
Daniel maupun Keysha sudah sampai di kantor tempat manager restoran.
Tok tok tok tok tok...
"Silahkan masuk...."
Semua memandang ke arah pintu terbuka, Yudha tersenyum semakin lebar. Dia begitu senang sedangkan manager restoran itu terlihat pucat. Tak henti-hentinya mengelap keringat yang bercucuran di wajahnya.
"Silahkan duduk mas," kata manager itu mempersilahkan Daniel duduk.
Sedangkan pak satpam, tunangan Rea, selingkuhan laki-laki itu maupun Keysha terheran-heran melihat pak manager itu begitu takut ke arah Daniel.
Daniel tersenyum mengejek ke arah Yudha membuat Yudha kesal.
"Ck ganggu saja acara sarapan pagi ku dengan mbak Keysha," sinis Daniel.
"Tuh salahkan cecunguk itu yang sudah buat emosiku muncul," jawab Yudha menatap sinis ke arah tunangan Rea.
"Hei kamu sendiri yang cari masalah dengan ku," protes tunangan Rea menunjuk ke arah Yudha.
"Ck dasar tukang selingkuh," sinis Yudha memandang remeh tunangan Rea.
Sedangkan wanita yang berada di sampingnya merasa kesal karena telah di bohongi oleh lelaki itu.
"Diam semua jangan ribut," bentak pak satpam. Pak manager itu memberikan kode untuk pak satpam pergi dari ruangan itu, dia tak ingin semakin membuat keributan.
"Ada perlu apa anda repot-repot datang ke sini?" Tanya manager itu sopan.
"Saya ingin mengurus masalah semua ini karena Yudha adalah sahabat saya," kata Daniel dengan santai. Sedangkan manager itu pun membulat sempurna tak menyangka lelaki muda yang membuat masalah adalah sahabat Daniel.
"Jangan lupa kirim semua kerugian dari teman saya ke rekening," kata Daniel.
Daniel pun mengandeng tangan Keysha untuk pergi. Baru beberapa langkah Daniel menghentikan langkahnya.
"Oh ya untuk kerugiannya jangan lupa orang itu juga harus menanggung separuh dari semua nya. Karena dia juga terlibat ," sinis Daniel memandang ke arah tunangan Rea untuk saat ini.
"Maaf merepotkan Anda," pamit Daniel.
Setelah itu Daniel , Yudha maupun Keysha pergi meninggalkan ruangan manager itu.
"Tidak mas, sama sekali tidak merepotkan Anda," jawab manager itu tersenyum ramah, tak lupa membuka pintu untuk Daniel.
Selepas kepergian Daniel dari ruangan itu.
"Maaf pak apa yang di katakan orang tadi tidak masuk akal, kenapa saya harus membayar separuh dari kerugian tadi. Jelas-jelas tadi semua kesalahan dia bukan saya,"protes tunangan Rea yang tak terima.
"Silahkan pilih, masalalah ini masuk jalur hukum atau anda mengganti rugi," bentak manager itu dengan tegas.
"Kenapa bapak masih ngotot menyuruh saya membayar, berkali-kali saya bilang itu bukan kesalahan saya," tolak tunangan Rea dengan tegas.
__ADS_1
Brakkkk.....
Manager itu pun mengebrak meja karena kesal.
"Baiklah kalau itu kemauan anda, saya akan hubungi pengacara saya untuk mengurus masalah ini," tegas pak manager.
"Dan saya perlu kasih tahu anda kalau mas Daniel adalah pemilik restoran ini," kata manager itu membuat pria maupun wanita di depannya tutup mulut.
Glekkkk....
'Si**l ternyata temannya itu yang punya tempat ini pantas dia begitu songong,' batin nya kesal.
'Aduh bagaimana ini, masa aku harus masuk penjara gara-gara ini semua. Aku harus bagaimana mana dompetku tinggal 200 ribu saja," batin tunangan Rea semakin cemas.
"Semua totalnya ada 3 juta rupiah tolong segera di lunasi atau kalian berurusan dengan pengacara ku," jawab manager itu menyodorkan rincian semua barang yang pecah.
Tunangan Rea seketika lemas melihat total semuanya.
