Dipaksa Menikah Season 2

Dipaksa Menikah Season 2
Problem Adit


__ADS_3

Kepergian Dika ke luar negeri membuat adit benar-benar kesepian, Iya memang sudah memiliki keluarga tetapi pasti ada rasa berbeda saat tidak bersama sang kembaran. Apalagi Ia tahu jika Dika pergi dalam keadaan yang tidak baik, setiap hari Adit hanya berharap yang terbaik untuk sang kembaran, Ia sangat menunggu kepulangan Dika.


Satu minggu telah berlalu, belum ada kabar apa-apa dari Justin maupun Dika, Padahal di rumah sudah sangat mengharapkan kabar baik, Meskipun begitu Intan melarang Adit untuk menghubungi sang ayah agar sang ayah. Intan yakin ada sebuah hal yang membuat Justin tidak memberi kabar pada mereka. Sekarang ini Intan meminta Adit untuk fokus pada kehamilan Serena.


"Sudah Sayang tenang saja lah," ucap Intan yang sedang bersama dengan Adit, mereka berdua sedang duduk berdua di ruang keluarga.


"Aku tidak bisa tenang mah, Mamah tau sendiri aku bagaimana dengan Dika."


"Ya mau bagaimana lagi, mungkin ayahmu sedang mengerjakan suatu hal yang membuatnya tidak bisa memberikan kabar untuk kita," ucap Intan.


"Apa yang ayah kerjakan mah, bukannya Ia hanya harus menunggu Dika," kata Adit yang membuat Intan kesal.


"Adit!! Apa yang kau katakan, kita tidak tau bagaimana di sana Jadi jangan berkata yang tidak tidak. Sekarang kau fokus dengan Serena, Jangan memikirkan hal yang membuatmu pusing, memang wajar memikirkan Dika, tetapi ingat juga dengan dirimu dan keluargamu, percaya dengan ayahmu." Intan sedikit menekan kata kata nya, khawatir memang hal yang wajar tetapi jika seperti ini dapat menganggu keseharian Adit, apalagi saat ini Serena sedang hamil yang memerlukan perhatian lebih dari suaminya kalau Adit terus seperti ini Intan takut kehamilan Serena tidak terurus dengan baik.


Iya sendiri sebenarnya juga khawatir seperti Adit, akan tetapi ia masih bisa menjaga perasaannya agar tidak menambah kekhawatiran Adit dan masalah baru, sepanjang hari pikirannya hanya pada Dika dan suaminya, berbeda dengan Adit yang tidak bisa menyembunyikan ke khawatirannya, Intan dengan sangat rapi menyembunyikan semua ini. Kalau iya seperti Adit pasti rumah ini tidak akan tenang.


Adit pergi meninggalkan ruang keluarga, ia berjalan masuk ke kamarnya untuk menemui Serena, sepertinya apa yang dikatakan mamanya benar ia kurang fokus dengan kehamilan sang istri.


Serena selama ini memang diam, mungkin ia tidak ingin membuat suaminya semakin tidak tenang, padahal Ia sudah merasakan hal ini sejak pertama Adit sadar. Serena pikir saat Adit sadar ia akan mendapatkan perhatian lebih dari Adit. Tetapi nyatanya tidak, Adit hanya fokus pada Dika padahal dirinya sangat memerlukan perhatian suaminya. Apalagi ini kehamilan pertamanya ya benar-benar memerlukan perhatian lebih dari Adit.


"Sayang kamu kenapa lemas," tanya Adit sambil berbaring di samping Serena.


"Kamu tanya? kamu tanya kenapa akan lemas, kamu bertanya-tanya. Jangan lupa join live ya, Huwaakkk.."


"Sayang...." Rengek Adit melihat tingkah aneh Serena.


"Hahaha aku hanya memparodikan dilan cepmek sayang, dia sangat lucu, aku ingin bertemu dengan nya," ucap Serena.


"Ih kami ada ada saja, aku sedang begini kamu malah meminta yang tidak tidak."


