Dipaksa Menikah Season 2

Dipaksa Menikah Season 2
Perhatian


__ADS_3

"Hmmm terus, kenapa kau jadi ganas seperti ini," ucap Adit.


"Enak," tanya Serena.


"Sangat enak, kau tau saja yang aku inginkan sayang," jawab Adit.


Adit tidak tau apa yang membuat Serena seperti ini, mereka berdua menikah sudah hampir sebulan dan baru kali ini Serena sampai seperti ini, jujur Adit sangat senang sekali, jarang jarang Serena mau begini ke padanya.


"Sayang.."


"Ya ada apa," tanya Adit.


"Capek.." Serena naik ke atas tubuh Adit dan memeluknya.


"Eh aku belum keluar."


"Capek, mau tidur." Serena tidak memperdulikan Adit yang nut nutan kalau tidak tuntas, ia langsung memejamkan mata nya sambil memeluk Adit dengan erat.


Adit susah pasrah, ia tidak bisa apa apa dan memilih untuk ikut tidur bersama sang istri. Ini pengalaman pertama Adit dan Serena, ya mereka berdua masih belum terlalu paham tentang pernikahan, sekarang aku dan saling menerima sudah cukup untuk mereka berdua.

__ADS_1


Sementara itu Dika Dika dan yang lainnya sedang dalam perjalanan ke Bali, mereka sudah berada du pesawat terbang sejak beberapa jam lalu, tidak lama lagi mereka akan segera mendarat di Bali.


"Kamu mengantuk," tanya Dika.


"Sedikit, tadi malam aku tidur terlalu malam."


"Tidur saja, nanti aku bangunin kalau sudah sampai, aku akan menjaga mu, jadi tidak ada orang yang akan menganggu mu," ucap Dika.


"Iya mas.."


Dari kejauhan Cilla melihat hal itu, Dika terlihat begitu perhatian pada Elena, seperti dengan nya dulu Dika memang sangat perhatian, ia bisa sangat romantis padanya, hal itu juga yang membuat Cilla sangat mencintai Dika.


"Tidak ada sayang, kamu sudah bangun, mungkin tidak sampai 20 menit lagi kita sampai," jawab Cilla.


"Iya, aku sudah pesan Vila, pas untuk tinggal berempat, kita bisa istirahat di sana setelah ini."


"Emang Dika dan Elena mau tinggal dengan kita," tanya Cilla.


"Aku sudah berbicara dengan Dika, dia akan tinggal dekat kita, toh dia pergi untuk mencari tempat setelah itu ia pasti kembali untuk istirahat."

__ADS_1


"Oh ya sudah kalau begitu," ucap Cilla.


Cilla sadar harus segera membuat perasaan ini pada Dika, ia sudah mempunyai suami yang tidak kalah tampan dan perhatian dari Dika, seharusnya ia bersyukur mendapatkan pria seperti Zyan.


Sesampainya di Bali, Dika langsung membangunkan Elena, ia sebenarnya tidak tega pada Elena tetapi mau bagaimana lagi, tidak mungkin Elena ia tinggal di dalam pesawat, kalau ia gendong Elena pasti Elena akan malu.


"Nanti istirahat lagi di Vila ya," ucap Dika.


"Kamu sudah pesan Vila," tanya Elena.


"Sudah lah, kamu jangan khawatir," jawab Dika.


"Bagus lah, jadi aku bisa langsung istirahat aku sudah sangat mengantuk sekali" ucap Elena.


Di perjalanan menuju Vila Elena sudah tertidur, mungkin karena Elena mengantuk berat yang membuatnya tidak tahan lagi.


Sesampainya di Vila Dika tidak membangunkan Elena, ia langsung menggendong Elena dan membawa Elena masuk ke dalam Vila, Cilla dan Zyan tersenyum melihat momen itu, memang Dika terlihat cool tetapi dia juga pria yang cukup perhatian pada kekasihnya. Cilla sendiri sudah pernah merasakan bagaimana perhatian Dika padanya, mereka sudah berpacaran dari SMA dan baru putus beberapa mingguan lalu.


"Sayang kamu iri ya dengan Elena, apa aku kurang perhatian," tanya Zyan.

__ADS_1


__ADS_2