Dikejar Cinta ABG Tengil

Dikejar Cinta ABG Tengil
Terima atau tidak ya??


__ADS_3

Yudha maupun Rea dalam perjalanan menuju pantai.


Suasana mobil terasa sepi, kedua nya sedang sibuk dengan pemikiran nya masing-masing.


Jalan raya cukup sepi membuat Yudha dengan cepat sampai di pantai yang di ingin kan oleh Rea.


Cuaca sedikit terik tak menyulutkan niat Rea, dengan senyum mengembang Rea, dengan ceria Rea menatap hamparan laut dari mobil yang masih terparkir di halaman parkiran.


"Ayo turun, kata nya mau main air," ajak Yudha menyadarkan lamunan Rea.


"Ayo," dengan antusias Rea mengandeng tangan dari Yudha.


Tanpa mereka sadari tangan mereka bertautan atau bergandengan dari parkiran sampai pantai, tangan Yudha masih setia mengandeng tangan Rea.


"Kita mau nyebrang ya pake acara gandengan segala," celetuk Rea melihat ke arah tangan besar Yudha yang terasa hangat.


Meskipun masih remaja tetapi perawakan Yudha sama seperti Daniel, tubuh tinggi tegap warna kulit putih tetapi tidak seputih Daniel.


Wajah tampan dengan hidung mancung, beralis tebal dan bibir tipis. Siapapun yang melihat akan langsung tertarik dengan Yudha.


"Biar mbak Rea tidak hilang," jawab Yudha dengan enteng.


"Sebentar ya mbak..." Pinta Yudha.


Yudha pun membeli sebuah topi untuk Rea gunakan, ya Yudha tak ingin wajah wanita kesayangan nya terkena panas dari sinar matahari.


"Nih pakai ..." Kata Yudha menyodorkan sebuah topi pantai untuk kekasih hati nya.


"Terimakasih, ih.... So sweet banget sih pacar aku," kata Rea sedikit keras membuat Yudha binggung.


"Iya sama-sama, jangan keras-keras bicaranya malu kedengaran ke mana-mana," kata Yudha memberitahu sang kekasih, dua malu karena hanya sebuah topi, Rea berbicara dengan keras.


Rea mendelik, dia kesal karena Yudha tak peka akan kode dari nya.


"So sweet banget sih kak,mau dong jadi pacarnya," celetuk salah satu hadis remaja sepertinya masih ABG berumur 17 tahun.


Rea melotot menatap horor cewek ke centil yang tengah mengira Yudha, berbeda dengan reaksi Yudha dia menggaruk kepala nya yang tak terasa gatal.


"Dia sudah punya pacar," kesal Rea menghentakkan kakinya di pasir dengan kesal.


"Tebar pesona terus..." Ledek Rea mengapa sinis ke arah sang kekasih.


"Sudah sayang, siapa sih yang tebar pesona," kata Yudha mencoba menyuruh Rea diam, karena tak ingin acara yang niatnya untuk menghilangkan rasa stres karena mantan berujung cemburu Rea.


"Apa mbak cemburu," tanya Yudha meyakinkan.


"Sudah tahu, tetapi masih saja bertanya," ketus Rea.

__ADS_1


'Jadi mbak Rea cemburu? Eh tunggu-tunggu kalau cemburu tandanya itu cinta. Jadi mbak Rea, yes akhirnya....' Batin Yudha begitu senang.


Ya siapa yang tak senang, setelah beberapa bulan berjuang akhir nya rea menerima Yudha, Yudha sempat berfikir kalau Rea menerima cinta tulus Yudha hanya sebatas sebagai pelarian semata.


Yudha pun tersenyum, dia begitu senang mendengar Rea cemburu.


"Dih ceweknya galak," ucap remaja 17 tahun itu menatap Rea sinis.


"Ayo kita kabur sebelum di amuk ceweknya," para remaja itu pun lari pontang-panting melihat tatapan mata yang begitu menakutkan dari Rea.


"Ayo kita main air, gak perlu di tanggapi tuh anak toh masih bocah," ajak Yudha menarik tangan Rea.


"Ck senang banget yang abis di sapa oleh pengemar ABG," sindir Rea ke arah Yudha.


"Siapa yang suka," jawab Yudha.