"Aku ada ada saja, sayang kamu bagaimana sih. Aku sebenarnya istri mu bukan, aku sedang ngidam tapi kamu malah menganggap santai, oke aku tau kondisi kamu sekarang tapi tidak begini juga, aku juga perlu perhatian kamu, kenapa kamu malah seperti ini. Mas saat kamu koma 24 jam aku di samping kamu, aku hanya ingin kamu sadar dan lebih memperhatikan aku karena aku sedang hamil, hamil anak kamu. Tapi apa mas, dari kamu bangun sampai sekarang kamu hanya memikirkan Dika, oke aku tidak masalah kamu memikirkan, karena dia kembaran kamu, tetapi jangan berlebihan mas, aku juga ada di sini, aku manusia yang juga memiliki perasaan. Hampir setiap hari kamu mengabaikan aku, dan sekarang sudah keterlaluan, kalau kamu tidak sudah tidak sanggup lagi memberikan ku perhatian dan mengurus ku, aku bisa kembali pada keluarga ku. Mas aku tidak memerlukan seratus persen perhatian mu, 50 persen kamu bisa memberikan nya pada Dika tapi aku mohon 50 persen lagi kamu berikan pada ku." Cecar Serena, kesabarannya sudah benar benar habis. Ia mengatakan semua hal yang ia rasakan selama ini.


"Bukan hanya itu, hari ini seharusnya kita periksa kehamilan ku ke rumah sakit, tapi apa kamu ingat, oh sudah pasti tidak, karena kamu hanya memikirkan Dika Dika dan Dika." Serena beranjak dari ranjang untuk pergi meninggalkan Adit, ia benar benar sangat kesal dengan suaminya.


Segera Adit beranjak dari tempat nya dan langsung memeluk Serena dari belakang, baru saja ia memikirkannya tadi hal ini sudah terjadi, memang apa yang di katakan mamahnya benar, ia sama sekali tidak memperhatikan Serena dan sekarang Serena mengungkapkannya. Mungkin Serena sudah sampai batas kesabaran nya.


"Maafkan aku Serana, aku tidak bermaksud seperti itu Maafkan aku tolong jangan pergi jangan pergi meninggalkanku." Adit memeluk erat karena dari belakang, ia sangat takut karena ikut pergi meninggalkannya, jika Serena pergi ia sudah tidak memiliki siapapun lagi disini. Hidupnya akan benar-benar sangat hancur.


Serena menarik nafas panjang ia sudah berusaha untuk mengerti apa yang ada rasakan sekarang, akan tetapi sekuat apapun ia mencobanya tetap ada rasa kesal yang sudah tidak terbendung lagi, ia akui tadi dirinya benar benar sudah tidak terkontrol.


"Sayang maafkan aku, Jangan pergi meninggalkanku. Jika kamu pergi aku dengan siapa siapa yang akan menemaniku."


"Aku sudah lelah sayang. Jika memang ini yang kamu mau Oke aku akan pergi dan kamu bisa bebas memperhatikan Dika tanpa ada gangguan dari ku lagi," ucap Serena.


"Tidak sayang, jangan pergi. Maafkan aku, tadi mamah sudah mengatakan hal ini padaku. Dan aku langsung masuk ke kamar ingin meminta maaf padamu, tetapi ternyata kamu sudah mengatakannya semua padaku dan sekarang aku benar-benar sadar dengan apa yang kau lakukan, maafkan aku Serena aku tidak akan mengulangi lagi. Aku janji."


Serena meminjamkan matanya sejenak, Iya angin menetralisir otaknya dari pikiran-pikiran tidak baik, sekarang bukan saatnya untuk seperti ini jika ia pergi pasti Adit akan benar-benar hancur, lagi pula sekarang Adit sudah tahu apa yang ia inginkan, dan kesalahan apa yang Adit lakukan. Serena berharap Adit tidak akan mengulanginya lagi, ia hanya ingin mendapatkan perhatian selayaknya istri yang sedang hamil pada umumnya.


