Dikejar Cinta ABG Tengil

Dikejar Cinta ABG Tengil
Cemburu


__ADS_3

Sore pun berlalu....


Daniel sesekali melirik kearah jam dinding yang berada di ruangan ini, Daniel mendengus kesal pasalnya mereka masih betah berlama-lama di sini.


Setelah selesai bermain game mereka satu persatu mencoba permainan ada di ruangan ini Yudha dan Bimo bermain bilyard sedangkan Iqbal dan Jefri bermain melempar bola basket. Itu adalah permainan yang menggunakan koin, berbeda dengan Haris yang baru datang memilih mencoba semua alat fitness yang ada di rumah Daniel.


Daniel bersyukur mereka semua tidak mengajak dirinya bermain lagi, bisa-bisa mereka menginap dan tak mau pulang.


"Kalian berempat tidak ada niat pulang gitu?" sinis Daniel kesal kepada sahabatnya itu.


"Bos ngusir kami," celetuk Yudha yang masih betah bermain bilyard.


"Bos nanggung nih," protes Jefri yang hampir menang.


"Bos aku boleh nginap di sini ya," pinta Bimo memelas.


"Ckck terserah kalian semua karena aku harus pergi," kata Daniel gusar melihat kearah jam.


"Kemana bos?" tanya Yudha penasaran.


"Kenapa kalian jadi cerewet gini sih dari tadi mau tahu semuanya," protes Daniel pada para sahabatnya.


"He he he he maaf bos," jawab Yudha.


Daniel pun beranjak pergi meninggalkan mereka semua menuju kamarnya untuk bersiap-siap.


"Kamu sih tanya terus jadi ngambek kan si bos," kata Jefri menjitak kepala Yudha.


"Memang kalian tidak penasaran," protes Yudha yang tidak mau di salahkan.


"He he he sebenarnya aku juga penasaran sama seperti kamu tetapi tidak berani bertanya nanti bos marah," jawab Jefri terus terang.


Mereka cuek melanjutkan permainan tadi sedangkan Daniel sudah berada di garasi mengambil kunci motor kesayangannya.


"Den mau kemana?" tanya mbok Yem sang asisten rumah tangga yang tiba-tiba muncul di samping Daniel.


"Eh mbok Yem, saya mau pergi ada urusan sebentar. Tolong titip teman saya kalau ada perlu apa-apa atau mereka minta minum dan makan tolong di siapkan. Aku pamit dulu ya mbok nanti kalau mereka nyari saya bilang saja saya sudah pergi," jelas Daniel di angguki mbok Yem.


Setelah itu Daniel melajukan motor kesayangannya meninggalkan kediamannya menuju kantor Keysha. Ya Daniel merasa kangen pada sang kekasih padahal baru saja kemarin mereka bertemu.


Jalanan yang sepi membuat Daniel sampai di kantor sebelum jam pulang kantor. Daniel tersenyum membayangkan bagaimana raut wajah Keysha, pasti sangat mengemaskan pikir Daniel.


Daniel sengaja menunggu Keysha di depan kantor, tak lupa Daniel meminta orang untuk menunggu dan mengantarkan motor Keysha. Daniel ingin menghabiskan waktu berdua bersama sang pacar, membayangkan saja moments itu membuat Daniel tersenyum layaknya orang gila.

__ADS_1


Cinta membuat Daniel berubah, Daniel yang selalu acuh terhadap wanita seketika menjadi Daniel yang penuh rayuan.


Daniel duduk manis di atas motor kesayangannya, tak lupa sorot matanya memindai satu persatu orang yang lewat di hadapannya.


Sepuluh menit berlalu, yang di tunggu pun akhirnya muncul.


Keysha berjalan bersama Rea dan Aldo mereka bercanda tawa, keduanya asyik meledek Keysha karena bunga yang ada di tangan Keysha.


Sampai di depan kantor, Rea melambaikan tangan pada kedua nya.


"Key , Aldo duluan ya mas Reza sudah menunggu," tunjuk Rea pada seseorang yang menunggu di di dalam mobil. Rea melambaikan tangan pada seseorang di dalam mobil.


"Iya hati-hati, sampaikan salam ku sama mas Reza," kata Keysha.


"Ayo key," ajak Aldo pada Keysha menuju parkiran.


Mereka berjalan beriringan menuju parkiran.


