
"Kamu mau," tanya Dika.
"Aku terserah mas Dika saja," jawab Elena.
"Ahh kalian pasangan yang sangat menggemaskan sekali." Dika gemas sendiri melihat Dika dan Elena.
Ntah kenapa sikap tidak bisa diam Elena perlahan menghilang saat dekat dengan Dika, ia mendadak jadi wanita kalem yang terlihat cukup menggemaskan, tidak heran Adit sampai gemas dengan pasangan ini.
"Ya sudah kalau kamu mau, ayolah," ucap Dika.
Sebenarnya Cilla tidak berharap Elena ikut bersama dengan mereka, tetapi mau bagaimana lagi, ia tidak bisa memaksa Dika untuk tidak di ikut, toh Dika ke Bali untuk mencari lokasi pernikahan, berbeda dengannya yang honeymoon dengan Zyan.
Setelah mereka sarapan, satu persatu mereka pergi meninggalkan Vila untuk kembali ke rumah masing-masing. Kecuali si pengantin baru yang masih ingin menghabiskan waktu berdua di Vila.
"Sebenarnya aku sangat suka di Vila, udara nya sangat segar dan dingin sekali," ucap Adit.
"Halah paling alasan mu saja untuk meminta jatah, otak mu dengan otak ayah sama saja," ujar Justin.
__ADS_1
"Hahaha ayah tau saja," kata Adit.
"Sabar ya Serena, suami mu memang sama saja seperti ayahnya," ujar Intan.
Dika dengan Elena tidak bersama dengan mereka. berempat, mereka pulang dengan menggunakan Motor seperti waktu berangkat, karena matahari belum terlalu bersinar membuat udara masih terasa dingin, hal itu membuat Elena memeluk dengan dengan sangat erat. Dika juga tidak berani membawakan makanan motor terlalu kencang, ia tidak ingin Elena sampai kedinginan.
Perjalanan naik motor terasa lebih cepat karena mudah untuk mereka memotong jalan, seperti Dika yang sudah sampai lebih dulu di rumah. Dika langsung mengajak Elena masuk ke dalam rumah, ia tidak ingin langsung mengantarkan Elena pulang karena ada beberapa hal yang harus ada Elena di sampingnya.
"Kamar ku saja ya," ucap Dika.
"Ada makanan," tanya Elena.
"Iya mas, kamu sangat benar."
Elena mengambil beberapa buah untuk ia makan, lalu ia ikut Dika berjalan ke kamar. Elena tidak ada curiga apa apa pada Dika, ia sangat percaya dengan calon suaminya itu.
"Kau tidak papa kan," tanya Dika yang ingin memastikan jika calon istri nya baik baik saja.
__ADS_1
"Iya mas aku baik baik saja," jawab Elena.
Dika menarik Elena agar lebih dekat dengan nya, setelah itu mereka berdua duduk di atas sofa bersama sama. Mata Dika tertuju pada bibir seksi Elena, ia sama sekali belum pernah menyentuhnya, ada rasa ingin mencobanya tetapi ia takut Elena marah pada nya.
"Mas," ucap Elena yang membuat Dika sadar dengan lamunan nya.
"Eh iya, kamu membuat ku terkejut," kata Dika sambil melepaskan Elena.
"Mas kamu tidak papa kita ikut ke Bali," tanya Elena.
"Tidak papa lah, kamu ada masalah?"
"Kamu akan liat Cilla dan suaminya terus, nanti hati kamu sakit lagi."
"Hahaha kamu ada ada saja, kau sudah menerima semuanya, kan ada seseorang wanita cantik yang mengobati rasa sakit itu," kata Dika.
Sebisa mungkin Dika berkata manis pada Elena walaupun apa yang Elena katakan benar, ia sangat sakit melihat Cilla dan Zyan bersama, ia yakin dirinya hanya belum terbiasa saja menerima semua ini.
__ADS_1
Cup....