"Cewek kalau cemburu horor juga ya," kata Yudha berpura-pura berbicara sendiri.


Rea melotot mendengar Yudha menyindir dirinya.


"Kamu nyindir aku," kesal Rea.


Cup.... Cup .... Rea terpaku karena mendapat ciuman dadakan dari Yudha.


"Sudah jangan cemburu, marah tak jelas. Biarkan saja yang penting hati dan cintaku sudah terkunci dengan nama Rea seorang," jelas Yudha menangkup wajah Rea dengan ke dua tangannya.


Dulu Rea mengira Yudha adalah pemuda remaja yang rese dan selalu menganggu dirinya di manapun berada, dia kita Yudha hanya bisa menggombal dan tak pernah serius sehari-harinya. Ternyata dia salah, Yudha adalah sosok yang bisa menempatkan diri nya di mana pun dia berada.


Wajah Rea di buat merona oleh Yudha, sungguh pemandangan yang sangat Yudha suka, ya wajah cantik itu bersemu merah seperti kepiting rebus. Ah begitu mengemaskan untuk Yudha.


"Ayo kita menikah," enyah apa yang merasuki Yudha sehingga kata itu meluncur bebas dari mulutnya sedangkan Rea masih tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Ha ha ha ha ha ha ha ha ha...... Kamu jangan bercanda," Rea mengira Yudha bercanda untuk menghiburnya.


"Aku benar-benar ingin menikah dengan mbak Rea," jawab Yudha dengan wajah serius.


Deg deg deg deg deg deg....


'Apa benar yang di kata kan oleh Yudha??' batin Rea bertanya-tanya.


"Apa kamu ragu dengan keseriusan ku," lirih Yudha. Sedangkan Rea masih diam terpaku mendengar ucapan dari mulut Yudha.


Tiba-tiba Yudha berjongkok, dia memegang tangan Rea.


Rea menutup mulutnya tak percaya yang sedang Yudha lakukan.


"Rea.... Maukah kau menikah dengan ku?" Tanya Yudha dengan suara lantang membuat beberapa orang yang lewat terpaksa berhenti menyaksikan aksi Yudha.

__ADS_1


Seketika Yudha maupun Rea menjadi pusat perhatian dari beberapa para pengunjung di pantai itu.


"So sweet....."


"Ah mau...."


"Terima.... Terima.... Terima,"


Berbagai macam pendapat orang-orang yang ada di sana, ada yang di buat baper oleh tingkat Yudha.


"Emmm.... Terima atau tolak ya?" Rea menggoda sang kekasih dengan berpura-pura berfikir.


Yudha yang melihat itu pun langsung lesu. Melihat wajah Yudha membuat Rea tak tega.


Rea mengangguk pelan menyembunyikan rasa malu bercampur bahagia.


"Yes....." Teriak Yudha lantang.


"Terimakasih sayang," Yudha pun memakaikan cincin itu di jari Rea.


Prok prok prok prok prok prok prok....


Semua yang menyaksikan bertepuk tangan menyaksikan kebahagiaan Rea dan Yudha.


Yudha pun mengendong Rea dan memutar tubuh wanita itu karena begitu senang, sedangkan Rea memilih memeluk Yudha.


Prok prok prok prok prok prok prok prok..... Banyak yang masih bertepuk tangan melihat aksi Yudha.


Akhirnya cinta Yudha tak bertepuk sebelah tangan. Yudha tersenyum penuh kebahagiaan, setelah semua yang dia lakukan akhirnya perjuangan selama ini membuahkan hasil.


Yudha pun menurunkan Rea, dia mengapit wajah Rea dengan kedua tangan nya.


"I Love You," kata Yudha dengan suara keras membuat semua yang menyaksikan ikut bahagia.


Rea sungguh malu tetapi dia juga bahagia.


"Sungguh aku tak menyangka bisa tertarik dengan bocah tengil seperti kamu," Rea mencoba menggoda Yudha dengan meledek nya.


"Ck meskipun tengil tetapi setia," sindir Yudha membuat Rea melotot.


Rea mencubit gemas pinggang Yudha.


Ha ha ha ha ha ha ha.....


Yudha tertawa bahagia.


B E R S A M B U N G....

__ADS_1


LIKE, VOTE, KOMENTAR DAN FAVORIT 🙏


__ADS_2