
..."Jadi manfaat untuk sekitar, kalau belum bisa, jangan jadi beban"...
...-Astrid Rahadian Amanda_...
...---------" "---------...
Suasana kantin hari lebih ramai dari biasanya dikarenakan murid-murid SMA Cempaka Putih pada heboh dengan kedatangan liora dkk, jangan lupakan ana dan pricilla yang berjalan sejajar dengan liora.
Mereka menatap kagum pada dua murid baru itu, bagaimana tidak paras nya yang mempesona ditambah lagi hidung mancung dan wajah kebulean dan postur tubuh yang menjadi tipe para cowok di atas rata-rata dari kedua gadis itu, apalagi dua murid baru itu terlihat sangat dekat dengan liora sebagai primadona sekolah.
Cantik bangat sih murid barunya
Mereka teman liora ya?
Kok bisa dekat sih sama liora?
Gue jadi pengen masuk di circle nya liora cantik semua
Itulah beberapa ucapan-ucapan dari murid-murid yang ada di kantin.
"Kampungan bangat sih, kayak gak pernah lihat cewek cantik aja," Sinis pricilla----merasa risih dengan tatapan-tatapan dari murid-murid di kantin.
"Lebay bangat sih lo, gitu aja di permasalahin," Timpal amanda pada pricilla.
"Suka-suka gue lah, kenapa lo yang sewot," Semprot pricilla.
Sedari tadi kedua gadis ini tidak pernah berhenti berdebat disepanjang jalan di koridor selalu adu mulut tidak ada yang mau mengalah.
"Kita duduk dimana, ra?" Tanya ana.
"Duduk di atas tanah di bawah langit," Ujar amanda jengah.
"Nyaut mulu lo dari tadi," Lirik pricilla kesal ke arah amanda.
"Kalian mau makan atau mau adu mulut di sini?" Kesel liora yang sudah jengah sedari tadi mendengar kedua sahabatnya beradu mulut yang tiada henti.
"Makan!!" Ucap keduanya serempak.
"Kalian mau makan apa?" Tanya audrey.
"Gue salmon, burger sama mate de coca aja" Sahut pricilla.
Liora dkk hanya bisa melongo mendengar pesanan pricilla. Di kira ini restaurant amerika apa? Seenak jidatnya memesan makanan mahal seperti itu di kantin.
"Ngadi-ngadi nih anak, lo kira restaurant apa? Ini kantin sekolah ogeb," Sungut amanda menggelengkan kepalanya merasa heran dengan manusia jelmaan alien satu ini, gadis itu sudah kehabisan kesabarannya pada pricilla.
__ADS_1
"Cilla ini di sekolah loh," Ucap liora.
"Y-yaadeh gue samain aja sama kalian, ribet bangat pindah di sini," Celoteh pricilla.
"Tunggu disini ya, biar gue yang pesanin," Ucap audrey beranjak menuju ibu kantin.
"Nasi goreng sama air putih aja semuanya," Ujar liora.
Pengumuman.. Siswi atas nama Alana Liora Gantari, Astrid Rahadian Amanda, Adra Rainey Keysa, Dan Audrey Fathia Pelangi. Di harap segera ke ruang Bk.
Suara nyaring dari pak arsyid menggunakan mic seketika membuat murid-murid menegang, bukan karena takut, tetapi kaget, masalah yang kemarin di lapangan ternyata masih berlanjut sampai sekarang hingga ke ruang Bk.
Masalah apalagi yang akan terjadi jika liora dkk di panggil ke ruang Bk.
"Ra, kenapa lo di panggil ke ruang Bk?" Tanya ana penasaran.
"Gara-gara masalah kemarin," Sahut liora terlihat santai. Lalu ia melirik ke arah amanda dan keysa.
"Kita tunggu audrey dulu," Ucap nya pada kedua sahabatnya.
"Omg ra, di suruh sekolah malah bandel lo," Celetuk pricilla melototkan matanya.
"Sok tahu bangat lo," Timpal amanda menatap tajam pricilla.
"Ra, ayok ke kita ruang Bk," Ajak audrey datang dengan tangan kosong tanpa membawa nampan makanan. Karena terlalu buru-buru mendengar nama nya ikut di sebut.
...*****...
