Dipaksa Menikah Season 2

Dipaksa Menikah Season 2
Kejutan untuk mamah


__ADS_3

"Ayo sayang," ucap Adit.


"Ayo lah sayang, sudah malam juga."


Tanpa mereka sadari perasaan keduanya sudah saling mencintai, panggilan sayang yang terucap panggilan dari dalam hati mereka berdua. Memang tidak dapat di pungkiri jika perjodohan yang Justin atur benar-benar sangat berhasil, ia tau apa yang anak anaknya perlukan.


Adit membawa Serena ke mall terdekat dari rumah mereka, sampai sekarang ia tidak tau apa akan ia berikan pada sang mamah, hampir semua hal sudah mamah nya miliki.


''Kira kira apa ya sayang, aku belum tau apa yang akan aku berikan pada mamah ku."


"Cincin berlian bagaimana?"


"Sayang, mamah tidak akan melepaskan cincin dari ayah, mamah hanya mau memakai satu cincin di jarinya," kata Adit.


"Aku rasa sayang, mamah itu tidak perlu hadiah yang mewah, cukup berikan hadiah yang membuat mamah terkesan."


"Contohnya," tanya Adit.


"Lingerie, hahaha mamah pasti akan memakainya," jawab Serena.


"Itu mah yang senang ayah ku," kata Adit.


"Hahaha ya sekalian senang," ucap Serena.


"Hmmm apa ya, kalau lingerie saja kurang."


"Make up," tanya Serena.


"Hahaha tidak, mamah ku natural," jawab Adit.


Serena jadi ikut buat bingung, memang kalau memberikan kado orang kaya itu sangat sulit, karena memang semua kebutuhan sudah terpenuhi.


"Sayang bagaimana kalau tas saja, memang mamah sudah banyak memiliki tas tapi kalau dari mu pasti spesial," kata Serena.


"Ya sudah itu saja lah, aku tidak ada pilihan lain lagi," ucap Adit.


Karena memang sudah tidak memiliki pilihan lain Adit memutuskan untuk membeli tas sesuai dengan saran sang istri.


Sesampainya di mall mereka masuk ke toko brand ternama, Adit memilih Dior karena ia mamah nya jarang memakai brand ini, mana tau dengan brand yang berbeda sang mamah jadi suka.


"Sayang aku mau juga dong," ucap Serena.


Sesekali Serena meminta suaminya untuk membelikan nya sebuah tas mewah, walaupun ia sudah mendapatkan beberapa tas mewah dari seserahan pernikahannya dengan Adit, tetapi kalau namanya wanita, ada yang lebih bagus sedikit pasti ingin memilikinya.


"Ambil saja, aku lagi cari untuk mamah," ucap Adit.


"Makasih sayang, suami ku pengangguran tetapi uangnya banyak sekali," kata Serena sambil tertawa.

__ADS_1


"Hahaha kan aku kaya raya dari lahir," ucap Adit yang tidak tersinggung sama sekali di katakan pengangguran oleh sang istri.


Adit memilih sebuah tas berwarna dongker yang tidak terlalu besar, ia rasa mamahnya akan sangat cantik memakai tas seperti ini. Walaupun tas tidak besar tetapi harga nya tetap besar, Adit memang tidak mau setengah setengah membelikan sesuatu untuk sang mamah.


"Sayang kamu sudah," tanya Adit.


"Sudah, ini dia aku suka yang ini," jawab Serena.


"Berapa tu," tanya Adit.


"Malu mas liat bandrol, jangan liat langsung sikat," jawab Serena.


"Hahaha iya kamu benar, sudah ayo, setelah ini kita beli kue," ucap Adit.


''Sayang aku tidak memberikan mamah kado juga," tanya Serena.


"Hmmm sepertinya gabung saja dengan ku, nanti kartu ucapannya ada nama mu juga," jawab Adit.


"Apa tidak papa, aku juga bingung ingin memberikan mamah apa," ucap Serena.


"Ya tidak papa lah, kan kamu istri ku, ya sudah ayo sayang, nanti keburu tenga malam," kata Adit, sekarang mereka akan membeli kue ulang tahun.


Di rumah setelah proses percetakan anak, Intan dan Justin memakai pakaian lengkap kembali. Mereka tidak ingin kepergok anak anak mereka lagi, mereka takut tiba-tiba Adit memberikan kejutan seperti biasanya.


"Sayang bukan nya biasanya mereka memberikan mu kejutan saat malam ulang tahun tahun mu," ucap Justin.


"Hahaha iya sayang, tapi setidaknya. Mereka memberikan mamah nya ucapan selamat dong, ya kali mereka berdua tidak ada memberikan mamah nya ucapan selamat, tidak bisa dibiarkan ini, baru mempunyai pasangan masing-masing sudah lupa dengan mamah nya," ucap Justin.