Serena membalik tubuhnya dan langsung memeluk Adit, ia merasakan jantung Adit berdetak lebih cepat dari biasanya hal ini menandakan Adit benar benar takut kehilangan dirinya. Adit bernapas lega Serena mau memaafkannya, Ia sangat sadar apa yang ia lakukan, dan ia tidak akan mengulanginya lagi.

__ADS_1


"Maaf aku banyak menuntut padamu, aku hanya ingin mendapatkan perhatian selayaknya istri yang sedang hamil dari suaminya, Aku harap kamu dapat memberikan waktumu sedikit saja untukku."


"Tidak sayang untuk apa kamu meminta maaf padaku, aku yang salah dan seharusnya aku yang meminta maaf padamu aku janji akan memberikan waktuku untukmu dan menuruti apa yang kamu inginkan. Aku akan memperbaiki semua kesalahanku, dan sebenarnya aku tidak lupa jika hari ini waktunya memeriksakan kehamilan mu ke dokter, tadi aku hanya ingin berbicara sebentar pada mamah setelah itu aku ingin langsung mengajakmu ke rumah sakit, aku tidak mungkin melupakan hari ini Sayang," ucap Adit sambil mengecup dari istrinya.


"Jadi kamu tidak lupa maafkan aku sudah berpikir buruk tentangmu, tadi aku hanya terlalu kesal dan tidak bisa mengontrol apa yang aku ucapkan. Seharusnya aku tidak mengatakan hal itu," kata Serena yang sangat merasa bersalah.


"Tidak tidak untuk apa kamu minta maaf, sudah sekarang kita bersiap-siap dan kita langsung berangkat ke rumah sakit Aku juga harus kontrol bukan."


"Oh iya hari ini kamu kontrol kan kenapa aku yang lupa dengan jadwal mu, ya sudah ayo kita bersiap-siap nanti takutnya dokter yang menangani mu terlalu lama menunggumu, dia kan memiliki jadwal tersendiri," ucap Serena.


Serena dan Adit mandi bersama, di sela-sela mandi itu lah mereka berdua bercanda dan tertawa untuk memperbaiki hubungan mereka berdua yang sempat memanas, Adit menggoda Serena dan Serena dan sangat merindukan Adit yang seperti ini.


"Makin besar saja sayang," ucap Adit.


"Iya ya mas, kira kira kenapa ya, apa karena aku sedang hamil jadi makin besar, dalaman ku juga sudah terasa sempit."


"Hahaha mungkin saja sayang, nanti kita tanya dokter ya, tapi kamu semakin seksi sayang, perut sudah mulai buncit lagi," ucap Adit.


"Yang menyuntik ku sampai buncit siapa, kan kamu sayang, jangan seperti orang yang tidak bersalah," kata Serena.


Adit memeluk Serena dan membisikkan sesuatu pada Serena. "Aku sudah tidak sabar menyuntik mu lagi."


Serena menengguk air ludah nya dengan kasar, sebenarnya bukan hanya Adit tidak tidak sabar, ia juga sudah sangat menginginkan nya, mata nya selalu fokus pada junior Adit yang sangat menggodanya, jika kalau Adit tidak sakit pasti setiap hari ia rela melakukan nya, ia memang sangat suka sekali melakukan hal itu dengan sang suami, sudah lebih dari 2 bulan mereka berdua tidak melakukannya, terkahir melakukan nya tidak jadi karena Dika menganggu mereka, Serena dan Adit tidak menduga jika hal itu terakhir kali nya mereka melakukannya sebelum berpuasa panjang seperti sekarang ini.


Setelah selesai membersihkan diri dan bersiap siap mereka berdua langsung pergi meninggalkan rumah. Adit masih belum mau menyetir mobil Iya masih trauma dengan kecelakaan yang menimpanya beberapa bulan lalu, Ia hanya duduk di belakang bersama sang istri membiarkan supir rumah yang menyetir mobil milik Dika karena mobilnya sendiri sudah hancur korban kecelakaan itu.


"Tadi kamu bilang apa Dilan Cepmek," tanya Adit.