"Silahkan duduk," Ucap pak kepala sekolah.
Liora dkk langsung mendaratkan bokongnya pada kursi dalam ruang tersebut.
"Liora kamu tahu, kenapa saya memanggil kamu dan teman-temanmu ke sini?" Tanya pak kepala sekolah.
"Tahu pak," Sahut liora masih terlihat santai, tidak ada ketakutan sedikitpun di wajahnya.
"Baiklah, saya akan langsung saja menyelesaikan permasalahan ini," Ujar kepala sekolah.
"Liora, kenapa kamu membuat wajah amira babak belur kemarin, ada masalah apa kalian?" Tanya kepala sekolah.
"Saya cuman membela yang benar aja pak, gak mungkin saya biarin dan lihat aja dia ingin menjambak rambut sahabat saya," Jelas liora melirik amira yang tertunduk.
"Cuman kamu bilang!! Anak saya sampai babak belur dan masuk rumah sakit dengan santainya kamu bilang cuman," Emosi bunda amira menatap nyalang ke arah liora.
"Iya, anda keberatan?" Balas liora mengangkat sebelah alisnya.
__ADS_1
"Tidak punya sopan santun kamu, orangtua mu tidak mengajarkan sopan santun terhadap yang lebih tua?" Sentak bunda amira pada liora.
"Jaga ucapan anda, dan jangan coba-coba membentak saya," Ujar liora tersulut emosi.
"Selamat siang," Sapa arlon memasuki ruang bk bersama ariani.
"Ada apa ini?" Tanya arlon ketika baru saja duduk di kursi samping liora.
"P-paak arlon," Ujar ayah amira terlihat gelagapan.
Siapa yang tidak mengenal keluarga garcia, terutama arlon seorang konglomerat, pebisnis sukses yang memiliki beberapa perusahaan di berbagai negara dan kota. Arlon sengaja tidak menampakkan liora di berbagai media, ia tidak ingin putrinya kenapa-napa, bukan hanya itu liora sendiri juga yang melarang sang papa untuk tidak mempublish dirinya.
"Kenapa putri saya di bentak oleh wanita tidak jelas kayak dia," Tegas arlon menatap tajam bunda amira.
Mereka yang ada di ruangan itu menelan ludah susah payah, aura mencekam memenuhi ruangan tersebut.
"M-maaf pak, kita tidak bermaksud membesarkan masalah ini, kita bicarakan baik-baik," Ujar ayah amira berusaha menenangkan.
"Begini saja, liora dan amira tolong kalian saling meminta maaf karena di sini kalian berdua sama-sama bersalah," Ucap kepala sekolah.
"T-tapi pak, liora yang----"
Ucapan amira di potong oleh sang ayah. "Sudah amira, kamu minta maaf saja pada nak liora," Perintah sang ayah.
"Ck! Gue minta maaf," Pasrah amira yang tak bisa berbuat apa-apa.
"Hm, gue juga," Balas liora menatap malas ke arah amira.
...*****...
Liora dkk keluar di ruang bk bersama arlon serta ariani. Tatapan-tatapan kaget dan syok dari beberapa murid yang ada di koridor sana. Bagaimana tidak mereka baru mengetahui siapa liora sebenarnya dan dari keluarga mana gadis itu. Ternyata gadis itu adalah putri semata wayang dari seorang konglomerat pebisnis handal yang terkenal dengan kesuksesannya dalam membangun beberapa perusahaan di berbagai negara dan ibu kota.
Jadi, liora anak dari pengusaha terkenal?
Gak heran sih gue, di liat aja dari penampilan dan fashion nya emang sekaya itu.
Liora definisi sempurna, udah cantik, kaya, anak tunggal, pintar. Apasih yang kurang dari dia.
Gue jadi pengen di posisi liora. Pasti gak pernah merasa kekurangan
Biasa aja kali.
Beberapa bisik-bisik dari murid di sana terdengar jelas di telinga liora. Ia mengabaikan ucapan-ucapan tersebut. Bukan ia merasa bangga atau sombong.
"Papa balik ke kantor dulu, kamu jaga diri baik-baik," Pesan arlon pada sang anak.
__ADS_1
"Iya pah, papa sama mama hati-hati di jalan," Sahut liora seraya mencium punggung tangan kedua orangtua nya.