
"Apa!!!!!" Mendadak Justin menjatuhkan handphone nya. Ia benar benar terkejut dengan panggilan itu.
"Ada apa sayang," tanya Intan.
''Mereka kecelakaan," jawab Justin dengan pandangan yang kosong, tubuh nya seperti kaku secara tiba tiba, sulit untuknya segera bergerak ke rumah sakit.
"Apa!! Sayang ayo cepat kita ke sana." Sebagai ibu Intan langsung panik seketika, hal itu membuat Justin mulai sadar dengan dirinya.
Sebelum pergi Justin memanggil Serena karena Adit ada di sana, ia mendapatkan kabar 3 orang masuk rumah sakit berarti termasuk Adit. Dan benar saja saat di kamar hanya ada Serena, Serena yang mendapatkan kabar itu juga langsung segera berlari mengikuti ayah mertuanya.
Di dalam mobil Intan hanya bisa menangis, ia sudah berpikir yang tidak tidak tentang kedua anak nya, memang sajak Adit dan Dika mengucapkan selamat ulang tahun padanya, ia sudah merasakan hal tidak enak pada kedua anaknya.
Melihat mamah mertuanya yang menangis seperti itu membuat Serena tidak bisa menahan air matanya, sama seperti mamah mertuanya saat Adit pergi tadi ia juga merasakan perasaan tidak enak, apalagi ia sempat mencium dahi Adit sebelum Adit pergi tadi.
Sesampainya di rumah sakit mereka langsung ke ruang UGD, karena ketiga nya sedang di tangani di sana. Keluarga Elena juga sudah datang karena sebelum pergi tadi Justin juga memberikan kabar ini pada mereka.
"Bagaimana," tanya Justin pada Rico.
"Tidak tau Justin," jawab Rico, terlihat wajah Akbar juga terlihat panik.
Mereka hanya bisa menunggu di sana sampai dokter keluar memberikan kabar pada mereka semua.
"Permisi ada kelurga atas nama Dika dan Adit," tanya suster.
__ADS_1
''Iya saya ayah nya sus," jawab Justin.
"Yang darahnya sama dengan pasien bisa menyumbangkan darahnya, kami sangat memerlukan banyak darah untuk mereka berdua.
"Oh iya sus, saya dengan istri saya sama, nanti para sepupu nya juga ada yang sama, saya akan meminta mereka untuk datang."
"Baik sekarang tuan dan nona saja dulu, dan segera kerabat terdekat di minta untuk segera datang.."
''Iya dok," ucap Justin.
Justin lupa memberikan kabar Mark, selagi Intan mendonorkan darahnya ia langsung menghubungi Mark dan meminta Mark untuk menghubungi keluarga terdekat mereka, Mark sendiri dan Erik juga memiliki golongan darah yang sama. Jadi mereka berdua bisa membantu mendonorkan darah mereka.
Setelah kurang lebih 4 jam berada di dalam sana, satu persatu dari mereka keluar. Pertama Elena dengan kepala dan tangan kalinya di perban, ia juga tidak sadarkan diri. Keluarga Elena langsung ke ruangan Elena tempat di rawat.
Tak lama Adit keluar lebih dulu, hal itu membuat yang lain lega, tetapi melihat kondisi Adit yang sangat memperhatikan membuat mereka semua sangat sedih, mereka tidak bisa berkata apa apa lagi. Adit mengalami beberapa luka di kaki dan tangan nya, hal utama yang membuatnya lama di dalam sana adalah luka di kepalanya. Berbeda dengan Elena yang masuk ke ruang rawat inap, Adit masuk ke ICU.
"Bagaimana dengan anak saya satu lagi dok," tanya Justin.
"Dika masih di tangani," jawab Dokter.
"Keadaan Adit bagaimana," tanya Justin.