"Kamu mau apa mas," tanya Intan.


"Menghubungi mereka lah, apalagi sayang," jawab Justin.


"Hmmm jangan lah mas, mana tau Adit dan Dika akan memberikan kejutan saat Dika sudah kembali, aku tidak enak dengan mereka, mereka sudah mempunyai kesibukan masing-masing."


"Tidak ada sayang, kamu harus mendapatkan ucapan dari anak anak mu sekarang juga," ucap Justin.


Satu persatu Justin mengubungi Dika dan Adit, tetapi mereka berdua tidak mengangkat panggilan dari nya, ia juga meminta satpam untuk memanggil Adit di kamarnya, tetapi kata satpam Adit keluar dengan sang istri.


"Sial mereka berdua kurang ngajar ya," ucap Justin.


"Sayang kamu tidak boleh begitu, itu anak anak kamu loh," kata Intan.


"Ya karena anak anak ku, aku sangat kecewa dengan mereka berdua, Adit malah keluar dengan Serena, dan Dika tidak bisa di hubungi sedikit pun," ucap Justin.


"Sudah jangan marah marah sayang, jangan membuat dirimu kesal sendiri, nanti kamu cepat tua," kata Intan.


Bisa dikatakan Intan sedikit kecewa dengan anak-anaknya, ia memang tidak mengharapkan kejutan tetapi setidaknya anak anak nya memberikan ucapan selamat padanya, Intan tidak ingin memperlihatkan kekecewaannya, ia berusaha biasa saja di depan Justin agar Justin tidak semakin marah pada keduanya anaknya.

__ADS_1


Adit sudah membeli semuanya keperluan untuk kejutan Intan, ia dan Serena langsung kembali ke rumah. Waktu juga sudah semakin malam, takutnya keduanya orang tuanya sudah terlanjur enak enak, Adit tau bagaimana sang ayah, apalagi hari ini hari ulang tahun Intan, sudah pasti Justin ingin memberikan hal yang tidak terduga.


Sesampainya di rumah mereka berdua mempersiapkan semuanya di ruang makan, sebelum masuk ke rumah tadi satpam sudah mengatakan pada Adit jika Justin mencarinya, ia tau karena Justin tadi sempat menghubungi nya tetapi ia matikan.


"Dika, aku hubungi Dika dulu," ucap Adit.


"Kamu keren sayang, kamu tidak lupa dengan saudara kandung kamu," kata Serena.


"Sudah pasti," ucap Adit.


"Halo, bagaimana sudah selesai," tanya Dika yang sedari tadi memang menunggu kabar dari Adit, ia juga mematikan panggilan dari sang ayah.


"Sudah, kau lihat saja ya, setelah aku selesai memberikan kejutan nanti kau juga berbicara dengan mamah," jawab Adit.


"Oke.."


Adit mengeluarkan kue ulang tahun yang ia beli tadi, tak lupa ia menyalahkan lilin sekarang agar nanti tidak ribet.


"Sayang, kamu bawa hadiah nya ya," ucap Adit.


"Iya mas.."


Tidak hanya hadiah, Serena juga membawa handphone Adit yang tersambung vidio call dengan Dika, setelah di rasa semuanya siap mereka berdua langsung menuju kamar Intan yang berada di lantai dua.


Dari Bali Dika hanya bisa melihat bagaimana sang adik memberikan kejutan tanpanya, ini pertama kalinya seperti ini, Dika yakin kedepannya pasti akan lebih sering begini. Kalau ia ingat jika mamah nya ulang tahun, ia akan menunda keberangkatannya sehari lagi agar bisa memberikan kejutan ulang tahun bersama dengan Adit.


"Sudah siap sayang," tanya Adit.


"Sudah lah, aku sudah sangat siap, ini pertama kalinya aku memberikan kejutan seperti ini," jawab Serena.


"Ayo cepat," ucap Dika.


"Sabar... aku sedang mengatur nafas ku, semoga saja mamah suka," ucap Adit.


"Tidak bisa," ucap Adit yang tidak bisa membuka pintu kamar orang tuanya.


"Panggil saja, jangan asal masuk,nanti kalau mereka sedang enak enak bagaimana," ucap Dika.


"Ahh kau cerewet sekali," kata Adit.


Adit mengetuk pintu kamar kuat agar kedua orang tuanya membuka kan pintu kamar, ia paham kamar ini kedap suara jadi percuma saja kalau ia memanggil mereka berdua.


"Sayang ada yang mengetuk tu," ucap Justin.


''Aku buka ya," ucap Intan.


Intan berjalan untuk membuka pintu kamar.

__ADS_1


__ADS_2