
Aku potong kue coklat yang kubuat dengan potongan-potongan yang cukup besar dan aku hidangkan di meja makan mungkin Mas Dimas mau, sebenarnya aku ingin dia mencicipinya aku memasaknya dengan baik dan menurutku ini enak aku tidak tau dengan selera Mas Dimas.
Mas Dimas turun kami lanjut sarapan bersama
hari ini aku membuat ayam kecap Mas Dimas sangat menyukainya dia makan cukup lahap aku senang jika dia suka dia memakan lahap kue coklat buatan ku sepertinya rasanya sesuai dengan lidah Mas Dimas.
"Ini siapa yang buat?" Mas Dimas bertanya setelah memakan satu potong kue coklat buatan ku.
"Aku buat sendiri Mas"
"Kamu yang buat?"
"Iya Mas" Mas Dimas memberikan senyumnya sepertinya dia sangat senang dengan hidangan sarapan pagi ini aku ingin melihat dia seperti ini setiap hari.
"Bibi akan datang sekitar pukul 12"
"Iya Mas" Aku menganggukkan kepala mengerti.
"Kalau ingin pergi keluar minta izin dulu sama Mas
beri nomor ponsel kamu" Aku jadi sadar kenapa Mas Dimas sangat marah waktu aku pergi keluar dengan Putri ternyata aku belum bertukar nomor ponsel ku kepada siapapun disini bahkan suamiku sendiri sehingga dia tidak bisa menghubungiku hari itu.
Aku kemudian bertukar nomor ponsel dengan Mas Dimas. Aku mencium tangannya saat dia akan pergi
dia tersenyum padaku dan mengelus pipiku sebentar lalu meminta izin untuk pergi bekerja. Aku membalas senyumannya dan membiarkan dia pergi aku kemudian lanjut membereskan meja makan.
Putri meneleponku tiba-tiba saat aku sudah ada di kamar aku langsung mengangkatnya dia mengatakan jika aku sebaiknya datang untuk melamar besok
aku katakan aku akan melamar jika Bibi mengizinkan
__ADS_1
dia menanyakan apa aku sudah sarapan dia berpikir Mas Dimas tidak akan memberi ku makan disini aku tau jika dia khawatir tapi itu berlebihan sekali.
Aku sepertinya sudah sangat sering menjelaskan tentang sahabat ku ini hingga mungkin kalian bosan mungkin karena aku terlalu menyayanginya.
Dia mengajakku untuk pergi makan siang bersama hari ini tapi aku katakan jika aku tidak bisa karena Bibi Mas Dimas akan datang siang nanti.
Aku beres-beres kamar setelah berbicara dengan Putri
selesai membersihkan kamar aku pergi ke bawah untuk bersih-bersih lagi aku mulai dari ruang tengah lalu lanjut ke dapur aku mendengar suara pintu yang terbuka dan melihat ke arah pintu segera aku melihat Sarah disana sepertinya dia sudah pulang karena aku melihat dia membawa barang-barangnya.
"Kakak sudah pulang" aku mencoba untuk menyapanya dengan memberikan senyum dia balas memberikan senyum juga.
"Iya Jeng"
Aku lanjut bersih-bersih membiarkan dia pergi ke kamar untuk beristirahat dia selalu cantik menurutku dia terlihat seperti Putri hanya saja Sarah terlihat lebih feminim aku sangat suka warna kulit mereka
mereka terlihat sangat manis, dulu saat sekolah aku kadang iri pada Putri karena kulit ku yang putih langsat banyak orang yang mempunyai kulit sepertiku karena itu aku ingin memiliki kulit seperti Putri dia terlihat eksotis dan juga mata dan rambut hitam nya mereka sama-sama memiliki mata dan rambut hitam.
lalu aku pergi berjalan kembali ke kamar.
Saat aku berjalan sejajar dengannya dia tiba-tiba menarik tanganku kemudian menghadapkan ku dengannya dia melihatku dengan tatapan lembut
aku pikir mungkin dia ingin berbicara jadi aku tetap diam dan menatapnya juga dengan menunjukkan sedikit senyum.
