Dikejar Cinta ABG Tengil

Dikejar Cinta ABG Tengil
Yudha patah hati


__ADS_3

Ke empat remaja tampan itu sudah sampai di lokasi yang di pastikan keberadaan Yudha.


Ckittt....


Daniel memberhentikan laju motornya, mereka semua berhenti di salah satu taman.


"Bos benar nih tempatnya!" tanya Haris memastikan.


"Ya memang benar ini tempatnya," kata Daniel memastikan alamat sesuai dengan pesan di ponselnya.


"Tetapi mana tuh anak," tanya Bimo clingak-clinguk mencari keberadaan Yudha.


"Nah itu Yudha," kata Jefri menunjukkan di mana keberadaan Yudha.


"Ha tuh anak, lagi ngapain," kata Daniel kaget melihat Yudha yang bernyanyi sambil membawa gitar.


"Cari duit tambahan mungkin," jawab Haris asal.


Daniel pun memakirkan motornya di ikuti ketiganya.


Mereka duduk tak jauh dari tempat itu, sambil menikmati kekonyolan Yudha.


Sedangkan di tempat Yudha sekarang berada.


Jreng.... Jreng....


Yudha pun menyanyikan lagu dengan penuh semangat meskipun dengan suara yang pas-pasan.


"Mbak upahnya mana," kata Yudha menyodorkan tangannya meminta upah dari perempuan dewasa itu, ya siapa lagi kalau bukan Rea.


Rea begitu sebal, pasalnya remaja di depannya tak henti-hentinya mengikuti dirinya dari beberapa hari ini dengan gombalan maupun nyanyian yang tak jelas.


"Nih...." kata Rea memberikan uang lima ribuan.


"Maaf mbak aku tidak mau uang, aku mau cinta mbak Rea saja," kata Yudha dengan senyum menggoda.


"Yang kamu kenal dengan nih bocah," kata pacar Rea.


"Tidak, mana punya aku teman bocil seperti dia," jawab Rea enteng.


"Kenalin aku calon suaminya mbak Rea," kata Yudha percaya diri.


Rea mendengus kesal.

__ADS_1


"Dik kalau berkhayal jangan ketinggian nanti jatuh sakit, sejak kapan kamu itu calon suamiku," ketus Rea. Rea menarik nafas menyambung perkataan nya lagi.


"Nih kenalin pacar sekaligus calon suami ku," jawab Rea sedikit ketus.


"Hiks hiks hiks hiks hiks patah hati mbak hati ku," jawab Yudha dengan mendramatisir.


Yudha pun meninggalkan Rea dengan wajah sendunya.


Meskipun merasa tak enak telah membuat patah hati bocah remaja itu, tetapi Rea harus tegas karena tak ingin sang kekasih yang sudah lama di pacarinya itu menuduh macam-macam.


"Ayo sayang kita lanjutkan makannya," ajak Rea.


Sekarang Rea sedang makan di pinggir jalan, dekat taman karena selepas dirinya dan sang kekasih berolahraga mereka langsung memesan dua porsi bubur ayam untuk mereka nikmati.


Yudha pun duduk di kursi taman sendirian, wajahnya di tekuk.


"Beruntung bos suka dengan wanita yang belum punya kekasih sedangkan aku ngenes banget, jatuh cinta pertama kali dengan kekasih orang," lirih Yudha.


Plakkkk ..... Sebuah tepukan mendarat di pundak Yudha.


'Siapa sih yang ngelakuinnya,' batin Yudha kesal.


Yudha kaget, saat melihat pelakunya yang tidak lain adalah Daniel.


"Ka-kalian...." kata Yudha kaget melihat ternyata di sana sudah ada Bimo, Haris, Jefri dan Daniel.


"Kalian pasti sudah lihat semuanya, kalau mau tertawa silahkan," ketus Yudha.


"Siapa yang mau tertawa, saran ku yah .....Emmm....Kamu usaha saja tuh buat taklukin tuh Tante-tante sebelum janur kuning melengkung," ucap Bimo.


"Eh apa loh bilang tante-tante, dia itu seumuran dengan mbak Keysha," sungut Yudha tak terima kalau Rea di katakan dengan sebutan tante-tante.


"Ha ha ha ha makan tuh cinta," ledek Daniel.


Sedangkan Yudha terdiam tak bisa membalas perkataan para sahabatnya.


"Ha ha ha ha ha ha karma is the real," kata Jefri tertawa.


"Makanya jangan sok-sok an bilang tidak mungkin aku suka dengan perempuan yang umurnya jauh di atas ku, ternyata suka juga kan Lo," ledek Jefri.


'Bener nih kata Jefri, apa dulu aku bicara seperti itu maka nya aku kena karma jadi suka dengan perempuan yang lebih dewasa apalagi yang sudah punya pacar .....' batin Yudha.


"Em.... Bos maaf ya dulu sempat bicara seperti itu, ternyata sekarang aku juga terjerat pesona wanita dewasa, he he he he he," kata Yudha melihat ke arah Daniel.

__ADS_1


"Santai saja," jawab Daniel enteng.


"Kalau suka sama seseorang itu selidiki dulu jangan asal sambar saja," nasihat Daniel.


"Ya maaf bos, namanya juga cinta itu buta," elak Yudha.


"Ris belikan tuh bubur ayam buat cemilan," kata Daniel menyodorkan beberapa lembar uang berwarna biru.


"Kebetulan,bos tahu saja kalau kita sedang lapar," kata Bimo.


"Beresa bos ," jawab Haris berbinar, dengan cepat dia melesat menuju penjual bubur ayam.


Setelah Haris pergi menuju penjual bubur ayam...


"Ya sudah jangan sedih, nanti kamu cari tahu tuh kejelekan kekasih mbak Rea dan juga jangan lupa gombalin tuh cewek tiap hari dengan rayuan maut dan perhatian yang banyak," saran Bimo.


"Huffffft terserah kalian sama, pokoknya aku tidak mau ikut campur dalam hal ini, aku tak ingin hubunganku dengan mbak Keysha hancur, ingat itu.......'' Tegas Daniel kepada ketiga orang yang ada di hadapan nya.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya bubur pesanan mereka datang.


Kelima remaja itu menikmati makanan dengan lahap di temani segarnya udara taman.


Pov Yudha.


Dulu aku tak pernah mengira bisa mencintai wanita dewasa, dulu ku mengira akan jatuh cinta dengan wanita seumuranku.


Tetapi aku salah....


Cinta itu datang dengan sendirinya, tanpa di minta dan tanpa menunggu perintah. Itulah yang ku rasakan saat ini. Cintaku terpaut pada sosok wanita dewasa yang begitu cantik, kecantikan nya menyihir mataku untuk tak berhenti menatap nya. Wanita itu tak seperti kak Keysha yang kalem, dia terlihat seperti wanita tangguh yang begitu kuat.


Saat pertama ku lihat dirinya untuk pertama kali, hatiku begitu kuat untuk bilang kalau dia adalah jodohku. Tetapi kenyataannya tak seindah mimpiku, ternyata dia sudah mempunyai kekasih. Haruskah aku berhenti berjuang???


Bersambung......


Ha ha ha ha Yudha kasihan amat ya 🤣🤣


JANGAN LUPA GOYANG JEMPOLNYA, TINGGALKAN JEJAK BERUPA LIKE , RATE BINTANG LIMA YA😅 , KOMEN MAUPUN VOTE BIAR SEMANGAT UPDATE.


FAVORITKAN JUGA YA.


MAMPIR JUGA KE CERITA KU YANG LAIN.


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SEMUA

__ADS_1


__ADS_2