
Setelah selesai bersih bersih mereka berdua pun bergabung dengan yang lainnya. Dika mencari Adit terlebih dahulu sebelum mengucapkan selamat pada Cilla.
"Hey kau naik motor," tanya Adit.
"Hahaha iya aku naik motor, bagaimana keren kan aku," jawab Dika.
"Sangat keren, sudah sana ucapkan selamat pada mereka, mereka sudah menunggu mu," ucap Adit.
"Mereka menunggu ku?, kenapa Begitu," tanya Dika.
"Hahaha mana aku tau, cepat sana tunggu apa lagi," jawab Adit.
"Ayo mas."
"Iya.." Dika dan Elena pun pergi ke pelaminan untuk mengucapkan selamat pada Cilla dan Zyan.
Dari kejauhan Cilla melihat Dika datang mendekati mereka berdua, ia sudah mempersiapkan dirinya sebelumnya, jadi Cilla sudah biasa saja melihat Dika dengan Elena, ya walaupun ada rasa mengganjal sedikit di hati nya.
"Selamat Cilla, maaf aku baru datang," ucap Dika
__ADS_1
"Tidak papa Dika, terimakasih sudah datang, untuk kalian berdua semoga segera menyusul ya," kata Cilla.
"Selamat Cilla, semoga langgeng dan segera diberikan momongan," ucap Elena.
"Iya Elena, kau juga harus segera menyusul ya," kata Cilla.
"Bang selamat ya, kau sangat pantas untuk Cilla, jaga Cilla dengan baik, aku yakin kalian berdua akan langgeng sampai akhir hayat, Cilla sudah aku anggap adik ku sendiri," ucap Dika.
"Iya Dika, pasti aku akan menjaga istri ku dengan baik," kata Zyan.
Dari pacar jadi ke adik, memang sangat menyakitkan untuk Dika tetapi ia berusaha untuk tegar, sekarang ia mempunyai Elena yang tak kalah cantik dan berharga nya Elena di bandingkan dengan Cilla, walaupun seharusnya mereka tidak boleh menjadi bahan perbandingan.
"Kamu hebat mas," ucap Elena.
"Karena kamu," kata Dika sambil memeluk Elena.
Menerima semuanya dengan lapang dada memenang yang terbaik, mau bagaimana pun mereka harus melanjutkan hidup sesuai dengan jalan takdir yang ada.
Acara selesai pukul 10 malam karena suasana sangat dingin sekali, mereka langsung masuk ke kamar masing-masing yang sudah di sediakan untuk keluarga besar yang hadir. Vila ini berlantai 3 dengan belasan kamar tidur, sangat cukup untuk keluarga besar beristirahat.
__ADS_1
"Dingin ya," ucap Dika.
"Iya mas, dingin sekali, kamu di situ tidak dingin," tanya Elena.
"Ya dingin makannya aku berkata dingin," jawab Dika.
Mereka berdua tidak tdur satu ranjang, Dika berada di sofa sedangkan Elena di ranjang. Dika tidak ingin membuat Elena takut pada nya, walaupun Malam ini sangat dingin Dika tetap berusaha untuk berada di tempat nya.
"Mas sini lah, aku tidak papa tidur seranjang sama kamu," ucap Elena.
"Serius," tanya Dika.
"Iya dari pada kamu kedinginan begitu," jawab Elena.
Segera Adit langsung pindah ke atas ranjang, ia masuk kedalam selimut dan memeluk Elena dengan erat.
"Aku tidak akan melakukan apa apa," ucap Dika yang membuat Elena merasa tenang.
Kalau dingin begini sudah pasti Adit membuat nya menjadi hangat, bahkan ke arah panas Siapa yang malam pertama siapa juga yang bersemangat, pasangan Cilla dan Zyan saja belum apa apa, eh Adit dan Serena sudah berpacu kuda. Mereka berdua sebenarnya sama sama ganas, hanya saja Adit sedikit lebih ganas dari Serena.
__ADS_1
"Jangan jangan, itu tidak enak..."