Dipaksa Menikah Season 2

Dipaksa Menikah Season 2
Berhasil


__ADS_3

Saat pintu terbuka, mereka berdua langsung bernyanyi.


Happy birthday to you...


Happy birthday...


Happy birthday...


Happy birthday to you...


Intan benar-benar terkejut dengan apa yang Adit dan istrinya lakukan, ia menutupi mulut nya saking terkejutnya. Sepertinya apa yang Adit siapkan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan.


Justin yang mendengar nyanyian itu langsung berlari ke arah mereka, ia sama terkejutnya seperti Intan. Kejutan yang Adit buat memang tidak terduga.


"Selamat ulang tahun, Ma! Terima kasih untuk segalanya yang telah mama berikan. Tidak peduli aku dalam keadaan susah sekalipun, mama selalu menemaniku dan mendukungku untuk bangkit kembali."


"Adit..." Intan tidak bisa menahan haru nya melihat kejutan yang Adit buat.


"Tiup sayang," ujar Justin.


Sambil menutup matanya Intan meniup ke lilin itu, kali ini ia memiliki sebuah harapan, tetapi bukan untuk nya melainkan untuk sang anak Adit.


Adit memberikan kue itu pada ayahnya dan langsung memeluk Intan, ia sangat senang masih bisa memberikan sebuah kejutan kecil untuk sang mamah.


"Maafkan keterlambatan ku mah, aku sayang mamah," ucap Adit.


"Mamah sayang Adit, tidak masalah sayang, kamu sangat sukses membuat mamah terkejut dan terharu.


"Mamah aku di sini," teriak Dika.


"Dika.."


Adit mengambil handphone nya dari tangan Serena dan memberikannya pada Intan.


"Mamah," ucap Dika.


"Sayang kamu juga ikut ternyata ya.."

__ADS_1


"Maafkan aku tidak bisa ikut memberikan kejutan untuk mamah, ini tahun pertama aku tidak ikut memberikan kejutan untuk mamah. Selamat ulang tahun mah, Dika ingin yang terbaik untuk mamah, semua hal yang Dika dapatkan sekarang tak luput dari perjuangan dan kerja keras mamah. Dika sayang mamah," ucapnya.


"Terimakasih sayang, mamah sangat sayang Dika. Kamu baik baik di sana, jangan khawatirkan mamah, Adit sudah melakukan semuanya dengan sangat baik," kata Intan.


"Iya mah, nanti saat aku kembali kita memasak bersama, sesuai janji ku pada mamah, oh iya ini Elena juga ingin mengucapkan sesuatu.."


"Selamat ulang tahun mah, maaf Elena tidak bisa memberikan hadiah langsung pada mamah sekarang," ucap nya.


"Tidak masalah Elena, kamu jaga Dika dengan baik ya, dia sangat manja itu," kata Intan.


"Pasti mah," ucap Elena.


"Ya sudah mah, Dika ingin kembali ke rumah, ini sudah sangat malam, tidak enak mengajak anak orang di luar terlalu malam."


"Iya sayang, kamu hati hati ya di sana, jaga Elena dengan baik, awas saja kamu macam macam," ucap Intan.


"Dika goyang malam ini," tanya Adit.


"Jangan sembarangan kau, dia belum menikah, asik goyang saja kau," ujar Justin.


"Otak ku tidak semesum diri mu Adit, tenang saja yah aku aman lah di sini tapi kalau tidak khilaf." Sebelum Justin berkata Dika sudah mematikan sambungan telepon itu terlebih dahulu.


"Mah ini hadiah dari aku dan istri ku, aku sangat bingung harus memberikan mamah apa, jadi aku beli saja apa yang terlintas di pikiran kami berdua." Adit memberikan paperback berisi tas yang ia beli tadi.


"Terimakasih sayang, apa yang kalian berdua berikan pada mamah sangat berharga untuk mamah, apapun itu," ucap Intan.


"Selamat ulang tahun mah, sehat selalu dan semakin sukses," ujar Serena.


