Dipaksa Menikah Season 2

Dipaksa Menikah Season 2
Kepergian Dika


__ADS_3

"Iya sayang aku tidak akan menangis," jawab Adit, mulai sekarang Adit berjanji pada dirinya kalau ia tidak akan menangis lagi, sudah cukup air matanya turun, sekarang lebih baik ia fokus menemani Dika malam ini, karena mulai besok ia tidak akan bertemu dengan Dika sampai waktu yang tidak di tentukan.


Setelah selesai makan dan Serena sudah pulang ke rumah, Adit kembali masuk ke dalam, karena janjinya tadi tidak ada air mata lagi saat melihat kondisi Dika sekarang.


''Dika aku yakin kau pasti akan bangun, cepat sembuh Dika seperti sedia kalah."


Dari sore sampai pagi hari Adit tetap di samping Dika, walaupun ia sangat mengantuk Adit memilih tidur di samping Dika. Ia sangat berharap saat ia bangun Dika juga bangun dari tidurnya.


Tetapi semua itu hanya keinginan saja, di pagi harinya Dika masih belum bangun, ia terlihat sama seperti hari sebelumnya. Adit hanya bisa melepaskan Dika pergi untuk berobat di luar negeri, semoga saat Dika kembali nanti Dika sudah normal seperti sebelumnya.


Dika berangkat pagi ini dengan Justin, beberapa anggota keluarga dekat sudah berada di rumah sakit untuk mengantarkan Justin dan Dika, mereka berdua sudah di jemput pesawat khusus dari sana, jadi semuanya akan aman terkendali.


"Bagaimana kau sudah puas," tanya Justin.


"Belum, ayah baik baik ya di sana, jaga Dika dengan baik," jawab Adit sambil memeluk Justin.

__ADS_1


"Iya sayang, kamu jangan khawatir, ayah akan menjaga Dika dengan baik," ucap Justin.


Dika sudah siap untuk pergi begitu juga dengan Justin, satu persatu dari mereka melihat Dika sebelum di bawa masuk ke dalam wilayah pesawat, mereka juga memeluk Justin dengan erat.


"Aku tunggu kabar baik nya sayang," ucap Intan.


"Iya sayang kamu Baik baik ya di rumah," kata Justin.


"Pasti aku akan baik baik di rumah, kamu yang harus baik baik di sana," ucap Intan.


"Pasti.."


Justin dan Dika masuk ke dalam pesawat dan mereka berdua pergi meninggalkan tempat itu, kepergian mereka berdua memiliki harapan besar dari banyak orang yang mereka berdua tinggalkan. Semuanya ingin Dika kembali seperti sedia kala.


Setelah kepergian mereka berdua. Satu persatu keluarga kembali ke rumah masing-masing, termasuk Adit, Intan dan Serena. Tampak wajah mereka benar-benar kelelahan, karena memang dalam waktu beberapa terakhir ini mereka tidak bisa tidur dengan nyenyak.

__ADS_1


"Adit sekarang fokus dengan kehamilan istri mu," ucap Intan.


"Iya mah, mamah tenang saja, minggu depan aku dengan Serena akan memeriksakan kandungan Serena, kami sudah buat janji dengan dokter beberapa hari lalu."


"Bagus lah, mamah harap kandungan Serena sehat sampai dia melahirkan," ucap Intan.


Sesampainya di rumah mereka masuk ke dalam kamar masing-masing.


"Sayang kira kira kamu sudah berapa bulan ya," tanya Adit.


"Kalau menurut aku sudah 3 bulan, semenjak aku menikah dengan mu aku datang bulan saat seminggu setahun kita menikah, nah setelah itu aku tidak pernah datang bulan lagi."


"Mungkin iya ya sayang, kamu tipe hamil dengan perut yang besar jadi sudah sangat kelihatan," ucap Adit.


"Apa jangan jangan kembar mas, makannya perut aku besar," tanya Serena.

__ADS_1


"Ah mana mungkin lah, tapi bisa jadi Iya juga sih."


__ADS_2