"Untuk Adit masih belum stabil, bisa di katakan ia koma, hal yang paling besar yang Adit alami di kepalanya, karena benturan keras di kepalanya membuat beberapa pembekuan darah di kepalanya, saya tidak bisa menutupi ini semua, saya sudah berkerja sebaik mungkin untuk menangani Adit, sisanya kita serahkan pada yang maha kuasa."
__ADS_1
Penjelasan tentang Adit membuat Serena menangis histeris, ia tidak bisa mendengar berita buruk ini, ia yang baru mencintai Adit benar-benar sangat terpukul.
Serena din tenangkan orang orang tuanya, karena Justin dan Intan juga tidak bisa apa apa, mereka berdua saja sudah penuh dengan air mata. Untuk Justin masih berusaha kuat agar Intan tidak semakin drop.
Jarak antara Adit dan Dika keluar dari ruang UGD sekitar 30 menit. Hampir sama dengan Adit, Dika juga terkena benturan keras di kepalanya, bukan hanya itu jantung nya hampir tertusuk benda tajam, walaupun hanya hampir hal itu membuat kondisi Dika semakin buruk, ia paling banyak kehilangan darah di antara yang lainnya.
Dika juga masuk ke ruang ICU, kondisinya lebih buruk dari pada Adit. Harapan hidup Dika sebenarnya lebih kecil dari Adit, ia hanya terbantu alat yang menempel pada tubuhnya. Justin sendiri secara pribadi sudah tau akan hal ini, tetapi ia minta agar dokter merahasiakan semua ini, ia tidak mau keluarganya drop karena tau kondisi Dika.
Sudah 21 tahun mereka hidup dengan bahagia tanpa ada tantangan seperti ini. Mungkin sudah waktunya mereka merasakan hal ini. Tidak mungkin kehidupan akan selalu bahagia, pasti ada cobaan yang menghampiri mereka, dan cobaan itu sudah datang.
Dika dan Adit berada di ruang ICU yang berbeda, tetapi bersebelahan, Adit di tunggu oleh sang istri dan Dika di tunggu mamahnya, Justin sendiri memilih mengurus semua keperluan kedua anaknya.
Hampir semua orang sudah mendengar kabar kecelakaan ini, termasuk Cilla dan Zyan. Cilla sendiri hanya bisa menangis sambil memelukmu Zyan, ia tidak bisa berkata apa apa lagi selain hanya menangis, apa yang terjadi pada mereka bertiga benar-benar di luar dugaan. Cilla tidak menyangka orang yang ia cintai sebelumnya mendapatkan cobaan sebesar ini.
"Sayang sudah ya, besok kita kembali ke sana, tidak mungkin keluarga kita sedang ada masalah kita tetap liburan seperti ini."
"Hiks hiks hiks iya.." Cilla lebih tenang jika Zyan memeluknya seperti ini.
Justin masih menyelidiki kasus kecelakaan anaknya, ia meminta anak buah nya untuk segera mencari tau, apakah karena sabotase atau memang karena kelalaian anak anak sendiri, tidak memerlukan waktu lama Justin mendapatkan jawaban nya. Semuanya ada di rekaman mobil yang mereka bertiga naiki.
Dari penjelasan mereka memang Dika sendiri yang salah, ia masuk ke jalur berlawanan arah, hal itu yang membuat kecelakaan terjadi. Justin tidak bisa apa apa selain kembali untuk menguatkan sang anak dan istrinya, padahal kalau sampai sabotase orang lain Justin sudah siap untuk balas dendam.
Dari penjelasan anak buahnya saat mereka di temukan, Dika berada di dalam mobil yang hampir ringsek, Elena tepat di samping Dika tetapi beruntunglah tempat Elena masih terbilang aman, hanya bagian Dika saja yang hancur parah. Sedangkan Adit sudah berada di luar mobil, sepertinya Adit sempat sadar sejenak dan berusaha keluar dari dalam mobil, kondisi terakhir tepat si samping mobil.
__ADS_1