Keysha belum menyadari ada seseorang yang memperhatikan dirinya dari tadi dengan sorot mata penuh kecemburuan. Ya orang itu tak lain Daniel.


Parkiran kantor...


Keysha bersiap memakai helm nya dan hendak memasukkan kunci motornya tetapi dengan cepat seseorang merebut kunci itu.


"Hei kenapa kamu ambil kunci motor saya," teriak Keysha yang belum menyadari kalau itu Daniel.


"Ini ada orang meram.....," ucapan Keysha terhenti tak kala melihat siapa yang ada di depannya.


Keysha menganga tak percaya, berkali-kali dia mengucek matanya takut dirinya hanya berhalusinasi.


"Halo sayang," kata Daniel tersenyum menaik turunkan alisnya menggoda Keysha.


Aldo yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua pun berjalan menghampiri Keysha.


"Kamu kenal orang ini key?" tanya Aldo menunjuk ke arah Daniel membuat Keysha diam tak berani berbicara, mengelak pun percuma pasti Daniel akan marah.


"Kenalkan om, saya KEKASIH mbak Keysha," kata Daniel menekankan kata kekasih dan mencoba tersenyum ramah menjabat tangan Aldo. Daniel ingin lelaki di hadapannya tahu kalau Keysha sudah ada yang memiliki.


Daniel tidak ingin kecolongan apalagi melihat Keysha membawa sebuket bunga membuat dirinya kesal.


'Dia panggil saya om,'batin Aldo bertanya-tanya.


Aldo terdiam melirik ke arah Keysha kerena belum percaya pada pemuda tampan yang terlihat masih muda berdiri di hadapannya.

__ADS_1


Keysha mengangguk memberi jawaban dari rasa penasaran Aldo.


Aldo membalas uluran tangan Daniel "Aldo."


"Lupa ya tadi pagi bilangnya minta di jemput," kata Daniel membuat Keysha melotot tak percaya.


"Iya kan sayang," kata Daniel pada Keysha di sertai senyum kemenangan.


Keysha gugup mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Mana kunci motorku," pintanya pada Daniel.


Sedangkan Aldo melihat keduanya, entah mengapa hatinya merasa sakit. Pupus sudah harapan Aldo, dirinya harus memendam perasaan pada Keysha.


Aldo menghela nafas panjang dan memutuskan menjauh dari keduanya.


"Key aku pulang duluan ya," kata Aldo berbalik menuju motornya.


"Iya hati-hati," kata Keysha berteriak karena Aldo sudah menjauh darinya. Entah mengapa Keysha merasa Aldo tidak seperti biasanya.


"Ayo mbak jangan melamun nanti ku cium loh," kata Daniel menarik tangan Keysha menuju arah motornya.


"Hei kamu," tunjuk Daniel pada orang suruhannya tadi.


Orang itu pun mendekat ke arah Daniel.


"Ini ambil kunci ini dan antar motor ini ke alamat yang tadi ku berikan," perintah Daniel sambil menyerahkan kunci itu.


"Siap den," jawab orang itu menunduk setelah itu menuju ke arah motor Keysha.


Daniel mendengus kesal pasalnya dari tadi Keysha masih setia memegang bunga. Daniel memakaikan helm pada Keysha yang masih diam terpaku.


Tiba-tiba tanpa di duga Daniel membuang buket bunga yang ada di tangan Keysha, sontak membuat Keysha terkejut.


"Kenapa di buang kan sayang bunganya cantik," protes Keysha.


"Bunganya bikin sakit mata," jawab Daniel yang tak menghiraukan Keysha. Daniel menaiki motornya.


"Ayo naik mbak atau ku tinggal di sini sendirian," ajak Daniel sontak Keysha ikut naik di belakang Daniel. Pandangan Keysha menyapu ke segala arah, sontak Keysha bergidik ngeri.


'Mana mau aku di tinggal di sini, jam segini kan sepi semua sudah pulang apalagi taksi sulit di temui di sini,' batin Keysha.


"Pegangan kalau tidak mau jatuh," ucap Daniel melajukan motornya dengan kencang membuat Keysha kaget dan langsung memeluk Daniel. Daniel tersenyum puas merasa menang.

__ADS_1


Tanpa Daniel maupun Keysha sadari ada seseorang yang memandang mereka berdua dengan tatapan yang sulit di artikan, tangannya terkepal erat dengan sorot mata tajam melihat pemandangan itu.


Bersambung......


__ADS_2