
"Kamu kuat sayang," ucap Intan.
Ia berusaha untuk kuat agar anak anak nya bisa lebih kuat. Ada Adit dan Dika yang sedang membutuhkan dukungan darinya, kekuatan seorang ibu pasti mampu membuat kedua anaknya lebih kuat dalam menghadapi hal ini.
***
Intan dan keluarga yang lainnya berusaha dengan segala macam cara agar keduanya cepat sadar, tetapi memang jika belum diizinkan dengan yang maha Kuasa, mau bagaimanapun usaha yang di lakukan tetap sia sia.
Sudah lebih dari sebulan mereka berdua koma, belum ada tanda tanda mereka berdua akan sadar, Adit sudah lebih baik dari sebelumnya, tetapi tidak dengan Dika yang sama sekali tidak menunjukkan progres apa apa, dari berbagai macam penjuru dunia Dokter datang untuk mengobati mereka berdua, tetapi masih belum ada hasil.
Kalau Elena sendiri sudah pergi keluar negeri untuk mengobati tangannya yang bermasalah, sebenarnya ia tidak mau pergi tetapi mau bagaimana lagi memang ia harus pergi demi kesehatannya, jika sudah lebih baik ia akan kembali untuk menemani Dika.
"Sudah satu bulan lebih tapi Dika dan Adit belum sadar juga," ucap Justin.
__ADS_1
"Sabar Justin mungkin memang belum waktu nya untuk mereka berdua sadar," kata Mark.
"Kapan waktunya Mark, aku sudah tidak tega dengan istri ku, dia benar-benar hanya menangis dan menangis saja, ia terlihat kuat di depan anaknya tetapi ketika kembali ke rumah ia hanya bisa menangis."
"Aku juga tidak tau Justin, semuanya sudah di takdir kan, tetapi ada untung nya juga mereka berdua sadar lebih lama, luka pada tubuh mereka berdua sudah mengering, dan kata dokter untuk Adit tangan yang patah sudah normal kembali, itu salah satu hal yang harus kau syukuri," ucap Mark.
"Ntalah aku pusing," kata Justin.
"Bagaimana dengan Serena," tanya Mark.
"Dia sudah positif hamil," tanya Mark.
"Belum sih, tapi menurut ku dan Intan dia memang hamil, tubuh nya mulai gemuk dan perut nya terlihat membesar, ia sudah menikah 3 bulan depan Adit, mungkin kandungan nya sekitar segitu lah," jawab Justin.
__ADS_1
"Dia tidak mau periksa? padahal muda saja kalau mau tau dia hamil atau tidak, dia datang bulan tidak," ucap Mark.
"Tidak usah mengurus hal itu Mark, aku serahkan semuanya pada Serena, ia tau apa yang sedang terjadi pada dirinya," kata Justin.
"Kau benar, sudah sekarang kau kuat saja lah, jangan sampai kau lemah karena hanya kau pilar keluarga ini."
Mark hanya bisa membantu Justin agar tetap kuat, ia sendiri juga tidak tau apa yang harus di lakukan lagi, semua hal sudah mereka lakukan tetapi memang belum ada membuahkan hasil.
Di kamar Serena masih dengan Adit, ia memegang tangan Adit sambil mengusap perutnya, ntah sadar atau tidak Serena terus melakukan hal itu di waktu waktu tertentu, ia seperti menyembunyikan suatu hal.
"Kamu kapan bangun sayang, aku sangat merindukanmu," ucap Serena sambil memeluk Adit.
Rasanya sangat sakit sekali melihat pria yang ia cintai sampai seperti ini. Ia sangat berharap sang suami bisa segera bangun, ia ingin semuanya kembali seperti semula, ia dan Adit saling mencintai dan melakukan berbagai macam hal bersama sama, beruntung ia tidak ikut Adit malam itu, kalau ia sampai ada di kecelakaan itu tidak tau siapa yang akan mendampingi Adit, yang membuat Adit kuat sampai sekarang ini salah satunya juga Serena.
__ADS_1
a