"Tunggu dulu siapa dia kenapa aku tidak mengenalnya. Apakah dia keren seperti Justin Bieber, Bruno Mars, One Direction atau siapa itu kalau lucu Apakah dia seperti Wendy Cagur," tanya Adit.


"Iya Sayang Suaranya sangat bagus seperti Justin Bieber. Dia sangat lucu seperti Wendy Cagur dan aku sangat ngefans padanya," jawab Serena.


"Oke kalau dia seperti itu aku akan mencari tiketnya untukmu. Aku juga ingin bertemu dengannya, apakah dia benar-benar seperti yang kamu katakan jika tidak awas aja kamu."


"Iya carikan tiketnya untukku, Sayang kamu pasti tidak akan menyesal bertemu dengannya. Nanti kamu pasti akan minta foto padanya atau kamu minta dinyanyikan olehnya, hahaha aku sudah tidak sabar bertemu dengan Dilan Cepmek," ucap Serena sambil tertawa, ia tidak sabar melihat reaksi Adit bertemu dengan manusia sekeren Dilan Cepmek.


"Tapi sayang Kenapa namanya Dilan cepmek. Apakah tidak ada nama lain katanya dia keren," tanya Adit.


"Sayang nama itu pemberian orang tuanya, kamu jangan seperti itu dong, kita harus menghargai nama yang orang tuanya berikan. Nama tidak mempengaruhi apapun sayang," kata Serena.


Adit sama sekali tidak curiga apa-apa. Ia memiliki ekspektasi tinggi dengan pria yang bernama Dilan itu, tidak mungkin istrinya ngefans dengan seseorang yang tidak jelas pasti memiliki kualitas yang baik sehingga sang istri ingin sekali bertemu dengan pria bernama Dilan itu.


Sesampainya di rumah sakit pertama mereka berdua memeriksakan kandungan Serena, Serena langsung mendapatkan pemeriksaan dari dokter yang memang sudah membuat janji sejak seminggu lalu.


"Kandungan sehat, anaknya berkembang dengan sangat baik, malah terbilang besar ya."


"Apa kembar dong," tanya Adit.


"Tidak, ini kehamilan satu janin, nanti kalau sudah melahirkan dan ingin anak kembar bisa program kehamilan anak kembar," jawab Dokter.

__ADS_1


"Apakah sudah mulai berhubungan," tanya Dokter.


"Belum dok, takut sampai sana," jawab Serena.


"Hahhaa tidak akan lah, alat kelamin suami anda hanya sampai sini saja, tidak akan sampai ke janin sana."


"Jadi boleh dok," tanya Adit.


"Boleh, sudah masuk ke 12 minggu," jawab Dokter.


"Yes nanti langsung gas.."


"Sayang aku memang boleh, tapi kamu yang tidak boleh, kamu kan habis kecelakaan," kata Serena.


"Hayo, sembukan dulu efek dari kecelakaan itu, setelah benar-benar sembuh baru boleh berhubungan kembali, jangan bar bar mas Adit, masih muda juga kan."


"Dok sebagai dokter saya ingin bertanya, kan yang masih masalah tangan kiri saya yang belum boleh menahan beban berat, nah menurut dokter bagaimana," tanya Adit.


"Cari posisi yang tidak membuat tangan mas Adit tidak mengalami tekanan yang kuat, misal istri main di atas, atau samping, masih banyak lagi, bisa konsultasi pada dokter yang menangani mas Adit," jawab Dokter.


Otak Adit langsung kemana mana, ia memiliki banyak bayangan besar tentang gaya yang akan ia pakai, ternyata memang ada solusi dari masalah nya. Bukan hanya Adit, Serena pun senang mendengarnya, ia akan mendapatkan sosis jomblo lagi. Ia sudah sabar merasakannya.


Dari dokter kandungan langsung menuju ke dokter yang menangani Adit. Nah di situ Adit langsung diperiksa semuanya, dari kepalanya sampai dengan tangannya yang masih belum bisa bergerak dengan lues seperti biasanya.


