Dipaksa Menikah Season 2

Dipaksa Menikah Season 2
Melahirkan


__ADS_3

Sebelum baca ini, baca 3 bab terakhir, karena ada tambahan.


_________________________________


Seperti yang di harapkan, semua orang wanita di rumah ini sedang menjalani kehamilannya, ada yang baru merasakan ada juga yang sudah ingin melahirkan. Mereka sangat bersemangat sekali menjalani kehamilan ini.


"Berapa bukanlah lagi," tanya Intan.


"Sudah bulannya mah," jawab Serena.


"Wah tinggal menunggu hari saja nih, sering sering berhubungan suami istri, bisa merangsang," kata Intan.


"Begitu ya mah, aku sudah mengatakan hal ini pada suami ku, tetapi dia tidak mau, kata dia takut bayinya ke gencet," ucap Serena. "


"Hahaha Adit bisa saja, eh bukanya kamu ingin operasi ya, kalau operasi langsung saja," ucap Intan.


"Iya Serena, bukan kamu ingin operasi," tanya Elena.


"Tidak jadi, Adit tidak mau, nanti perutku jadi berbekas kata nya, aku pun memang ingin normal, waktu itu Adit saja yang ingin aku operasi," jawab Serena.


"Kamu sendiri sudah berapa bulan Elena," tanya Intan.


"3 mau masuk ke empat mah," jawab Elena.


"Berarti setelah mamah melahirkan 2 bulan, kamu akan melahirkan," kata Intan.


Intan sangat senang hamil dengan para menantu nya, terasa sangat seru dan lucu. Banyak hal yang bisa mereka bahas, tidak seperti kehamilan pertamanya yang terasa sepi, apalagi waktu itu Justin banyak bekerja.


"Syang ayo ikut aku," ucap Adit.


"Adit jangan takut, buat jalan untuk anak kamu," kata Intan.


"Hehehe iya mah, tadi ayah sudah mengatakan hal itu."


Satu persatu dari mereka di bawa suami mereka ke dalam kamar, karena sejak tadi mereka menunggu suami mereka pulang bekerja.


"Sayang tadi kata mamah, kalau mau cepat lahiran harus banyak anu," kata Serena.

__ADS_1


''Hahaha kat ayah juga begitu, kata ayah jangan takut, enak kok sensasinya berbeda," ucap Adit.


"Jadi gas ni," tanya Serena.


"Hahaha gas sayang," jawab Adit.


Malam ini demi mempercepat kelahiran anak mereka, mereka melawan rasa takut untuk anu, ya walaupun pada akhirnya adit ketagihan sampai tidak mau berhenti.,


''Sayang sudah, sakit," ucap Serena.


"Sakit kenapa," tanya Adit.


"Perut ku, sepertinya mau melahirkan," jawab Serena.


Karena usaha mereka sudah berhasil mereka berdua pun berhenti, ya walaupun Adit harus cenat cenut karena tidak sampai keluar.


Rasa sakit yang Serena alami masih terbilang biasa, mereka berdua memilih untuk istirahat, besok pagi baru mereka akan ke rumah sakit.


Pukul 3 pagi, Serena merasakan rasa sakit yang luar biasa di perut nya, ia berteriak dengan keras yang membuat Adit bangun dari tidur nya.


Adit yang tau sang istri akan melahirkan langsung membawa Serena ke rumah sakit, ia berteriak dengan keras agar anggota keluarga yang lainnya bangun, beruntung Dika belum tidur dan langsung membantu Adit.


Sesampainya di rumah sakit Serena langsung mendapatkan penanganan, ia sudah siap untuk melahirkan anak pertamanya. Adit sebagai suami mendampingi sang istri agar lebih kuat.


Adit menggelengkan kepalanya melihat kepala anaknya keluar dari jalan lahir, ia cukup penasaran bagaimana anaknya keluar jadi Adit melihat nya langsung.


"Sangat gila," batin Adit.


Adit kembali ke wajah Serena untuk memberikan nya semangat, ia tidak mau lagi melihat ke arah bawa.


"Kamu bisa sayang," ucap Adit.


Tangisan bayi perempuan memecah ketegangan ruangan itu, Adit langsung melihat ke arah sang anak, wajahnya benar-benar senang melihat bayi perempuan nya dapat lahir dengan selamat.


"Wah mirip ayahnya," ucap dokter yang membuat Adit bangga.


Setelah itu Serena dan anaknya di pindahkan ke ruang inap, semua keluarga juga sudah boleh masuk ke dalam ruangan itu.

__ADS_1


"Dia sangat cantik," ucap Dika.


"Iya, wajahnya perpaduan Adit dengan Serena," kata Elena.


"Minggir minggir dia anak ku," ucap Adit.


"Kau sombong sekali," kata Dika.


"Kalian ini ya, masih saja bertengkar," ujar Justin.


Keluarga ini terlihat sangat bahagia, Dika dan Elena sudah tidak sabar menunggu anak mereka lahir. Begitu juga dengan Justin yang jga tidak sabarr menunggu anak ke tiga nya lahir.


Mereka semua sudah bahagia dengan kehidupan mereka, masa masa melahirkan membuat mereka sadar menjadi orang tua sebuah perjuangan yang besar, apalagi Adit dan Dika yang menjadi orang tua baru...


1 tahun berlalu, keluarga besar berkumpul di ruang keluarga dengan canda tawa yang membahagiakan, para orang tua menyaksikan anak mereka yang sangat menggemaskan. 3 anggota baru masuk ke dalam keluarga ini, yang akan melanjutkan kisah keluarga ini..


Selesai..


Sampai jumpa di novel selanjutnya..


__________


Promosi


Memiliki anak di luar pernikahan bukanlah hal yang dinginkan oleh seorang wanita. Tetapi nasib malang menimpah Kezia, gadis cantik berusia 18 tahun harus menanggung malu karena memiliki anak dari seseorang yang tidak ia ketahui. Semua itu karena Kezia di lecehkan oleh seseorang yang tidak ia kenal, yang membuat dirinya hamil. Karena kehamilan itu Kezia di usir dari rumah, putus sekolah dan hidup sebatang kara. Beruntung Kezia bukan tipe wanita yang lemah ia tidak berputus asa, ia melanjutkan hidupnya dengan penuh semangat.


Bekerja paruh waktu yang membuat Kezia seperti ini, jika saja ia menurut perkataan sang ayah pasti hal ini tidak akan terjadi. Berniat untuk menolong seseorang, Kezia malah terjebak dalam sebuah masalah besar.


***


"Dia mirip dengan mu.."


Leo mengerutkan dahi nya mendengar hal itu. "Apa dia anakku.."


Jangan lupa mampir ya di ....


__ADS_1


__ADS_2