"Iya sayang terimakasih ya, sekarang kita makan kue yang kalian bawa bersama, tadi ayah kalian juga membawa kue mana kue yang paling enak," ucap Intan.


Mereka berempat duduk bersama di sofa dalam kamar, sangat sayang jika kue yang di beli tidak di makan, jadi Intan mengajak anak anaknya untuk makan bersama. Sisanya bisa diberikan pada satpam rumah.


"Adit ayah pikir kau dan Dika sengaja tidak memberikan ucapan selamat pada mamah mu."


"Tidak mungkin lah yah, anak macam apa aku," ucap Adit.


"Hahaha mana tau kan."

__ADS_1


"Sebenarnya aku dan Dika itu lupa, kalau hari ini ulang tahun mamah, nah untung saja Serena melihat ayah membawa kue ke kamar, Serena memberitahu ku dan aku baru ingat, jadi aku buru buru membeli semua ini tanpa rencana," jelas Adit.


"Sayang, kalau kamu tidak sempat tidak perlu kejutan seperti ini, cukup ucapan saja mamah sudah sangat senang sekali."


"Oh tidak mungkin mah, aku tidak mungkin tidak memberikan mamah tercinta ku kejutan, aku tidak sibuk apa apa, tidak mungkin tidak sempat," kata Adit.


"Nah itu benar sayang, apapun yang terjadi jangan lupakan mamah mu," ucap Justin.


"Iya dong yah, aku kan selalu rutin memberikan mamah kejutan seperti ini."


"Oh iya Adit, ada yang ingin ayah bicarakan dengan mu, tapi mau tidak mau kau harus setuju," Ucap Justin.


"Apa yah," tanya Adit.


"Ayah ingin mempunyai anak lagi, alisa mamah ku akan segera hamil lagi," jawab Justin.


Bukannya marah Adit malah ngakak, bisa bisanya sang ayah ingin mempunyai anak lagi di tenga tenga dirinya sedang membuat cucu untuk Justin, tetapi Adit tidak masalah sama sekali kalau sang mamah hamil kembali.


"Hahaha ayah serius, nanti anak kita seumuran dong," tanya Adit.


"Ya serius dong, terus kalau seumuran tidak boleh gitu?"


"Hahaha bukannya tidak boleh yah, tapi sedikit aneh saja," ucap Adit.


"Tidak masalah lah itu, yang terpenting ayah punya anak lagi," kata Justin yg seperti nya sangat senang sekali.


Serena cukup bingung dengan keluarga ini, ia sedang berusaha untuk bisa masuk di keluarga Adit yang serena rasa sangat unik sekali, keluarga yang belum pernah ia temukan sebelumnya. Hubungan Adit dengan ayahnya bukan seperti ayah dan anak tetapi layaknya seorang teman, mungkin karena itu lah mereka berdua bisa sampai dekat sekali seperti ini. Tidak ada rasa canggung diantara mereka berdua.


Intan merasa sangat senang Adit menerima keputusannya dengan sang suami, tetapi ia cukup khawatir dengan Dika, Dika cukup berbeda dengan Adit. Takutnya Dika malah tidak setuju, walaupun Dika tidak setuju sepertinya rencana Justin untuk mempunyai anak tidak bisa tertunda lagi.


Di Bali Dika dan Elena baru kembali ke Vila, mereka berdua terlihat semakin lengket seperti prangko. Apalagi Dika yang semakin perhatian saja pada calon istrinya, mungkin ini salah satu trik agar Dika bisa lebih mudah mencintai Elena.


"Mas mamah kamu sudah 39, tapi terlihat lebih mudah ya," kata Elena.


"Itu artinya mamah ku bahagia dengan kehidupannya, ia bahagia dengan pernikahannya dengan ayah ku," ucap Dika.


"Kalau umur mamah 39 dan kamu 20 ke 21. Berarti mamah menikah umur 18 dong."

__ADS_1


"Iya Elena, ayah ku dapat daun muda, mereka menikah juga tanpa cinta, tapi bisa saling mencintai seperti sekarang ini," ucap Dika.


__ADS_2