
Setelah puas mencari sana sini tiket Dilan Cepmek ternyata meet and great Dilan cepmek tidak jadi dilaksanakan. Hal itu membuat serena sangat sedih ia sangat ngefans dengan pria itu.
Walaupun ia memaksa sepertinya tetap tidak bisa karena Dilan sangat sibuk, Hal itu membuat Adit tidak tega melihat istrinya yang sangat sedih, ia berinisiatif membawa karena ke arena bermain untuk menghibur sang istri.
Sampai sekarang Adit masih bingung Siapa Dilan itu, kenapa sang istri sangat ingin bertemu dengannya, Apakah dia begitu spesial. Adit yang sangat penasaran memilih mencari Dilan cepmek di Google. Betapa terkejutnya Adit saat melihat siapa pria yang sangat istrinya ingin temui.
"Kamu ingin bertemu dengan manusia seperti ini," tanya Adik dengan ada yang sedikit kesal, ia kesel karena
Ekspektasinya tentang Dilan terlalu tinggi.
"Lah kenapa mas Dia sangat tampan lucu lagi,'' kata Serena.
"Lucu dari mana kamu ini ada-ada saja Untung saja dia tidak jadi mengadakan meet and great. Kalau sampai kamu ketemu dengan dia dan kamu terus memikirkan dia. Bagaimana anak kita nanti kamu ingin anak kita mirip dengannya.''
"Tidak papa Mas lucu sekali, apalagi saat dia berkata kamu nanya kamu bertanya-tanya jangan lupa join live ya." Serena memperagakan bagaimana Dilan cepmek berbicara yang membuat Adit geli sendiri.
Adit mengerutkan dahinya, menurutnya sama sekali tidak lucu malah terlihat sangat menjijikkan. Entah mengapa istrinya bisa sampai ingin bertemu dengan pria seperti itu.
"Sayang Aku menyesal kali tidak memberikanmu perhatian sampai kamu ingin bertemu dengan pria seperti itu, Maafkan aku sayang sepertinya kamu sudah benar-benar stress dengan sifat ku sebelumnya.''
''Hahaha itulah kamu. Kenapa kamu baru sadar sekarang, aku seperti ini ya mungkin karena memang kamu sendiri, sekarang kamu rasakan lah.''
''Tapi sayang aku ngefans dengannya karena aku melihat videonya terus-menerus, jadi aku kepikiran dan ingin bertemu dengannya,'' sambung Serena.
"Dan syukurnya dia tidak jadi mengadakan meet and great. Aku sangat senang tidak jadi bertemu dengannya, dari pada bertemu dengannya lebih baik aku mengajakmu ke arena bermain. Bagaimana kamu mau?"
__ADS_1
''Oke aku mau dari pada kita pulang dan tidak melakukan apa apa, lebih baik kita jalan-jalan ke arena bermain, sudah sangat lama kita tidak menghabiskan waktu seperti ini, aku sangat merindukanmu waktu seperti ini denganmu Mas," ucap Serena.
"Maafkan aku sayang karena aku kamu sampai seperti ini, Beruntung aku segera menyadari kesalahanku," batin Adit.
Adit pun meminta sopir untuk membawa mobil ke arena bermain terdekat, tidak untuk anak-anak saja juga bisa untuk orang-orang dewasa agar mereka bisa bermain sepuasnya. Sesampainya di tempat itu Adit dan Sherina langsung masuk ke dalam.
Hari ini mereka berdua menghabiskan waktu dengan bersenang-senang, walaupun tidak sepenuhnya adit ikut bermain karena kondisi tangannya yang tidak boleh sampai terluka kembali, melihat sang istri yang sangat senang membuat Adit benar-benar merasa bersyukur. Iya sudah sangat jarang melihat Serena tersenyum lebar dan tertawa puas seperti ini.
