
"Liora," Pekik Amanda, audrey dan keysa bersamaan.
Ketika melihat liora bertabrakan dengan sebuah truk, yang melaju dengan cepat. Mereka mendadak ngerem mobil nya dengan raut wajah khawatir.
"Gayss, cepat keluar," Panik Amanda. Lalu cepat-cepat keluar dari mobil miliknya.
Ketigas sahabatnya sama--sama terlihat panik keluar dari mobil lalu berlari menghampiri mobil milik liora, yang sedikit mengeluarkan asap dan kaca depannya retak serta bagian mobil rusak.
"Dek, sebaiknya temannya di bawa cepat ke rumah sakit," Ucap orang-orang yang menyaksikan kecelakaan tadi.
"Ra, bertahan. Hikss-hikss," Ujar Audrey terisak kecil.
"Mand, telpon ambulans cepat," Intruksi audrey.
"Lo, telpon ambulans, gue kabarin om arlon sama tante ariani," Sahut keysa dengan mata berkaca-kaca menahan tangis.
"O-okeee," Balas amanda dengan suara gemetar.
"Ambulans datang bentar lagi," Ucap amanda melirik kecil ketiga sahabatnya yang masih terisak.
"Shiittt!," Nomor om arlon sama tante ariani gak bisa dihubungin lagi". Khawatir keysa.
"Ambulans nya lama bangat sih datangnya," Kesal audrey.
"Key, mand, bawa mobil gue ke sini," Imbuh audrey. Yang tidak sabar menunggu kedatangan ambulans.
"Buka cepat pintunya," Ujar Audrey lagi. Setelah mobil sudah berada di dekatnya.
"Drey, lo mau kemana?," Panik Keysa.
"Gue gak bisa, kalau nunggu ambulans datang, liora lagi kesakitan, kepalanya banyak mengeluarkan darah," Sahut audrey langsung mengangkat liora di bantu oleh kedua sahabatnya juga beberapa orang yang yang menyaksikan kecelakaan itu.
Rumaah sakit....
"Dokter-Dokter," Panggil audrey dengan suara keras.
"Tolongin sahabat saya dok. Pastikan dia baik-baik saja," Ucap keysa dengan suara serak.
"Baik, sebaiknya kalian tunggu di luar saja, biarkan kami yang menangani pasien," Ucap dokter. Yang di angguki kecil oleh ketiga gadis itu.
"Liora, gak bakalan kenapa-kenapa kan? hiks-hiks," Lirih Audrey terus menangis sesenggukan.
"Drey, lo tenang, liora pasti gak bakalan kenapa-kenapa," Ucap amanda menenangkan audrey. Meskipun ia juga merasa khawatir kepada liora.
Sedangkan keysa hanya duduk diam sambil terisak di kursi samping audrey dan juga amanda.
"Kita harus bilang apa sama om arlon sama tante ariani nanti," Suara serak milik keysa.
"Kalian tenang ya, kita doain sama-sama buat liora," Ujar amanda mencoba menguatkan kedua sahabatnya.
...*****...
"Liora ngapain ya, tumben centang satu dari tadi," Monolog abiam.
"Gue coba tanya ke barram aja mungkin," Batin nya
__ADS_1
Hallo bar
Apa?
Lo tadi, ada ngecht liora gak?
Ada, tapi masih centang satu. Emang ada apa?
Gpp, gue cuman khawatir aja sama dia.
Coba lo tanyain sama ketiga sahabatnya
Oh iya lupa,
tttttt...
"Gak ada sopan santunya nih anak, nelpon langsung dimatiin," Kesal barram.
"Hallo, ini amanda kan?, temannya liora," Tanya abiam. Setelah sambungan telpon nya tersambung.
"Kak abiam," Suara amanda serak.
"Lo kenapa?, itu siapa yang nangis mand," Tanya abiam. Mulai merasa janggal. Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa ada seorang cewek nangis di seberang sana.
"Mand, siapa yang nangis? Liora, lagi sama lo kan?," Tanya abiam berturut.
"Kak. Hiks-hikss.... Liora kecelakaan kak hikss-hikss," Tangis amanda langsung pecah seketika.
"A-apaa. Kalian di rumah sakit mana sekarang," Panik abiam sembari berjalan tergesa-gesa menuruni anak tangga.
"RS pertamina jaya, kak," Balas amanda. Seketika abiam langsung memutuskan sambungan telpon.
"Lo aja yang kabarin mereka key," Sahut audrey dengan pakaian yang terlihat acak-acakan dan beberapa tetesan darah di baju nya.
"Gue udah hubungin alarick, tapi nomor nya gak aktif, kalau sultan, dia bakalan ke sini sama johan," Ujar keysa.
...*****...
"Gimana keadaan liora," Khawatir sultan.