Untuk kepala Adit benar-benar sudah aman, beberapa luka sudah mengelupas meninggalkan bekas putih di tubuh Adit, untung saja Adit memiliki kulit yang putih jadi tidak terlalu kelihatan, bekas operasi di kepala juga mulai tertutup rambut, jadi tidak terlalu terlihat, untuk menangani bekas operasi di kepala dokter memberikan saran untuk sedikit mengambil tindakan, tetapi kalau Adit tidak mau tidak papa, untuk bekas luka bisa menggunakan salep.


"Untuk bekas operasi aku tidak masalah dok, istri ku masih cinta pada ku, toh juga tidak terlalu berbekas dan tertutup dengan rambut, aku hanya masalah di tangan ku, kapan dia bisa bergerak sepenuhnya dan normal kembali," tanya Adit.


"Tidak lama lagi, sekitar 1-2 bulan lagi sudah benar-benar sembuh, tetapi ingat jaga kesehatan dengan baik, jangan mengangkat barang yang berat, untuk berhubungan suami istri bisa menggunakan gaya yang tidak terlalu menggunakan tangan kiri, kan banyak gaya tu, saya tau permasalahan anda pasti di situ kan, sudah tidak tahan kan," jawab Dokter.


"Hehehe iya dok, terimakasih atas saran nya." Adit benar-benar puas mendengar semua jawaban dari dokter kandungan maupun dokter yang menangani nya.


Setelah selesai memeriksa kandungan dan Adit. mereka berdua pergi meninggalkan rumah sakit, Adit mengubungi seseorang untuk mencari tiket meet and great Dilan cepmek. Ia sudah janji dengan Serena dan harus dapat sekarang juga.


"Aku tidak mau tahu kau harus mendapatkan tiket itu kalau tidak aku akan langsung memecat mu."


" lTuan masalahnya hanya satu Saya tidak tahu siapa Dilan cepmek itu. Bagaimana saya bisa mendapatkan tiketnya Jika saya tidak tahu orangnya."


Adit mengerutkan dagingnya ternyata bukan hanya dirinya tidak tau, orang-orang yang ia suruh juga pada tidak tau, sebenarnya siapa Dilan itu, Kenapa sang istri sangat ingin sekali bertemu dengannya. Pertanyaan itu benar-benar membuat adit penasaran.


"Iya bukan urusanku, kau harus mendapatkannya mau tau atau tidak itu bukan urusanku, nanti siang aku harus sudah mendapatkan tiket itu, kau cari di sekeliling kota ini," ucap Adit sambil memutuskan sambungan telepon itu.


"Bagaimana Sayang apakah mereka bisa mendapatkan tiket itu," tanya Serena.


"Aku tidak tahu sayang, tetapi aku sudah meminta mereka untuk mendapatkannya kalau tidak aku akan memecatnya, kamu tenang saja pasti mereka akan mendapatkannya walaupun harus mengelilingi kota ini."


"Kamu memang yang terbaik Dilan Cepmek tunggu aku," ucap Serena.


Memang keinginan ibu hamil tuh ada-ada saja, mungkin ini ngidam teraneh yang pernah ada, Chika Serena memintanya untuk bertemu artis dalam negeri masih bisa ia kabulkan, tetapi untuk Dilan Cepmek ini memang sakit sulit sekali karena ia tidak tau siapa Dilan Cepmek itu.

__ADS_1


Selagi menunggu kabar dari anak buahnya, Adit mengajak Serena jalan-jalan ke mall terlebih dahulu, ia ingin mentraktir Serena sampai benar-benar puas, ini juga sebagai permintaan maafnya karena telah mengabaikan Selena selama beberapa hari terakhir ini. Serena sendiri sangat senang mendapatkan traktiran seperti ini ia wanita normal yang sangat suka berbelanja.


Berbagai macam barang Serena beli tentu saja menggunakan uang dari Adit. Ia juga menyiapkan outfit terbaik untuk bertemu Dilan Cepmek nanti walaupun ia belum tau apakah ia mendapatkan tiketnya atau tidak.


__ADS_2