ada janji dengan sahabatnya.


"Jangan bilang kalau bos lupa?" tanya Yudha menyelidik di sebrang sana.


"Iya aku lupa," jawab Daniel pelan.


Yudha mendengus kesal pasalnya Daniel sering membatalkan janji dengan mereka karena alasan tidak jelas.


Mereka tidak tahu kalau Daniel sedang mengejar wanita.


"Besok kita semua mau main tanding game di rumah bos, awas bos jangan sampai lupa lagi" jelas Yudha membuat Daniel teringat ucapannya kemarin.


"Iya besok kalian semua ke rumahku, aku tutup dulu ngantuk," kata Daniel mematikan sambungan telepon nya.


"Bos....." Belum sempat Yudha berbicara kembali panggilan itu di tutup sepihak oleh Daniel.


Tut .....Tut......Tut....


Yudha mendengus kesal karena ulah Daniel.


Sedangkan Daniel karena lelah dia merebahkan tubuhnya d tempat tidur sambil membayangkan senyum cantik Keysha.


"Selamat malam sayang," guman Daniel membayangkan wajah cantik Keysha.


******


Keesokan harinya......

__ADS_1


Seperti janji mereka kemarin berkumpul di rumah Daniel.


Semua sudah berada di rumah Daniel pagi ini padahal baru menunjukkan pukul tujuh pagi, membuat Daniel berdecih kesal.


"Kalian punya jam tidak sih di rumah?" kata Daniel kesal.


"Punya bos," jawab mereka berempat secara serempak.


"Masih jam tujuh tetapi kalian semua sudah sampai di sini," dengus Daniel kesal.


"Sekalian bos mau numpang makan," ceplos Yudha yang mendapat tatapan tajam dari Daniel.


"He he tuh salahin Yudha yang pagi buta sudah di rumahku," sewot Jefri melihat kelakuan Yudha.


"Kapan tuh anak berubahnya," kata Bimo geleng-geleng.


"Nanti kalau sudah punya pacar," jawab Iqbal asal.


"Ada yang mau ya sama tuh anak," kata Jefri asal membuat Yudha mendelik kesal.


"Terus saja, senang banget lihat aku sengsara," kata Yudha mendramatisir.


Ha ha ha ha ha... Mereka semua tertawa melihat tingkah laku Yudha.


"Eh mana Haris?" tanya Daniel penasaran.


"Oh dia lagi sibuk mengurus keperluan kakaknya yang mau menikah," balas Iqbal.


"Ayo masuk," ajak Daniel.


Semuanya pun mengikuti langkah Daniel menuju meja makan.


"Ayo silahkan jangan malu-malu, asal jangan malu-maluin saja," kata Daniel dengan bercanda.


"Tenang bos kami siap menghabiskan semuanya," jawab Yudha membuat semua melotot.


"Aduh punya teman gini amat," cicit Bimo merasa malu melakukan Yudha.


"Iya,untung saja om dan Tante tidak ada di rumah. Kalau ada bisa-bisa mereka kaget melihat kelakuan Yudha," kata Jefri membuat mereka tertawa.


Mereka semua duduk manis di meja makan, tersedia berbagai menu makanan kesukaan mereka. Daniel meninggalkan temannya menuju kamarnya.


"Kalian nikmati saja jangan merasa tidak enak, aku mau ke atas dulu mengambil ponselku," jelas Daniel melihat kearah pergelangan tangan nya.


Daniel ingin mengantar sang kekasih berangkat ke kantor.


Setelah Daniel berlalu menuju ke arah kamarnya, mereka semua makan dengan lahap apalagi mereka tidak canggung karena kedua orang tua Daniel sedang berada di luar kota.


Setelah makan mereka semua memulai bermain game kesukaan mereka. Ya rencana mereka hari ini sekedar bermain game tanpa niat untuk keluyuran tidak jelas.


Bersambung....


Mohon dukungannya untuk cerita receh saya.


Like, rate komen maupun vote.


Kerena like anda berarti bagi para saya🙏

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke novel saya yang lainnya.


Terimakasih banyak buat kalian yang sudah mendukung karya saya🙏.


__ADS_2