Dipaksa Menikah Season 2

Dipaksa Menikah Season 2
Ulang Tahun Intan


__ADS_3

"Sayang," ucap Intan yang sangat terkejut sekali dengan apa yang Justin katakan.


"Kenapa tidak boleh," tanya Justin.


''Tidak lah, kamu ada ada saja, kalau kamu mau menikah lagi kamu harus berpisah dengan ku, aku tak akan mau kamu madu."


"Hahaha iya sudah, kalau itu yang kamu inginkan, aku sudah bosan dengan mu, jadi tidak masalah untuk ku, lagi pula anak anak kita juga sudah menikah, jadi tidak ada tanggungan apa apa lagi," kata Justin dengan sangat entengnya, ia seperti sudah tidak memiliki perasaan pada sang istri.


Intan langsung pergi dari ruangan itu, air mata nya mengalir dengan sangat deras, sebelumnya ia tidak pernah berpikir jika Justin akan seperti ini.


Segera Justin mengambil sesuatu di dalam kulkas, setelah itu Justin menyusul Intan ke dalam kamar.


Di dalam kamar Intan hanya bisa menangis, ia tidak bisa menahan rasa sakit yang teramat dalam ini. Intan sangat kecewa dengan sang suami yang ingin menikah kembali.


Justin mengintip dari balik pintu, ia tidak tega melihat sang istri yang menangis karena ulah nya, padahal selama kedua anak mereka lahir Intan sudah tidak pernah menangis lagi, ini pertama kalinya Justin membuat Intan kembali menangis.


Justin membuka pintu kamar itu, ia membawa kue ulang tahun dengan lilin berbentuk angka tiga puluh sembilan tahun, ya memang saat ini Intan sedang ulang tahun ke tiga puluh sembilan tahun, Justin hanya ingin mengerjai sang istri saja.


Sambil berjalan mendekati Intan Justin bernyanyi..


Happy birthday to you..


Happy birthday to you..


Happy birthday.. Happy birthday..


Happy Birthday to yu...


"Tidak ada dongeng yang bisa dibandingkan dengan kisah cinta sejati yang kita bagikan. Kisah cinta kita penuh dengan kegembiraan, kasih sayang, dan selalu dekat. Selamat ulang tahun untuk istriku dan cinta dalam kehidupan.''


Intan malah semakin menangis melihat momen ini, apa yang Justin lakukan hari ini memang sangat tidak terduga, sebelumnya Justin tidak pernah memberikan kejutan seperti ini.


"Sayang,, Hiks hiks hiks.. kamu membuat ku terkejut, makasih sayang...'' Intan masih tidak bisa berhenti menangis.


Justin tersenyum bahagia melihat istri nya sangat terharu dengan apa yang ia lakukan, memang dirinya tidak pernah romantis begini pada sang istri, sudah pasti Intan terkejut dengan apa yang ia lakukan sekarang ini.

__ADS_1


"Tiup lilinmu dan ucapkan permohonan yang indah. Aku akan melakukan segalanya untuk membuat ucapan selamat ulang tahunmu menjadi kenyataan."


Sambil tersenyum bahagia, Intan menghapus air mata nya dan meniup lilin di depannya. Ia sama sekali tidak mengucapkan permohonan apapun yang membuat Justin bingung.


"Sayang ayo ucapkan permohonan mu," ucap Justin.


"Sayang aku sudah mempunyai segalanya yang aku inginkan, aku sudah punya dua ana yang sangat luar biasa, hidup ku sudah sangat cukup dan bahagia, dan yang terpenting aku sudah mempunyai kamu."


Justin meletakan kue yang ia pegang ke atas ranjang dan langsung memeluk sang istri, ia sangat bahagia sekali mendengar ucapan Intan.


"Sekali lagi selamat ulang tahun sayang, terimakasih sudah menjadi istri yang terbaik yang pernah ada di dunia ini, terimakasih telah menjadi ibu yang luar biasa untuk anak anak ku, aku sangat mencintai mu, maafkan aku jika aku membuat mu menangis, sedikitpun aku tidak ada niat untuk menikah lagi."


"Terimakasih mas, aku sangat berterimakasih pada mu, aku tidak menduga kalau kamu memberikan ku kejutan seperti ini," ucap Intan.


"Hahaha maaf sayang, berarti bisa di katakan aku berhasil dong," tanya Justin.


"Sangat Berhasil mas, kamu sangat luar biasa," jawab Intan.


"Sayang, aku ada permintaan yang mungkin tidak kamu duga sebelumnya."


