
Pagi hari di Vila pegunungan, pagi hari yang sangat dingin sekali, hampir dari mereka semua masih di kamar masing-masing, udara yang sangat dingin membuat mereka enggan keluar dari dalam kamar.
"Sayang are you oke," tanya Zyan.
"Aku baik baik saja mas, aku tidak papa," jawab Cilla.
Proses unboxing sudah di lakukan tadi malam, itu sebabnya Zyan bertanya apakah Cilla baik baik saja atau tidak, karena tadi malam Cilla sempat menangis saat proses unboxing itu.
"Sudah tidak sakit kan," tanya Zyan.
"Sudah tidak sakit mas, kamu tenang saja," jawab Cilla.
Zyan memeluk Cilla dengan erat, ia sangat mencintai Cilla walaupun mereka berdua baru saja bertemu, cinta pandangan pertama yang membuat nya seperti ini.
Di kamar lain, Dika dan Elena masih belum mau untuk bermesraan, mereka tidak mungkin melakukan hal itu karena keduanya belum resmi menikah. Sekarang saja hanya satu kamar bersama, ada rasa canggung yang mereka berdua rasakan.
"Mas aku lapar," kata Elena.
"Kamu mau makan," tanya Dika.
"Namanya juga lapar mas, ya pasti mau makan dong," jawab Elena.
__ADS_1
"Hahaha iya aku paham, di meja itu ada roti dan air mineral, makan yang ada saja dulu, nanti kalau masakan sudah matang baru kita keluarga keluar untuk sarapan," kata Dika.
"Oh begitu, kam mau, aku ambil sekalian."
"Boleh, yang rasa coklat," ucap Dika.
Elena bergerak mengambil roti yang Dika maksud, ia memberikan beberapa roti coklat keinginan Dika, ia sendiri tidak suka cokelat, ia lebih suka keju yang memiliki rasa asin.
"Ini mas," ucap Elena.
"Liat Elena, bagaimana kamu suka tempat nya," tanya Dika.
"Suka, bagus bangett mas, pemandangan nya langsung pantai lautan lepas," jawab Elena.
"Ya sudah kita menikah bulan depan saja, sekarang kita siapkan apa yang perlu untuk dib siapkan," ucap Elena.
"Kata ayah tidak boleh sampai bulan depan, aku cari lagi ya, mana tau ada tempat yang lebih bagus dan kosong."
"Mas kamu mempersiapkan semuanya sendiri,x tanya Elena.
"Iya, aku tidak ingin membuat repot keluarga ku, selagi bisa aku kerja akan sendiri lebih baik aku kerjakan sendiri," jawab Dika.
__ADS_1
Sosok mandiri seperti Dika lah yang Elena cari, pria yang sangat keren sekali, siapa yang tidak mau menikah dengan Dika, ia saja yang baru kenal dengan Dika langsung tertarik dengan Dika.
"Aku tau mas kenapa Cilla jatuh cinta pada mu, kamu benar-benar luar biasa mas," kata Elena.
"Serius aku luar biasa," tanya Dika.
"Iya mas, kamu luar biasa, aku jadi semakin tertarik dengan kamu," jawab Elena.
"Terima kasih Elena," ucap Dika sambil tersenyum manis pada Elena.
Pagi menjelang siang sebelum kembali ke kota mereka semua berkumpul di ruang makan untuk sarapan bersama, suasana terasa sangat hangat karena mereka memiliki pasangan masing-masing, Dika dengan Elena, Adit dengan Serena dan Cilla dengan Zyan, mereka semua bersama karena sebuah perjodohan.
"Kalian ada niat honeymoon," tanya Adit.
"Ada dong, kami akan pergi ke Bali," jawab Zyan.
"Ke Bali," tanya Dika.
"Iya ke Bali," jawab Zyan.
"Kau mau ikut," tanya Zyan.
__ADS_1
"Nah boleh itu, sekalian kau survei tempat pernikahan, lebih baik menikah di Bali, pantai nya bagus banget," ujar Adit.