"Em sayang tolong bayar semua nya, aku lagi tidak punya uang cash," bujuk nya kepada wanita cantik di sampingnya.
Wanita itu mendengus kesal mendengar permintaan sang kekasih.
"Anda bisa membayarnya melalui kartu pak, ini nomor rekening saya," kata pak manager menyodorkan alamat rekening nya.
Semakin pucat saja tunangan Rea itu.
"Sayang tolong aku," pintanya memelas.
"Itu semua urusan mu mas, dan untuk pak manager silahkan minta lelaki di depan anda untuk membayar nya karena ini semua ulah dia," ucap wanita itu mengeluarkan uneg-uneg nya tak lupa menunjuk wajah lelaki itu dengan kesal. Setelah itu dia meninggalkan ruangan itu dengan wajah masam.
Tap tap tap tap tap tap tap tap...
Suara derap langkah begitu nyaring masuk ke dalam ruang itu.
Plakkkk..... Tanpa di duga tangan lentik itu menampar kekasih hatinya dengan penuh emosi.
"Re-rea....." Kata kekasihnya, tunangannya dengan terbata.
Dia begitu ketakutan melihat wajah sang kekasih hatinya di liput kemarahan.
"Kita pu-tu-s...." Kata Rea dengan memandang sinis ke arah lelaki itu.
"Sayang ini tidak seperti yang kamu kira, dan tolong bantu aku buat bayar ini semua," kata lelaki itu dengan tatapan memohon.
"Cih .... Dasar laki-laki tak punya perasaan. Kamu urus saja semuanya sendiri. Mulai hari ini kita putus... Camkan itu," kata Rea dengan tegas.
"Sayang maafkan aku, aku khilaf," pinta nya memelas mengengam tangan Rea.
Tes menarik paksa tangannya setelah itu dia pergi meninggalkan ruangan itu. Rea sudah muak melihat wajah pria sok playboy seperti dia.
__ADS_1
"Dasar lelaki kere saja banyak berulah," sinis Rea.
Sedangkan manager itu ikut menatap sinis.
"Bagaimana sekarang, apakah pilihan bapak. Saya tidak punya waktu meladeni anda karena saya masih punya banyak pekerjaan," tanya manager itu dengan kesal.
"Saya pulang dulu pak, nanti saya kembali lagi untuk melunasi semua nya, ini KTP saya buat jaminan," katanya dengan menunduk malu.
Mau tak mau manager itu pun menerimanya.
Di luar restoran.....
"Hai Rea aku di sini...." Teriak Keysha yang sudah menunggu Rea sedari tadi.
Rea memandang ke arah Keysha, di sana ada Daniel maupun Yudha.
Rea berjalan cepat ke arah mereka.
"Eh aku kira kalian sudah pulang?" Tanya Rea.
"Belum, nih ada yang kekeh nyuruh kita nunggu kamu," kata Keysha matanya melirik ke arah Yudha.
Yudha yang mendengar sindiran itu pun merasa malu , menundukkan kepalanya.
"Cie ada yang malu, tadi saja sok-sokan jagoan buat belain sekarang orang di depan mata saja diam," sindir Daniel.
"Apaan sih kalian berdua," kesal Yudha.
"Sudah siang, kita pulang yuk," ajak Keysha kepada Daniel.
"Kami pamit dulu ya mbak Rea, tolong urusi nih sahabat aku. Kasihan mukanya bonyok... Ha ha ha ha ha ha ha ha....." Pamit Daniel sambil meledek Yudha.
"Kenapa buru-buru sih," protes Rea.
"Kami mau foto prewed," jawab Daniel membuat Keysha melotot.
"Sudah diam, bay Rea kami duluan ya,"
Setelah berkata seperti itu, Keysha dan Daniel pergi meninggalkan restoran itu. Meninggalkan Yudha bersama Rea.
Baik Keysha maupun Daniel berharap kalau Rea maupun Yudha bisa dekat.
BERSAMBUNG....
Jangan lupa LIKE KOMEN.
Mampir juga ke ceritaku lainnya.
~Benih Tuan Muda Kejam.
__ADS_1
~TURUN RANJANG