Dipaksa Menikah Season 2

Dipaksa Menikah Season 2
Menikah


__ADS_3

"Adit sudah, aku sudah lelah," ucap Serena.


"Aku belum puas Serena, tunggu sebentar lagi," kata Adit.


Sepertinya pertempuran ini akan berlangsung lama, Adit tak akan berhenti sampai dirinya benar benar merasa puas dan lelah.


"Terimakasih Serena, kamu yang terbaik," ucap Adit.


''Kalau begini cara nya tidak sampai satu bulan, pasti aku sudah hamil," kata Serena yang benar benar pasrah dengan Adit.


"Hahaha bagus dong, kan tujuan ku memang ingin membuat mu hamil."


"Tapi tidak begini juga, emangnya kamu mencintai ku, emangnya aku mencintai mu, bagaimana kita bisa mengurus anak kalau tidak saling cinta.


"Hahaha tenang, kata ayah ku cinta datang kalau kita sering bersama, aku sedang mencoba untu menerima mu, sabar lah pasti aku akan mencintai mu walaupun kau bukan tipe ku."


"Adit sebenarnya kau itu tampan dan sangat gagah tapi ntah kenapa aku tidak tertarik dengan mu, kau cerewet sekali," kata Selena.


"Itu kekurangan ku di mata mu, dan sudah pasti di mata ku kau memilik kekurangan, jadi belajarlah untuk menerima kekurangan pasangan kita," ucap Adit.


"Kau benar.''


Jika seseorang belum bisa menerima kekurangan pasangan mereka, mereka akan sulit untuk saling mencintai.


***


Beberapa hari telah berlalu, hari ini hari pernikahan Cilla dan Zyan, pernikahan akan di laksanakan di salah satu Vila milik keluarga Mark. Vila itu cukup jauh dari perkotaan tepatnya daerah pegunungan dengan pemandangan yang sangat indah.


Keluarga besar Mark sudah berada di Vila sejak kemarin malam, sedangkan keluarga Justin akan berangkat siang ini, karena acara akan berlangsung nanti malam.


Zyan benar-benar menepati apa yang ia janjikan pada Cilla, semua permintaan Cilla Zyan sanggupi, siapa yang tidak bahasa mendapatkan suami yang bertanggung-jawab seperti Zyan. Cilla sendiri tidak berhenti bersyukur, ayahnya mencari pria yang sesuai dengan keinginannya. Walaupun tidak dengan Dika, Cilla cukup bahagia menikah dengan Zyan.


"Zyan sudah di perjalanan ke sini," ucap Cilla.


"Kamu bahagia sayang," tanya Mark.


"Iya ayah aku sangat bahagia," jawab Cilla.


Di rumah Justin, mereka semua sedang bersiap-siap untuk pergi ke lokasi pernikahan. Justin, Intan, Adit serta istrinya akan Berangkat menggunakan mobil yang sama. Sedangkan Dika naik mobil berbeda, ia berangkat bersama dengan Elena dan sekalian ingin mengurus sesuatu, ia berangkat sore harinya setelah segala urusan yang mau di urus selesai.


"Kenapa tidak bersama saja sih, urusan apa," tanya Adit.


"Ah kau kepo sekali, sudah sana berangkat, buat anak di Vila pasti enak kan cuacanya dingin," kata Dika.


"Ah kau benar, ya sudah aku Berangkat dulu," ucap Adit.

__ADS_1


Adit yang lainnya pun pergi meninggalkan rumah itu.


Sebenarnya urusan yang Dika maksud bisa ia selesai kan besok, ini sebagai alasannya saja agar ia tidak datang saat akad nikah Zyan dan Cilla, ia tidak akan kuat melihat Cilla menikah dengan orang lain. Lebih baik ia datang saat pesta nya saja, rasa sakit yang Ian rasakan masih bisa tangani.


Elena sendiri sedang bersiap siap ke rumah Dika, ia tidak di jemput Dika. Dika yang memintanya untuk ke rumahnya. Elena sendiri tidak masalah, apalagi ia memang tidak suka di manja, mandiri adalah jalan ninja nya.


"Dika tidak menjemput mu," tanya Rico.


"Tidak yah, kata mas Dika, dia ada pekerjaan, aku di minta untuk ke rumah nya langsung, lagi pula kalau ke rumah ini dulu harus putar balik, akan memakan banyak waktu," jawab Elena.


"Ya sudah, kamu hati hati sayang. Jangan jauh jauh dari Dika," kata Rico.


"Kalau kamu takut tidur sendiri bisa dengan Dika, kalian juga akan menikah jadi sepertinya tidak masalah," ucap Rico.