Tetapi bukan berarti ia melupakan Dika ia masih mengingat Dika karena mau bagaimanapun Dika saudara kembarnya, ikatan batin antara mereka dua sangat kuat, tetapi Adit tidak ingin berlebihan seperti sebelumnya, Ia belajar memposisikan semua hal secara tepat dan agar tidak terjadi hal seperti tadi pagi.
"Bagaimana kamu suka," tanya Adit
"Aku sangat suka Mas, Terima kasih telah menghiburku hari ini, Kamu memang yang terbaik," jawab Serena.
Setelah puas bermain-main keduanya duduk bersama di sebuah restoran yang ada di arena bermain tersebut, sebelum pulang keduanya menyempatkan diri untuk makan sore karena memang sejak tadi siang mereka berdua belum mengisi perut sama sekali.
''Mas kalau Mamah masak bagaimana,' tanya Serena.
"Iya untuk makan malam dong sekarang kan makan sore."
"Iya juga ya pasti kalau malam mamah selalu masak," kara Serena.
"Dia sudah terbiasa sayang, itu sebabnya kalau malam kita harus makan bersamanya agar dia tidak kesepian, apalagi Ayah sudah satu minggu lebih tidak memberikan kabar pasti dia kepikiran ayah dan Dika, Dia sangat pintar menyembunyikan perasaannya."
"Ia sayang."
__ADS_1
"Eh kamu kok sekarang memanggil aku mas ya," tanya Adit.
"Hahaha kenapa kamu tidak suka, aku lagi ingin saja. Entah kenapa saat hamil ada saja yang ingin aku lakukan, termasuk memanggil mu dengan sebutan mas, tidak papa kan."
"Tidak papa, seperti Elena memanggil Dika."
"Iya ya, Elena juga tidak ada kabar Bagaimana dia sekarang ya," tanya Serena.
"Menurut mamah Elena sedang masa pemulihan, dia akan kembali bulan depan atau bulan depannya lagi, lagi pula untuk apa dia kembali, calon suaminya saja belum sembuh."
"Sayang kan dia punya keluarga di sini, ya apa salahnya dia kembali. Pernikahan mereka berdua juga ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan. Padahal mereka sudah mempersiapkan semuanya dengan matang."
"Namanya juga musibah tidak ada yang tau datangnya kapan, aku juga tidak tau malam itu menjadi Malam yang sangat kelam bagiku dan yang lainnya," ucap Adit.
"Bukan hanya bagimu dan mereka berdua tetapi bagiku dan keluarga lainnya, kami benar-benar hancur melihatmu dan mereka berdua separah itu. Elena saja yang lebih mending dari kalian berdua, tetap bolak balik masuk ICU karena kondisinya tidak stabil, setelah seminggu baru dia stabil," Kata Serena.
"Saat itu siapa yang memberitahumu," tanya Adit.
"Yang memberitahuku ayah, dengan wajah yang sangat kacau ayah masuk ke dalam kamarku."
"Berarti yang pertama kali tau ayah," ucap Adit.
"Saat kami sampai rumah sakit keluarga Elena sudah berada di sana lebih dulu, setelah itu keluarga ku dan keluarga kamu yang lainnya juga datang. Malam itu hanya ada tangisan tangisan dan tangisan, kamu dan Dika sendiri sekitar 5 sampai 7 jam berada di ruang UGD. Siapa yang tidak panik coba seperti itu, apalagi tiba-tiba suster meminta beberapa kantong darah ke keluarga, suasana semakin mencekam dan mamah semakin kacau, malam itu selain aku mamah orang yang sangat menyedihkan, ia benar-benar takut kehilangan mu dan Dika."
Adit tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan malam itu, ia sendiri tidak ingat apa-apa, yang hanya ia ingat waktu kecelakaan dan bangun dari koma setelah sebulan lamanya. Sampai sekarang adit sulit menerima kecelakaan yang menimpanya, dika serta Elena.
__ADS_1