
Daniel mencoba menghubungi Keysha untuk membujuk Keysha.
Tink
Mendengar ponselnya berbunyi Keysha buru-buru mengambil ponselnya di dalam tas.
"Key makan dulu, main headphone nanti saja," tegur sang Ayah.
Mereka semua sedang sarapan pagi bersama.
"Iya yah," dengan patuh Keysha memasukkan kembali ponselnya kedalam tas.
Sedangkan di sebrang sana Daniel berdecak kesal karena pesannya belum di baca Keysha.
"Mungkin mbak cantik masih mandi," guman Daniel memasukkan ponsel ke dalam sakunya dan berjalan menuju meja makan.
Daniel menarik kursi, Daniel duduk melihat teman-teman makan dengan lahap apalagi melihat Yudha yang sampai menambah nasi.
Merasa Daniel memperhatikannya Yudha pun jadi kikuk.
"He he boleh nambah kan bos," kata Yudha ragu-ragu.
"Makan saja sampai kalian kenyang," jawab Daniel sedangkan teman-temannya geleng-geleng melihat kelakuan Yudha yang memalukan.
"Yud lahap banget," sindir Iqbal.
"Hehe maaf ya habis makanannya enak banget. Kan sayang kalau tidak nambah, dari kemarin aku sering makan nasi bungkus warteg sebelah rumahku," jawab Yudha sendu membuat semua heran.
"Lho Tante tidak masak yud?" tanya Bimo penasaran.
Sedangkan yang lainnya memandang Yudha meminta penjelasan.
Yudha menghela nafas berat.
"Ibu lagi sakit dan sudah beberapa hari ini Ayah tidak bekerja jadi mulai besok aku yang menggantikan jadi supir di rumah majikannya, sekalian mencari fakultas yang sesuai karena nanti aku ingin bekerja sambil kuliah," jelas Yudha membuat semua sahabatnya terharu dan merasa kasihan.
"Sabar ya bro," kata Jefri menepuk pundak Yudha.
Melihat temannya memandang dirinya dengan sendu membuat Yudha tersenyum.
__ADS_1
"Kalian tenang saja, terimakasih kalian memang sahabat terbaikku," kata Yudha.
"Kita semua selalu ada buat kamu kalau kamu membutuhkan bantuan kita," kata Daniel pada Yudha di angguki yang lainnya.
"Ayo lanjut makan," kata Daniel memecah kesedihan yang lainnya. Daniel pun ikut mengambil nasi dan lauk untuk dia makan.
****
Di seberang sana Keysha yang baru saja selesai makan, dirinya sedang duduk di teras rumah untuk memakai sepatunya.
Keysha mencari ponselnya di dalam tas untuk melihat siapa pengirim pesan tadi. Ternyata pesan itu dari Daniel.
"Pagi pacarku yang cantik," sapa Daniel lewat pesan.
"Pagi," jawab Keysha membalas pesan dari Daniel tadi pagi.
Baru saja hendak menyuapkan nasi ke dalam mulutnya, ponsel Daniel berbunyi.
Trink...
Daniel merogoh kantung celananya, Daniel tersenyum melihat siapa pengirim pesan itu. Para sahabat Daniel merasa heran melihat Daniel tersenyum manis sambil memandangi ponselnya.
"Apa bos lagi jatuh cinta," bisik Bimo di telinga Iqbal.
"Stttt kalian jangan berisik," pinta Daniel. Daniel pun beranjak meninggalkan meja makan menuju samping rumah. Daniel mengetik pesan untuk balasan pada sang kekasih.
"Sayang berangkat kerja ku antar ya," pinta Daniel melalui pesan.
"Bukannya kamu sekolah," jawab Keysha di sebrang sana.
"Aku libur sayang," balas Daniel membuat Keysha bergidik ngeri membayangkan dirinya di antar ke kantor naik motor sport Daniel bisa-bisa dirinya jadi bahan ledekan Rea dan Aldo.
"Maaf ya aku sudah berangkat," bohong Keysha.
"Kenapa tidak menunggu aku jemput," kata Daniel merajuk di sebrang sana.
"Aku takut terlambat, sudah dulu ya," jawab Keysha mengakhiri pesannya.
Daniel hanya bisa pasrah dan kembali menuju meja makan melanjutkan makannya dengan tidak semangat.
__ADS_1
Sampai sekarang Keysha masih belum bisa memanggil Daniel dengan sebutan sayang, tetapi Daniel mencoba bersabar untuk meraih cinta dari Keysha. Daniel yakin Keysha akan mencintai Daniel sebesar cintanya pada Keysha.
Meja makan di rumah Daniel .....
Daniel meminum jus jeruk kesukaannya.
"Eh kenapa tuh bos, tadi bukannya lagi senang ya," bisik Jefri pada Yudha sedangkan Yudha masih menelisik wajah Daniel.
"Bos patah hati ya," ceplos Yudha membuat semua mendelik sebal karena mulut Yudha yang suka ceplas-ceplos.
Daniel menghela nafas panjang dan menggeleng.
"Terus kenapa bos?" tanya Iqbal hati-hati.
"Mbak cantik tidak mau ku antar berangkat," jawab Daniel membuat semua yang ada di sana bengong tak percaya seorang Daniel bisa di tolak.
"Yang bener bos," tanya Bimo tidak percaya, sedangkan Daniel mengangguk.
"Wah rekor nih bos Daniel di tolak," kata Yudha membuat Daniel mendelik ke arahnya.
"He he he ampun bos," kata Yudha takut.
"Aku tidak di tolak, mbak cantik sudah menerimaku. Siapa sih yang bisa menolak pesona seorang Daniel," protes Daniel tak terima dirinya di katakan di tolak.
"Oh" Mereka semua mengangguk paham.
"Berarti bos sudah punya pacar di g tidak jomblo lagi," ceplos Yudha yang mendapat jitakan dari Bimo.
"Ayo main game katanya tadi mau main game, kenapa kalian semua jadi interogasi aku," kata Daniel menyadarkan mereka akan tujuan mereka bermain ke rumah Daniel.
Mereka semua mengikuti langkah Daniel menuju lantai atas di sana ada berbagai macam permainan, tempat itu lumayan luas dan nyaman bahkan untuk sekedar beristirahat atau melepas penat. Di samping juga ada tempat fitness yang sering Daniel gunakan jadi tidak heran perawakan Daniel tegap dengan badan yang bagus.
Bersambung .....
Maaf kalau banyak typo yang bertebaran, atau cerita receh saya kurang berkenan atau kurang menarik, terimakasih sudah mampir ke cerita saya.
Jangan lupa like , rate komen, vote maupun hadiah🤭, tekan favorit juga jangan lupa.
Terimakasih atas dukungan kalian semua 🙏🙏
__ADS_1