"Kamu dan Mas Dimas tidak ada masalah kan?" itu adalah kalimat pertama yang Sarah ucapkan.
"Nggak Kak" aku menggeleng-geleng kan kepala ku.
"Ah aku mau bicara sama kamu" Dia terdengar canggung membuatku jadi tidak enak juga sedikit penasaran.
__ADS_1
"Iya Kak, mau bicara apa"
"Semalam Mas Dimas menemui aku, kamu tau kan kalau Mas Dimas sangat mencintaiku, Kami saling mencintai" Aku menganggukkan kepala ku.
"Aku bukannya egois tapi aku tau kalau kamu tidak ada perasaan buat Mas Dimas dan begitu juga dengan Mas Dimas. Saat Bibi disini kita akan bersama meyakinkan Bibi kalau hubungan kita baik-baik saja setelah Bibi pergi kamu tidak perlu lagi harus tidur satu ranjang dengan Mas Dimas aku tau kau pasti tidak nyaman harus melakukannya, kau pasti setuju dengan rencana ku Mas Dimas juga sudah setuju. Sekarang kalian sudah saling bicara setelah Bibi pergi kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau" Aku terkejut dan sakit hati mendengarnya.
Aku merasa ingin menangis ternyata Mas Dimas selama ini hanya berusaha untuk dekat dengan ku agar bisa lebih mudah meyakinkan Bibi aku benar-benar bodoh aku pikir akan bisa menjadi bagian dari rumah tangga ini tapi ternyata aku masih dianggap sebagai orang asing. Harusnya dari awal aku tidak perlu berharap aku memang bukanlah siapa-siapa.
*****
Setelah mendengar semua yang Sarah katakan aku memutuskan untuk jangan terlalu dekat dengan Mas Dimas aku tidak ingin sakit hati aku sudah menaruh hati padanya aku tidak mau perasaan ini semakin berkembang aku juga tidak mau dia mengetahuinya.
Aku merasa sangat lelah aku ingin tidur saja sekarang
aku tidak ingin menangis seperti ini tapi aku begitu lemah aku benar-benar tidak suka harus jadi seperti ini
hiks hiks aku tidak mau menyalahkan siapapun. Aku bukanlah siapa-siapa harusnya aku tekankan itu kepada hati dan pikiranku sejak awal aku terlalu mudah terbawa suasana dan perasaan hingga sangat sakit rasanya. Dadaku terasa sangat sakit aku mencoba menekannya karena benar-benar sakit rasanya aku benar-benar sangat lelah.
*****
Aku sangat terkejut saat terbangun sepertinya aku kesiangan aku buru-buru melihat jam dan sekarang sudah pukul dua siang Bibi pasti sudah pulang aku benar-benar takut jika dia sudah pulang aku buru-buru merapikan diri lalu pergi ke bawah, aku sedikit berlari kecil agar lebih cepat. Aku mencari-cari keberadaan Bibi
tapi aku tidak melihat keberadaannya aku mencoba mencarinya di kamar bawah tapi tidak ada orang sama sekali, semuanya terlihat sangat kosong.
Aku bertanya-tanya dimana keberadaan Bibi apakah dia belum datang? aku putuskan untuk pergi keluar mungkin saja Bibi sedang dirumah Kak Aliya. Kak Aliya ada di rumah jadi aku akan bertanya padanya
Kak Aliya terlihat tenang melihat kedatangan ku jadi kurasa dia tau tujuan kedatangan ku.
"Bibi belum pulang Kak" aku mulai bertanya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Ibu sepertinya tidak akan pulang, Bibi tiba-tiba meminta Ibu untuk menjaganya. Kamu tidak perlu khawatir kalau Dimas sakitin kamu lagi kamu bilang sama Kakak yah?" Kakak memegang kedua tanganku, aku menganggukkan kepalaku pelan tapi sepertinya aku tidak akan berbicara apa-apa lagi, aku akan biarkan saja Mas Dimas dan Sarah asalkan aku bisa bebas melakukan apapun aku akan menanyakan masalah lowongan kerja segera pada Putri.
Bersambung...