Ketiga gadis itu hanya merespon dengan menggelengkan kepalanya pelan. Mata sembab, rambut acak-acakan, pakaian di penuhi darah milik liora.
"Arrgghh, bagaimana bisa liora kecelakaan?," Histeri sultan menatap ketiga gadis di depannya.
"Han, maafin aku hikss-hiksss, a-akuu yang ngajak liora balapan mobil hikss-hikss. Maafin aku, ini semua salah aku," Ucap audrey makin terisak.
Sultan mengacak rambutnya frustasi sembari mengumpat. "Sialan!,"
Tap.tap.tap...
Suara derap langkah kaki dokter, keluar dari ruang operasi.
Mereka berlima langsung menghampiri dokter yang menangani liora.
"Dok, gimana keadaan sahabat saya?," Tanya johan.
__ADS_1
"Maaf, kita sudah berusaha sebaik mungkin, tapi pasien mengalami benturan keras di kepalanya, sehingga mengeluarkan banyak darah. Pasien dalam keadaan koma," Jelas dokter.
Deg.
"Gak-Gak, hikss-hikss, liora pasti bangun, liora gak mungkin koma," Sanggah audrey tidak terima dengan keterangan dari dokter. Tubuh gadis itu luruh ke lantai.
Amanda, johan, keysa dan juga sultan terduduk lemas. Syok itu lah yang mereka rasakan.
"Lo, pasti kuat ra," Lirih sultan dalam hati.
"A-apaa, liora koma?," Ujar abiam tiba-tiba datang dengan tatapan kosong.
"Maaf, kami akan segera memindahkan pasien ke ruang inap," Ujar dokter.
"Siapkan ruangan yang luas, dan nyaman untuk liora. Saya yang akan menanggung administrasi nya," Ucap abiam.
"Baikk," Balas dokter.
Setelah di pindahkan di ruang rawat, khusus untuk liora. Teman-temannya bergantian satu persatu masuk ke ruang rawat liora.
Setengah jam berlalu sejak matahari mulai mendaki tinggi. Abiam tertunduk lamat-lamat menatap liora yang tertidur. Muka itu pucat, meski terlihat tenang. Sultan mengusap pipi itu. Mengusap ujung hidungnya yang kecil tapi mancung, mengusap dahinya.
"Cepat sembuh ya, gue tunggu, gue janji, setelah lo sembuh, gue bakalan beli novel yang banyak buat lo. Asalkan lo mau buka mata lagi,"
"Jika gue gak bisa miliki lo, gue tetap bakalan jagain dan lindungin lo, itu janji gue sama diri sendiri ra," Abiam tersenyum mengusap lembut tangan liora yang terdapat infus di tangan putih, mulus gadis itu.
"Gue jagain lo di luar ya, sahabat-sahabat lo juga pengen lihat wajah cantik, dan damai milik lo," Akhir abiam. Berjalan keluar ruang inap liora.
"Kalian bertiga masuk aja sekalian, gue yang bakalan tanggung jawab," Ucap abiam setelah keluar dari ruangan liora.
...*****...
"Hai, ra, betah bangat tidurnya," Ucap amanda tersenyum paksa, pedih, syok itu lah yang ia rasakan.
"Bangun ya, ra, tidur nya jangan lama-lama," Tambah audrey dengan tatapan sendu. Duduk di kursi dekat brankas liora.
"Gue tahu, lo cewek kuat," Sambung keysa.
"Kita bakalan sering-sering jengukin lo ra!," Ujar keysa lagi.
Kini giliran johan dan sultan yang masuk ke ruangan liora.
Sultan duduk di kursi dekat brankas liora dengan tangan yang mengusap lembut butir air mata yang keluar dari mata gadis itu. Entah apa yang membuat gadis itu menangis dalam keadaan koma seperti ini.
"Hei, ara, lo gak kasihan sama sahabat-sahabat lo, sama gue, mereka nangis terus dari tadi, lo harus buka mata, gue gak tahu harus ngomong apa sama om arlon sama tante ariani nanti," Omel sultan mengusap rambut liora.
"Maafin gue, belum bisa jadi sahabat yang baik buat lo. Maafin gue gak bisa jagain lo," Ucap sultan menyeka air mata nya.
"Lo, kenapa nangis, pasti sakit bangat, bertahan ya!," Sahut sultan dengan tatapan sendu dan mata yang berkaca-kaca.
"Lo, yang sabar bro,"Johan mengusap punggung sultan.
"Biarin liora istirahat dulu," Sambungnya.
"Cepat pulih, ya, ra, kita tunggu," Ujar johan.
__ADS_1
..."Hari ini, kamu udah ngelakuin yang terbaik, I'm so proud of you!. Jangan pernah merasa kalau kamu gak berguna atau yang lainnya, ingat, kamu itu berharga"...
..._Johansyah Prayoga_...