
"Mas.." Elena terkejut mendapatkan kecupan itu.
"Tidak boleh," tanya Dika.
"Bukan begitu, kamu tidak bilang dulu pada ku," jawab Elena.
"Boleh aku mencium mu," tanya Dika.
Elena sangat malu Dika bertanya seperti itu, bukan itu yang ia maksud tetapi karena Dika sudah bertanya kenapa tidak. Toh ia memberikan ciuman pertamanya oleh Dika, calon suaminya.
"Iya," jawab Elena.
Dika tersenyum mendengar jawaban Elena, ternyata sifat polos Elena sangat menggemaskan, ia sudah mulai memiliki perasaan pada Elena, ada hal yang Elena miliki yang membuat Dika tertarik padanya.
***
Seminggu telah berlalu, sesuai dengan rencana hari ini mereka akan ke Bali bersama dengan pasangan Zyan dan Cilla, sebenarnya Justin sudah melarang Dika untuk pergi, ia bisa meminta orang untuk mencarikan tempat seusai dengan keinginan Dika dan Elena, tetapi Dika memaksa untuk pergi, ia berdalih sekalian jalan jalan dengan sang kekasih.
Ini pertama kalinya mereka melihat Dika seperti ini, sebelumnya Dika tidak pernah membawa pacarnya ke rumah ya karena pacar nya hanya Cilla seorang. Jadi mereka tidak tau gaya Dika berpacaran bagaimana, ternyata sangat jauh berbeda dengan Adit dan Justin, hampir setiap hari Dika membawa Elena ke rumah dan mereka terlihat semakin dekat saja, apalagi Dika ternyata pria yang sangat romantis sekali.
"Yakin kau tidak ikut," tanya Dika pada Adit.
"Sebenarnya aku ingin ikut tapi istri ku sedang tidak enak badan, aku sudah mempunyai istri dan tidak mungkin aku pergi meninggalkan nya saat sakit," jawab Adit.
"Makanya jangan kau goyang setiap hari," kata Dika.
"Namanya enak, kau juga kalau sudah tau rasanya mau tiap hari, dia juga minta," ucap Adit.
"Hahaha ya sudah kalau memang kau tidak ikut," kata Dika.
__ADS_1
"Kau yakin mau pergi tanpa aku, tunda saja la."
"Mana bisa pernikahan ku 2 minggu lagi, sudah tidak ada waktu untuk menundanya, lagi pula aku juga tida pergi sendiri, aku pergi dengan Cilla, Zyan dan juga pacar ku," kata Dika.
"Dika kau itu romantis juga ya," ucap Adit.
"Hahaha aku memang romantis, kenapa kau iri tidak bisa romantis seperti ku," tanya Dika.
''Bukan begitu, selama ini kau itu sangat dingin, pacaran tidak pernah di bawa ke rumah, eh sekarang baru keliatan asli nya," jawab Adit.
"Emang aku pernah pacaran, aku hanya dekat saja tidak sampa pacaran," kata Dika.
"Nah itu lah, sekarang baru kelihatan, pantas saja Elena terlihat sangat nurut pada mu," ucap Adit.
"Hahaha aku memiliki pesona yang tidak kau miliki."
"Ya kau benar..."
"Hmmm kita sebelumnya tidak pernah pisah lama, jadinya aku sedikit khawatir pada mu, apalagi Bali juga sangat jauh."
"Hahaha santai saja, tidak aan terjadi apa apa pada ku, memang kita tidak pernah pisah jauh dan lama, sekarang memang sudah waktunya, jadi kita harus sama sama dewasa untuk menghadapi ini. Toh kedepannya kita akan lebih sering berpisah," kata Dika
"Ya kau benar."
"Yasudah aku pergi dulu, Elena dan yang lainnya sudah di depan, jaga istri mu dengan baik, ingat kau sudah punya tanggungjawab jangan mau enaknya saja," ucap Dika.
"Iya aku paham," kata Adit.
Dika menepuk pundak Adit dan berjalan pergi meninggalkan tempat itu, Adit tak ikut ke bawah karena ia harus menemani istinya yang sedang sakit.
__ADS_1
"Serena kamu sudah tidak papa," tanya Adit sambil ikut berbaring di samping Serena.
Serena bergerak mendekati Adit dan memeluknya dengan erat, ia menghirup dalam dalam aroma tubuh Adit yang sangat wangi sekali.
"Tumben," ucap Adit.
"Aku ingin selalu di samping mu, aku ingin selalu menghirup aroma tubuh mu," kata Serena.
"Hahaha kau suka dengan ku ya," tanya Adit.
"Tidak tau, aku mau memeluk mu." Kali ini Serena terlihat begitu manja pada Adit.
"Kau kenapa, hey jangan masuk ke dalam baju ku, nanti dia bangun bagaimana," ucap Adit yang panik Serena masuk ke dalam baju nya.
"Buka Adit, aku ingin menghirup aroma tubuhmu langsung," kata Serena.
''Iya iya aku buka sekarang," ucap Adit sambil bangkit dari atas kasur.
Ia membuka baju yang ia kenakan, Adit sangat penasaran kenapa Serena sampai seperti ini.
"Celana, pakai boxer saja," kata Serena.
"Ha!! Apa sih mau mu sebenarnya, jangan aneh aneh dong," ucap Adit.
"Buka atau nanti malam tidak aku berikan jatah."
"Iya iya, jangan ancam jatah dong," ucap Adit yang langsung nurut kalau soal jatah.
Adit pun membuka semua hal yang ia pakai kecuali celana d*lam, ia tidak memakai boxer seperti yang Serena inginkan.
__ADS_1
Serena semakin semangat melihat Adit seperti itu, ia tersenyum dengan sangat lebar.
''Jangan jangan dia mengerjai ku lagi," batin Adit.