"Aku berani ayah.."


"Halah kamu saja sering minta temani ayah tidur," ucap Rico.


Setelah berpamitan dengan orang tuanya, Elena pun pergi meninggalkan rumah.


"Mas.." Elena berjalan masuk ke dalam rumah.


Elena terus berjalan naik ke lantai dua, biasanya calon suami ada di sana, karena masih tidak menemukan Dika, Elena menghubungi Dika.


"Aku di sini." Dika memeluk Elena dari belakang.


"Hahaha jangan berteriak, nanti kiranya aku mengapa ngapain diri mu," ucap Dika.


''Kamu membuatku terkejut," kata Elena.


Ini pertama kalinya Dika memeluk Elena, ntah apa yaang membuat Dika berani memeluk Elena.


"Kamu memeluk ku mas," ucap Elena.


"Kenapa?apa tidak boleh aku memeluk calon istri ku sendiri," tanya Dika.


"Bukan tidak boleh, aku hanya terkejut saja, kita berangkat kapan? kata kamu ada pekerjaaan yang harus kamu kerjakan, tapi kamu meminta ku untuk datang sekarang."


Dika melepaskan pelukan itu dan membawa Elena duduk di sofa, ia hanya diam dengan wajah dinginnya, lebih dingin dari biasannya.


"Ada apa mas," tanya Elena.


"Tidak ada," jawab Dika.


"Kamu mencoba menutupinya dari ku, itu percuma saja," kata Elena.

__ADS_1


"Dia akan menikah, apakah mungkin dia sudah melupakan ku," ucap Dika.


"Oh itu, ya pasti belum lah, tapi akan melupakan mu. Apa yang kamu rasakan sekarang sangat wajar kok," kata Elena.


"Maafkan aku Elena, aku pasti menyakiti hati mu."


"Sedikit, tapi tidak papa, aku bisa menerimanya," kata Elena.


Ternyata Elena juga memiliki sikap yang dewasa, Dika sangat senang mendapatkan Elena yang bisa mengerti dengan perasaannya.


Dika meletakkan kepalanya di atas paha Elena, Elena awalnya cukup terkejut tetapi ia mulai bisa menerima. Ia mengusap kepala Dika sambil Mengangumi ketampanan yang Dika miliki.


Sore hari nya, Elena dan Dika pun memutuskan untuk pergi sekarang, mereka berdua pergi meninggalkan motor sport milik Dika yang sudah lama tidak Dika pakai.


"Kamu tidak masalah kan," tanya Dika.


"Tentu tidak, aku sangat suka," jawab Dika.


Elena malah lebih suka pergi menggunakan motor, ia yang memang sangat aktif merasa lebih bebas saja pergi menggunakan motor.


Di Vila pernikahan akan segera di mulai, Zayn dan Cilla sudah duduk berdampingan untuk akad. Memang jika dilihat mereka berdua sangat cocok sekali. Adit saja yang suka dengan Cilla mengakui hal itu.


Tak butuh waktu lama mereka berdua pun resmi menikah, Cilla merasa sangat lega karena pernikahannya berjalan dengan sangat lancar, satu persatu tamu yang hadir mengucapkan selamat untuk mereka berdua.


"Selamat ya bang, aku tidak menyangka kau yang menikah dengan Cilla."


"Hahaha namanya jodoh dit, kau saja tidak menyangka menikah dengan istri mu, oh iya mana Dika , aku tidak melihatnya," tanya Zyan.


''Nanti datang, dia ada kerjaan dengan pacar nya," jawab Adit.


Cilla bernafas lega Dika tidak ada saat acara akad, Dika jadi tidak merasakan rasa sakit saat dirinya resmi menjadi istri orang lain.


"Selamat Cilla, selamat malam pertamanya," kata Adit.


"Ah kau nih, baru nikah sudah bahas malam pertama."


"Hahaha ya tidak papa, ya kan Serena," ucap Adit.


"Hati hati Cilla rasanya sangat sakit, berdoa saja suami mu tidak seperti Adit," ujar Serena yang masih trauma karena Adit.


Pukul setengah tujuh malah Dika sampai di lokasi pernikahan, sebelum ke acara Dika mengajak Elena ke kamar terlebih dahulu untuk rapi rapi.


''Mas ini kamar siapa," tanya Elena.


"Kamar kita, kata ayah kamar kita nomor 12, ini nomor dua belas," jawab Dika.

__ADS_1


"Mas kamu tidak siap ya melihat dia dengan orang lain," tanya Elena.


"Siap dong, aku sudah siap lahir batin, calon istri ku saja cantik," jawab Dika.


__ADS_2