"Aku ingin nambah anak satu lagi ya," ucap Justin.


"Nambah anak, untuk apa mas? bulannya kamu tidak ingin mempunyai anak lagi," tanya Intan.


"Aku sangat kesepian sayang, aku ingin mempunyai anak yang menggemaskan lagi," jawab Justin.


Intan sendiri tidak masalah kalau Justin ingin punya anak lagi, ya walaupun memang ia harus ke rumah sakit untuk membuka kb yang ia jalani sekarang. Selagi usianya masih 39 tahun, masih kuat untuk menambah satu anak lagi.


"Ya aku tidak papa mas, tapi bagaimana dengan anak anak kita, mereka tidak marah mamahnya hamil lagi," tanya Intan.


"Ya tidak papa dong sayang, mereka kan sudah sibuk dengan urusan masing-masing," jawab Justin.


"Jadi fiks ya aku hamil lagi, kamu tidak repot nanti kalau aku hamil," tanya Intan.


"Iya sayang, aku yang memintanya, sudah pasti aku sudah memikirkan apa yang terjadi nanti," jawab Justin.

__ADS_1


Justin sudah sangat yakin kalau ia akan mempunyai anak lagi, ia sudah memikirkan hal ini sejak beberapa hari terakhir, walaupun ia akan segera mempunyai cucu pasti akan sangat berbeda dengan anak, cucunya nanti juga akan di urus oleh ayahnya bukan dengan dirinya. Jadi selagi Intan masih bisa hamil kenapa tidak.


Kejutan yang Justin berikan pada Intan benar-benar berhasil, dari tangisan kecewa berubah menjadi tangisan bahagia. Intan sendiri saja tidak ingat jika hari ini ia sedang ulang tahun


Kembali pada Adit dan Serena, mereka berdua sedang makan malam di kamar bersama, seperti sebelumnya Adit hanya memakai d*laman saja sesuai dengan keinginan istri nya.


"Sayang tadi ada ayah dan mamah ku," tanya Adit.


"Tadi aku melihat ayah berjalan ke kamar dengan membawa kue ulang tahun, tapi tidak jelas karena sudah keburu masuk ke dalam kamar.


"Sayang, hari ini mamah ku ulang tahun, aku tidak menyiapkan apa apa, mana Dika sedang di luar lagi," ucap Adit.


"Jadi bagaimana sayang, aku tidak tau kalah mamah ulang tahun, apa ita keluar cari hadiah untuk mamah," tanya Serena.


"Sepertinya harus keluar, ya sudah cepat kita makan, kita keluar setelah ini, kan masih jam 7 juga, masih ada watu sebelum tenga malam," jawab Adit.


Sudah menjadi kebiasaan Adit dan Dika memberikan mamah nya kejutan ulang tahun, seharusnya kemarin malam saat pergantian hari, tetapi mereka berdua malah lupa, sekarang Dika juga tidak ada di rumah, Adit berniat menghubungi Dika agar Dika ingat sang mamah sedang ulang tahun, walaupun tidak memberikan kejutan setidaknya Dika memberikan ucapan selamat sebelum terlambat.


"Halo Dika, kau dimana," tanya Adit.


"Sedang jalan jalan, ada apa? kau sudah merindukan ku ya.."


"Kau tidak ingat hari ini hari apa," tanya Adit.


"Hari sabtu, kau menghubungi ku hanya tanya hari ini hari apa.."


"Dasar bodoh, iya aku tau hari ini hari sabtu, tapi di hari sabtu ada apa. Kau tidak ingat ulang tahun mamah," ucap Adit yang sangat kesal dengan jawaban Dika tadi.


"Ahh iya,, aku baru ingat kalau hari ini hari ulang tahun mamah, aku sedang tidak di rumah, mana kemarin malam kita tidak memberikan kejutan, kenapa aku bisa lupa pula," kata Dika.


"Ya sudah karena kau sedang tidak di rumah, kau berikan ucapan selamat lah pada mamah, tapi nanti setelah aku memberikan mamah kejutan dan hadiah, di sana kau belikan mamah hadiah nanti saat pulang kau berikan pada mamah."


"Adit maafkan aku ya, hampir setiap tahun kita memberikan kejutan mamah, sekarang tidak bisa," ucap Dika.


"Tidak papa, mamah pasti mengerti kalau sekarang anaknya sudah mempunyai kesibukan sendiri, yang penting jangan lupa untuk memberikan ucapan selamat, itu pasti sudah membuat mamah senang," kata Adit.

__ADS_1


__ADS_2