Dipaksa Menikah Season 2

Dipaksa Menikah Season 2
Menikah lagi


__ADS_3

"Sayang tidak ah, jangan berpikir seperti itu, kamu sudah sangat perhatian pada mu, aku hanya senang saja melihat Dika perhatian seperti ini pada seorang wanita, kamu asal tau saja saja Dika tidak pernah seperti ini pada wanita."


"Hahaha iya aku tau, aku cukup kenal dia, orang dia adik ku juga, dia sudah lebih baik," ucap Zyan.


"Ya sudah ayo masuk, aku sangat lelah, aku ingin istirahat."


"Sayang jangan istirahat dong, dingin begini enaknya ehem..." Zyan menarik Cilla dan menggendong nya masuk ke dalam Vila.


Di dalam Dika dan Elena berbaring di atas kasur bersama, Dika masih mencari referensi Vila yang bagus untuk pernikahan nya, sedangkan Elena masih terlelap sambil memeluk calon suami.


"Bagaimana kalau ini, aku sangat suka tapi tidak tau dengannya," ucap Dika sambil melirik kearah Elena, mau membangunkan Elena tapi tida enak. Dika lebih memilih menyimpan beberapa referensi agar nanti bisa ia tunjukan pada Elena.


Dika meletakkan handphonenya ke atas meja, ia membalas pelukan dari Elena dan mulai memejamkan matanya untuk tidur.


Setelah beberapa jam mereka berdua istirahat, sekarang sudah waktunya untuk keluar Vila, Elena dan Dika sudah mandi karena mereka akan keluar mencari makan.


"Kita keluar sendiri mas," tanya Elena.


"Iya, selama kita di Bali kita tidak bersama dengan mereka, mereka kan baru saja menikah, sudah pasti ingin terus bersama tanpa gangguan, kalau kita pergi dengan mereka pasti mereka akan terganggu dengan kita."


"Oh ya sudah, kita berangkat sekarang," tanya Elena.


"Ayo, aku sudah sangat lapar," jawab Dika.


Dika sudah mengambil keputusan bersama dengan Zyan jika mereka tidak akan bersama sama di Bali, memang mereka berada di Vila yang sama, tetapi untuk aktivasi mereka memilih masing-masing agar lebih fokus dengan pasangan masing-masing.


Ini kesempatan bagus agar Dika dan Cilla saling melupakan, sudah waktunya untuk mereka fokus dengan pasangan masing-masing. Jika masih terus bersama pasti sulit untuk saling melupakan satu sama lain.


Vila mereka tidak jauh dari pusat perbelanjaan, jadi mereka berdua hanya tinggal jalan sebentar sudah bisa memilih makanan apa yang ingin mereka makan.


"Kamu mau makan apa," tanya Dika.


"Apa saja mas, makanan khas bali juga enak," jawab Elena.

__ADS_1


"Di sana saja yuk, aku juga ingin sekalian menunjukkan sesuatu pada mu," kata Dika.


Mereka berdua berjalan ke sebuah restoran yang Dika pilih.


"Apa mas," tanya Elena.


"Bagaimana dengan ini, bagus tidak," tanya Dika.


"Bagus banget mas, aku suka, tapi kamu sudah yakin kalau tempat itu bisa di sewa," tanya Elena.


"Ya bisa dong, sebelum aku memilih tempat aku sudah memikirkan hal itu, semua tempat yang aku tunjukan pada mu bisa di sewa. tapi aku tidak tau bisa di sewa dalam waktu dekat atau tidak," jawab Dika.


"Menurut aku mas, lebih baik kamu hubungi dulu pemiliknya, kalau memang bisa di sewa dalam watu dekat kita langsung lihat langsung ke sana.


"Iya Elena aku memang sudah merencanakan hal ini, makannya aku tanya pada mu, kamu suka tidak, kalau kamu suka langsung aku hubungi.''


"Ya mas, aku sangat sua, bisa langsung kamu hubungi, nanti kalau bisa kita langsung ke sana," kata Elena.


"Oke, kamu pesan makanan dulu yaa, aku menghubungi nya di luar, tidak enak dengan orang yang makan di sini."


Dika berjalan keluar dari restoran itu.


Setelah beberapa saat di luar restoran, Dika kembali bersamaan dengan makanan Elena pesan, jadi tanpa harus menunggu lagi mereka bisa langsung makan.


"Bagaimana mas," tanya Elena.


"BIsa ko, kita di minta untuk datang ke sana, katanya sampai bulan depan tidak ada yang sewa, karena memang harga nya sangat mahal sekali, jadi aku akan sewa seminggu lah," jawab Dika.


"Seminggu, lama sekali mas, untuk apa lama lama."


"Elena tidak mungkin kita datang ke Vila itu hanya saat acara, beberapa hari sebelum acara pasti kita sudah datang ke Vila, nah setelah menikah tidak mungkin kita langsung pulang, pasti beberapa hari masih menginap di sana, apalagi keluarga besar ku akan datang, mereka pasti memilih untuk liburan sejenak," kata Dika.


"Oh begitu, iya juga ya mas, keluarga ku juga pasti akan datang, harus besar tempatnya."

__ADS_1


"Tenang kita tidak hanya sewa satu Vila, Vila utama memang tempat pernikahan kita, ada beberapa Vila yang masih saling berdampingan yang aku sewa juga, jadi mau sebanyak apapun keluarga yang datang ada tempat untuk mereka istirahat.


"Kamu yang terbaik," ucap Elena.


Dika tersenyum mendengar pujian dari Elena, ia sangat senang mempersiapkan pernikahan nya sendiri, semuanya lebih terlihat jika ia sungguh sungguh ingin menikah. Ia juga jadi tidak merepotkan ayahnya.


Di rumah, Adit masih dengan problem yang sama yaitu sifat Serena yang tiba tiba berubah, ada senang ada juga kesal semuanya Adit rasakan jadi satu hari ini.Tadi Serena begitu manja pada nya, dan sampai sekarang Serena masih sangat manja padanya, Serena masih tidak memperbolehkan Adit memakai pakaian.


"Serena aku harus makan," ucap Adit.


''Aku ambilkan, jangan memakai pakaian, aku sangat suka aroma tubuh kamu sayang," kata Serena.


"Eh sayang pulak, kalau begini saja panggil sayang," ucap Adit yang sebenarnya sangat senang di panggil sayang oleh Serena.


"Halah, kayak kamu tidak saja, kalau kamu meminta jatah kamu panggil aku sayang,cinta ku," kata Serena.


"Hahaha namanya namanya, sekarang aku mau makan, ambilkan aku makan kalau kamu masih tidak memperbolehkan ku untuk pakai baju," ucap Adit.


"Kamu mau makam sama apa," tanya Serena.


"Apa saja yang mamah ku masak," jawab Adit.


"Oke, aku ambil dulu ya, jangan kemana mana."


"Sayang kalau mamah ku tanya aku kemana, bilang saja aku ada kerjaan," kata Adit.


"Hahaha iya, pengangguran kayak kamu emangnya punya kerjaan apa," ucap Serena sambil pergi meninggalkan ruangan itu.


Di ruang makan sudah ada Justin dan Intan yang sedang makan malam, mereka sudah tinggal berdua saja sekarang yang membuat suasana terasa cukup sepi, biasanya Dika dan Adit selalu datang merecoki meraka berdua.


"Sayang ada yang ingin aku katakan," ucap Justin.


"Apa sayang, tumben," tanya Intan yang penasaran apa yang ingin suaminya katakan.

__ADS_1


"Aku ingin menikah lagi," jawab Justin.


__ADS_2