Dipaksa Menikah Season 2

Dipaksa Menikah Season 2
Hamil


__ADS_3

"Mamah maafkan aku membuat Mamah khawatir, aku benar-benar tidak bermaksud membuat Mamah khawatir seperti ini. Sekali lagi maafkan aku," ucap Dika, ia hampir menangis


Dika memeluk intern dengan sangat erat, dari penuturan sang ayah memang mamah sangat khawatir dengan keadaan nya, apalagi selama di sana mereka tidak ada memberikan kabar ke rumah.


"Sudah jangan membahasnya semuanya sudah selesai kan. Kamu dan adit sudah seperti semula, ya walaupun memang kalian miliki bekas luka anggap saja di sebagai pembelajaran agar kedepannya kalian lebih berhati-hati lagi. Janji pada mamah jangan seperti ini lagi, mamah ingin ini yang pertama dan tuntutan terakhir kalinya."


"Kami berdua berjanji mah, kami tidak akan seperti ini lagi." Adit dan Dika memeluk intan dengan sangat erat.


Setelah moment haru pertemuan mereka kembali, mereka memutuskan untuk langsung makan siang. Adit dan


Dika masih sama seperti sebelumnya, mereka berdua asik bercanda sambil memakan makanan yang Adit dan Intan masak tadi. Tidak ada yang berubah diantara mereka berdua.


Untuk kali ini Serena membiarkan sang suami fokus dengan Dika, iya sendiri juga seneng lihat kedekatan suaminya dengan Dika, apalagi mereka berdua sudah sangat lama tidak bertemu. Hal yang normal jika mereka berdua ingin menghabiskan waktu bersama sama.


Setelah selesai makan adit dan Dika duduk berdua di ruang atas sedangkan intan dan justin langsung masuk ke dalam kamar untuk beristirahat. Kalau serena sendiri memutuskan untuk tidur apa tubuhnya hari ini terasa sangat lelah, ia juga tidak ingin mengganggu dika dan Adit yang sedang melepaskan rasa rindu setelah lama tidak bertemu.


"Apa saja yang luka pada tubuh mu," tanya Adit.


"Tangan ku patah, leher belakang ku juga kena, kepala ku operasi, dan dada ku hampir berlubang, tapi semuanya sudah baik baik saja, tidak ada lagi luka yang menyakitkan," jawab Dika.

__ADS_1


"Kau sangat parah, sebenarnya apa yang membuat kita bisa celaka sih," tanya Adit.


"Kesalahan ku Adit, aku tidak hati-hati, aku mengambil botol minum di bawah, nah karena aku tidak bisa mengendalikan mobil, mobil sampai keluar jalur dan mobil kita kecelakaan," jawab Dika.


Ternyata memang benar semua ini karena keteledoran Dika tetapi walaupun begitu Adit juga tidak menyalahkan Dika sama sekali. Memang semuanya sudah takdir yang harus mereka berdua lalui.


"Kau tidak merindukan pacar mu," tanya Adit.


"Sangat merindukannya, kau tau tidak kalau aku dengan nya sudah membayar tempat pernikahan kami selama seminggu, tetapi gagal dan uang tidak bisa di ambil kembali."


"Halah paling 500 juta," ucap Adit.


"Enak saja kau, 5 M," kata Dika.


"Hahaha tapi tidak ada apa apa nya jika dibandingkan dengan diri mu," ucap Dika.


"Jadi kapan kalian akan menikah, aku sudah beberapa kali bertemu dengan nya, dan dia sangat cantik sekali."


"Hahaha jelas dong, calon istri ku pasti sangat cantik sekali. Aku akan menikah dengan nya hmmm tidak tau kapan, mungkin setelah semua tenang dan uang ayah kembali banyak ayah sudah banyak menghabiskan untuk untuk pengobatan ku dan pengobatan mu."

__ADS_1


"Iya sih, semoga secepatnya kau bisa menikah, kau tau istri ku sudah hamil tau, aku ingin anak muda kita tidak terlalu jauh jarak ny," kata Adit.


"Wah selamat ya, kau sangat hebat dalam membuat anak, aku akan menyusul mu segera," ucap Dika.


Di kamar sudah pasti Justin dan Intan saling bermesraan, sebenarnya ada hal yang Intan sembunyikan sejak satu bulan yang lalu. Ia ingin mengatakan hal itu pada Justin sekarang juga, ia ingin tau bagaimana ekspresi Justin saat tau apa yang sedang ia sembunyikan sekarang.


"Mas kamu tidak main wanita kan di sana."


"Jangankan main wanita, memegang handphone saja aku jarang," ucap Justin.


"Mas aku hamil.


"Apa kamu hamil," bagaimana bisa sayang kan aku di luar negeri," ucap Justin.


"Kan sebelum kamu pergi kita rajin berhubungan, ya aku jadi hamil dong, aku sudah tidak datang bulan sejak sembilan lalu berarti aku hamil."


"Oh iya ya, akhirnya aku akan mempunyai anak lagi, aku sangat senang sekali," ucap Justin sambil memeluk sang istri dengan erat, ia benar-benar sangat senang saat tau sang istri sedang hamil anaknya. Ini hadiah yang sangat besar sekali, ia tidak menyangka kepulangan nya mendapatkan hadiah sebesar ini.


"Sayang aku mau jatah dong, kamu bisa berhubungan dengan ku kan."

__ADS_1


"Bisa dong, aku juga mau jatah dari kamu, tapi jangan kasar ya, kamu main lembut saja, aku takut terjadi apa apa pada anak kita," ucap Intan.


"Iya sayang pasti aku akan main dengan lembut, kamu tenang saja."


__ADS_2