Dikejar Cinta ABG Tengil

Dikejar Cinta ABG Tengil
Sisi lain seorang Rea


__ADS_3

Rea menatap ke arah Yudha.


"Ayo pulang," ajak Yudha menarik tangan Rea.


Rea di tarik Yudha dengan berjalan tergesa-gesa.


"Mau kemana kita?" Tanya Rea penasaran.


"Pulang?" Rea melotot ke arah Yudha yang masih terdiam.


Yudha menghela nafas panjang.


"Keadaan mu sedang tak baik-baik saja, jadi sebaiknya kita pulang. Tas kamu sudah ku ambil dan aku juga sudah izin sama bos kamu," jelas Yudha.


"Kapan?" Rea tak percaya kapan Yudha melakukan nya.


"Tadi yang antar tas kamu itu Aldo sahabat mbak Rea dan mbak Keysha juga," kata Yudha memastikan.


"Terus mobil ku," protes Rea.


"Ck nanti ada yang antar ke rumah, mana kuncinya," punya Yudha.


Rea memandang ke arah Yudha dengan ragu.

__ADS_1


"Ck tenang saja mbak, aman masa gak percaya dengan pacar mu yang tampan ini," kata Yudha menggoda Rea.


"Dih PD," cibir Rea.


Meskipun awalnya ragu, tetapi saat melihat tatapan mata Yudha yang penuh ketulusan membuat Rea pun percaya dan menyerahkan kunci itu kepada Yudha.


Yudha pun melempar kunci kepada temannya yang sudah berdiri di depan Yudha.


"Astaghfirullah," Yudha tersenyum melihat Rea yang kaget dan beristighfar.


Rea pun naik di jok motor Yudha, dia mencari posisi duduk yang nyaman. Tak lupa helm cantik yang selalu Yudha bawa setiap hari setelah resmi menjadi kekasih Rea, meskipun demikian Yudha sudah senang karena Rea menerima cinta nya tetapi karena trauma Rea pun memilih tak melangsungkan pertunangan lagi, dia ingin kalau Yudha setia menunggu dirinya hingga siap.


Jalan tampak padat merayap, membuat Rea mendesah berat. Rea sungguh dia sudah tak sabar ingin secepatnya sampai di rumah.


Yudha pun menghentikan kendaraannya di salah satu tempat makan yang cukup ramai.


"Itu sepertinya enak terbukti laris," kata Yudha menunjuk ke arah rumah makan yang pelanggan nya cukup ramai.


"Bagaimana kalau ke sana saja," tunjuk Rea ke arah pedang kaki lima yang terlihat sepi penjual.


Kening Yudha menyergit heran, karena kekasihnya di ajak makan di tempat enak justru memilih tempat yang masih di ragukan rasa nya.


"Kenapa bukan yang itu saja," protes Yudha.

__ADS_1


"Kamu lihat berapa banyak pelanggan warung itu sedangkan kasihan bapak penjual mie itu, lihatlah cuma ada 2 pembeli saja," jelas Rea.


Yudha pun mengangguk dan tersenyum, dia begitu bangga sang kekasih lebih peka terhadap sekitar.


Brummm.... Motor berhenti tepat di depan penjual kaki lima tadi. Keduanya pun turun menuju kursi yang di sediakan meskipun cuma sekedar kursi plastik.


"Mbak, mas pesan berapa?" Tanya penjual itu berbinar dengan ramah.


Penjual itu begitu senang saat melihat motor bagus yang berhenti di depan nya.


"Pesan 2 ya pak," bukan Yudha yang menjawab melainkan Rea yang menjawabnya.


Yudha pun mengikuti langkah Rea untuk duduk berhadapan.


Yudha tersenyum dia merasa beruntung karena bisa menemukan pujaan hatinya, meskipun dengan perjuangan yang cukup melakukan.


Yudha tersenyum memandang wajah cantik di depannya, dia tak menyangka Rea mempunyai sisi baik tak membedakan status dan lainnya.


Akhirnya semua khayalan Yudha pun terwujud, dia begitu senang ingin rasanya membawa Rea ke dalam pelukannya.


"Ini non pesanannya," kata penjual itu sambil meletakkan pesanan Rea.


B E R S A M B U N G....

__ADS_1


Like, komentar, favorit, vote


__ADS_2