Dipaksa Menikah Season 2

Dipaksa Menikah Season 2
Bertemu


__ADS_3

"Sakit..."


"Iya aku pelan," ucap Adit.


"Punya kamu besar juga ya," kata Serena.


"Sudah pasti dong, tapi enak kan," tanya Adit.


"Hmmmm sakit dan enak," jawab Serena sambil merem melek dibuat Adit.


Seperti nya Adit duplikat dari ayahnya, sekali mencoba langsung ketagihan, mau cinta atau tidak yang penting gas saja dulu, cinta akan datang dengan seiring berjalannya waktu.


Malam hari nya, Dika kembali bertemu dengan Elena, ternyata rumah Elena tidak terlalu jauh dari rumah Dika. Mereka berdua bertemu dari keinginan Dika, ntah kenapa Dika rasa harus membangun kedekatan pada Elena, ia ingin melupakan Cilla dan bisa fokus dengan Elena.


"Kalian mau kemana dik," tanya Rico.


"Paling jalan jalan saja paman, aku pinjam anaknya ya paman," ucap Dika.


"Iya, hati hati kalian, anak gadis paman belum tau pacaran," kata Rico.


Dika hanya tersenyum mendengar hal itu. Kalau Elena sendiri ya sudah pasti fokus dengan dirinya sendiri.


Di perjalanan Elena masih aktif tidak bisa diam, hal itu cukup menghibur Dika ditengah perasaan Dika yang sedang tidak bagus.


"Kamu sudah makan," tanya Dika.


"Sudah tadi mas, mas aku mau beli itu," jawab Elena sambil menunjuk sesuatu di pinggir jalan.


"Kata sudah makan," ucap Dika yang tidak berhenti karena sudah kelewatan.


"Mas Dika tau, aku ingin itu sejak lama, tetapi ayah melarang kata tidak sehat," kata Elena.


"Kalau ayah kamu tidak memperbolehkan aku tidak berani memberikan kamu izin, bagaimana kalau kita makan di mall saja, ada kok yang seperti itu," ucap Dika.

__ADS_1


"Iya..."


Dika membawa Elena ke mall yang cukup lengkap di kota itu, mana tau ada makanan yang Elena inginkan. Mengajak Elena jalan seperti mengasuh adik sendiri, Dika benar benar merasa sangat tertantang.


"Itu dia yang kamu mau tadi," ucap Dika.


"Ayo mas.." Elena langsung menarik Dika ke tempat itu.


"Dika.." Cilla terkejut melihat Dika sudah bersama dengan wanita lain.


"Sayang ada apa," tanya Zyan.


"Dika, kamu tau Dika kan," jawab Cilla.


Kemarin tepat pukul 12 malam, Cilla di lamar oleh Zyan pria yang dijodohkan oleh Mark untuk Cilla. Dan Cilla mau tidak mau harus menerima perjodohan itu.


"Lah dia adik ku, dia anak dari paman Justin, kita temui dia, aku juga sudah cukup lama tidak bertemu dengan nya."


"Tapi...


"Tidak papa, ayo keburu mereka berdua pergi," jawab Cilla m


Cilla dan Zyan pun berjalan mendekati Dika.


"Dika," ucap Zyan.


Mata Dika langsung tertuju pada mereka berdua, rasanya sangat sakit sekali melihat seseorang yang ia cintai bersama dengan orang lain, mungkin itu juga yang Cilla rasakan. Sekarang kedewasaan mereka berdua sedang di pertaruhkan.


"Eh Cilla Zyan.." Dika langsung bangkit dari tempat duduk nya.


"Apa kabar," tanya Dika sambil berjabat tangan dengan Zyan.


"Sangat baik, bagaimana dengan mu? adik mu sudah menikah, kau kapan??"

__ADS_1


"Hahaha segera menyusul," kata Dika.


"Pacar mu," tanya Cilla.


"Oh iya, Elena perkenalkan mereka adik dan abang ku, Cilla dan juga Zyan," ucap Dika.


"Halo saya Elena, salam kenal."


"Salam kenal," ucap Zyan dan Cilla.


Mereka berdua duduk berhadapan, Cilla dan Dika sama sama menjaga perasaan satu sama lainnya.


"Kalian berpacaran," tanya Dika.


"Kami sudah tunangan kemarin malam, minggu depan akan menikah," jawab Zyan.


"Wah selamat, aku tidak tau ya, padahal kemarin malam Cilla di rumah ku."


"Ya iya di rumah mu, kau sudah tidur," ucap Zyan.


Hati Dika sangat sakit mendengar hal itu, ia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaannya nanti saat Cilla menikah dengan pria lain.


Cilla juga merasakan hal yang sama, tetapi ia tidak menunjukan nya, ia yakin Elena wanita yang sangat sesuai untuk Dika. Zyan juga pria yang sangat baik, serius dengannya dan yang terpenting mereka berdua sudah mendapatkan restu, tidak seperti hubungannya dengan Dika yang hanya diam diam.


"Kami sudah pesan, kalian tidak pesan," tanya Dika.


"Tidak Dika, kami harus pergi, maaf ya tidak bisa lama lama," kata Cilla.


"Oh begitu, nanti kalau menikah jangan lupa berikan kami kabar," ucap Dika.


"Pasti dong, ayo ssyang." Zyan dan Cilla pergi dari sana.


"Mereka sangat cocok ya," ucap Dika.

__ADS_1


"Kamu suka dengannya kan?"


"Elena," ucap Dika yang terkejut mendengarnya


__ADS_2