Dikejar Cinta ABG Tengil

Dikejar Cinta ABG Tengil
Dua orang patah hati


__ADS_3

Saat orang itu sedang fokus memperhatikan Keysha maupun Daniel dengan tatapan yang sulit di artikan, tangannya terkepal erat dengan sorot mata tajam. Seseorang baru datang menargetkan dirinya.


"Hei kenapa melamun," tanya Gery menepuk pundak Rico membuat Rico kaget, sontak Rico menoleh melihat dengan gugup kepada Gery dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa untuk menutupi rasa cemburunya.


"Tidak kok, aku duluan ya," pamitnya kepada Gery dengan terburu-buru.


"Kenapa dengan tuh anak aneh banget, ah sudah lah bukan urusan ku juga," kata Gery acuh dan berlalu menuju mobilnya.


Rico memasuki mobilnya.


"Sial, kenapa aku keduluan sama tuh bocah," kata Rico kesal memukul kemudi mobilnya.


"Key apa bagusnya tuh bocah ingusan," kata Rico terdengar putus asa.


"Ha ha ha ha aku tidak akan menyerah Key, aku tidak akan kalah dari bocah itu, aku harus bisa merebut mu kembali key," racau Rico di dalam mobil.


Setelah itu dia melajukan mobilnya membelah jalanan kota yang ramai menuju ke apartemen yang setahun ini dia tempati.


Berbeda dengan Aldo....


Di kejauhan juga Aldo melihat pemandangan di depannya dengan sendu. Aldo memang berpamitan untuk pulang terlebih dahulu kepada Keysha tetapi Aldo dengan sengaja menunggu mereka di ujung jalan, Aldo bersembunyi menutupi rasa kecewanya. Aldo hanya ingin memastikan apa yang dilihatnya itu benar atau hanya salah faham.


Tetapi melihat interaksi keduanya membuat Aldo sadar kalau Keysha bukan untuk dirinya. "Key aku ikhlas asal kamu bahagia," lirih Aldo sendu meski bibirnya berkata ikhlas tetapi hatinya sakit.


Aldo membelokkan motornya menuju ke arah taman untuk meringankan beban pikirannya.


🍃🍃🍃🍃


"Mbak kalau di kasih bunga sama laki-laki jangan di terima," kata Daniel memberi peringatan pada Keysha. Keysha hanya medesah pasrah, dirinya engan menanggapi ucapan Daniel.


"Mbak jawab jangan diam saja," protes Daniel kala Keysha diam tak merespon ucapannya.


"Iya," jawab Keysha malas.

__ADS_1


"Kalau Mbak suka bunga nanti ku beliin satu truk," kata Daniel masih kesal mengingat bunga tadi.


Mendengar kata Daniel Keysha melotot tak percaya.


'Ha buat apa bunga satu truk, mau buka toko bunga nih bocah,'batin Keysha.


"Jangan," protes Keysha takut Daniel nekat memberikan dirinya bunga sebanyak itu.


"Ha mbak cantik tidak mau bunga dari saya," kata Daniel terdengar kesal sengaja menghentikan motornya.


Secara reflek Keysha menubruk tubuh Daniel.


Keysha turun melepas helm dan berkacak pinggang mengomel kearah Daniel.


"Kalau berhenti pelan-pelan doang jangan mendadak buat orang kaget saja, untung aku tidak punya penyakit jantung," omel Keysha panjang lebar dengan mengerucutkan bibirnya dan hal itu membuat Daniel yang tadi marah langsung tersenyum melihat tingkah Keysha yang imut menurutnya.


Daniel turun mencubit pipi Keysha karena melihat muka imut Keysha.


"Mbak gemes banget sih jadi tidak sabar buat halalin mbak," kata Daniel membuat Keysha kaget.


"Mbak tidak mau menikah dengan saya," tanya Daniel dengan sorot mata tajam.


"Ti- maksudnya," Baru saja Keysha mau berbicara tetapi di urungkan melihat tatapan tajam dari Daniel.


"Jadi benar mbak tidak mau menikah dengan saya, jawab,"bentak Daniel yang emosi dilanda kesal bercampur cemburu.


"Maksudku kita menikah nanti saja menunggu kamu lulus kuliah dan dapat pekerjaan, aku tidak mau jadi beban buat kamu," jawab Keysha pelan mengungkapkan uneg-uneg nya. Jujur Keysha belum yakin kepada Daniel.


Keysha menjeda ucapannya melihat ke arah mata Daniel.


"Apa kamu tidak malu punya istri lebih tua, aku takut suatu saat kamu akan bosan dan meninggalkan ku dan pergi dengan wanita yang lebih muda dan cantik," lirih Keysha masih meragukan niat baik Daniel.


Daniel terdiam membiarkan Keysha berbicara. Daniel masih mencerna ungkapan hati dari Keysha. Daniel tahu mungkin Keysha masih meragukan cinta Daniel atau cintanya untuk Daniel karena perbedaan umur mereka.

__ADS_1


"Mbak aku tidak akan pernah berpaling ke wanita lain, ini janjiku," kata Daniel mencoba meyakinkan Keysha dengan ucapannya.


Keysha terharu tanpa sengaja meneteskan air matanya.


"Jangan nangis mbak nanti jelek," kata Daniel mengusap air mata Keysha.


"Jadi kamu bilang aku jelek," kata Keysha kesal memalingkan mukanya.


Daniel secara refleks memeluk Keysha.


"Aku tulus mencintai mbak cantik, aku tidak akan pernah mencintai wanita lain selain mama dan mbak cantik, cintaku akan sama tidak akan pernah berubah meskipun bertambah umur kita nantinya," kata Daniel mengusap punggung Keysha.


Keysha terdiam menikmati pelukan hangat Daniel.


Daniel mendongak menatap Keysha, di lihatnya wajah Keysha. Daniel tersenyum mengacak-acak rambut Keysha setelah itu dia menaiki motornya.


"Ish kan jadi kusut," protes Keysha tak terima rambutnya di acak-acakan.


"Ayo naik," ajak Daniel dan Keysha pun ikut naik ke atas motor Daniel. Perjalanan terasa indah tak kala Daniel mengengam tangan Keysha menariknya untuk memeluknya.


"Mbak makan yuk, saya lapar," pinta Daniel.


"Tetapi aku ingin cepat sampai rumah terus mandi, gerah," tolak Keysha merasa tidak nyaman dengan pakaian yang dia pakai.


"Ayolah mbak, masih wangi kok," pinta Daniel pada Keysha.


"Kamu tidak risih, aku belum mandi dan lihat penampilanku," protes Keysha.


"Kalau Mbak pulang, nanti aku tidak bisa jalan berdua sama mbak cantik pasti Ayah tidak memberi izin," jelas Daniel membuat Keysha tersenyum.


'Ha ha ha ha ternyata nih bocah takut juga sama ayah,' batin Keysha senang.


Keduanya asyik berbicara selama perjalanan pulang menuju rumah Keysha, karena Daniel tidak mau melihat Keysha merasa tidak nyaman.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2