
..."Kalau ada yang lebih indah dari senja mungkin itu dia,"...
..._Alarick Zalman Maheer_...
...---------" "----------...
Liora melenggang pergi meninggalkan alarick sendirian di roftoop sekolah.
Bell masuk pun telah berbunyi tanda pelajaran selanjutnya akan dimulai.
Liora berjalan sendirian di koridor kelas tanpa memperdulikan tatapan-tatapan sinis dan nyinyir dari beberapa murid di sana.
"Ara," Panggil pricilla lalu berjalan keluar kelas ketika melihat liora berjalan melewati kelas mereka dan kelas alarick juga.
Liora menghentikan langkahnya berbalik badan pada sumber suara. "Apa?" Sahutnya.
"Nanti pulang bareng kita," Kata pricilla saat sudah berada di depan liora.
"Oke, samperin aja ke kelas gue nanti," Balas liora.
"Gue ke kelas dulu," Lanjutnya di angguki oleh kedua sahabat lama nya itu.
Ketika dia baru menginjakkan kakinya di depan pintu, tatapan yang dia dapatkan dari sahabatnya hanya tatapan datar bukan lagi tatapan ceria yang menyambutnya seperti biasa.
"Drey baiknya gak usah dibuat-buat dong tolong, carmuk nya bikin enek," Sindir amanda.
"Apasih mand, gue gak tahu gue diam," Sahut audrey gadis itu sebenarnya tidak paham apa yang di maksud amanda tidak paham atau memang lemot.
"Pura-pura gak tahu aja mand, mau ngeliat segimana jagonya dia main drama," Sambung salah satu teman sekelas nya.
"Mand, liora sahabat kita jangan berlebihan," Ujar keysa menutup buku yang sedang ia baca sedari tadi.
"Sahabat? Kalian aja kali gue sih enggak mau ya punya sahabat kayak dia," Sarkas amanda malas.
"Terserah lo," Pasrah keysa yang tak ingin berdebat dengan amanda.
...*****...
"Ayok Ra, pulang," Ajak sultan.
Liora menggeleng pelan. "Gue tungguin anna sama cilla dulu," Jawabnya.
"Gue temanin. Harus pulang bareng gue," Ujar sultan tak ingin di bantah.
"Okedeh," Liora menghela napas pelan.
"Dia bukan tuan putri, kayak bocah tau gak," Nyinyir amanda.
"Gila kali lo mand, dia sahabat kita loh," Audrey menggeleng heran.
"Diam!!" Sentak sultan sudah muak dengan kata-kata pedas yang amanda lontarkan untuk sahabat kecilnya sedari tadi.
Murid yang ada di kelas sontak terdiam membisu, begitupun amanda ia tak berani lagi mengeluarkan sepatah kata pun.
"Pulang, tunggu cilla sama anna di parkiran," Perintah sultan sedangkan liora hanya bisa pasrah ia tak berani membantah jika sultan sudah begini.
"Ara," Panggil anna dan cilla saat melihat liora keluar dari kelasnya.
__ADS_1
"Aduhh maaf ya, kita keluar kelasnya telat bangat, si pak botak itu sih ngajarnya kelamaan," Ngoceh pricilla seraya mengatur kestabilannya karena berlari.
"Yaudah kita pulang ya," Ujar liora lalu mengarahkan pandangannya pada ketiga sahabatnya yang berdiri di ambang pintu kelas.
"Gue minta maaf udah buat kalian kecewa," Liora menatap ketiga sahabatnya yang menatap dirinya datar.
"Tadi kan janjian pulang sama kita. Ra," Ucap anna heran saat sultan membukakan pintu mobil untuk liora.
Liora menatap sultan meminta persetujuan dari cowok itu.
"Oke, tapi gue ikutin kalian dari belakang," Final sultan menutup kembali pintu mobilnya.
Di kediaman keluarga Garcia..
"Hai tante," Sapa anna dan cilla hampir bersamaan.
"Oo hai, kalian kapan ke indonesia?" Tanya arani menyambut kedua gadis itu dengan lembut.
"Minggu lalu tante," Balas anna.
"Duduk dulu, atau kalian langsung ke kamar ara aja?" Tawar ariani tersenyum.
"Kamar ara aja tan," Sahut mereka berdua lalu melenggang pergi mengekori liora.
"Tan, Al langsung pulang ya," Pamit sultan menyalimi ariani yang tersenyum hangat kepadanya.
"Hati-hati, Al." Peringat ariani yang diangguki oleh sultan.
Di sisi lain...
Pulang sekolah tadi johan menyempatkan waktunya bermain di rumah alarick sebenarnya mereka bertiga dengan sultan tetapi cowok datar itu mengantar liora pulang terlebih dahulu sebelum ia bermain di rumah alarick.
"Di tempat biasa," Alarick memberitahu posisi ps miliknya kepada johan.
"Al, mama bawain cemilan nih," Ujar silvia membawa nampan berisi snack, kue kering, serta minuman.
Johan yang melihat beberapa aneka macam makanan itu matanya berbinar langsung menggapai nampan tersebut.
"Aduh, tante maaf ngerepotin, rezeki anak sholeh memang gak bakalan kemana," Ujar johan tak tahu malu memang.
"Ayok rick makan, jangan sungkan-sungkan anggap aja rumah sendiri," Cicitnya cengengesan. Seharusnya yang mengatakan itu alarick tuan rumahnya bukan malah dia sebagai tamu nya.
Silvia tertawa kecil. "Tante keluar dulu ya," Pamitnya di angguki oleh kedua anak muda itu.
"Si es kutub lama bener datangnya, kayak nungguin ayam bertelur," Dumel johan sembari bermain ps.
Beberapa menit kemudian sultan pun datang.
"Panjang umur lo, baru aja gue ghibahin," Ujar johan melihat sultan masuk ke kamar alarick tanpa satu kata pun.
"Gitar lo mana rick?" Tanya sultan duduk di sofa sebelah alarick.
Alarick menunjuk posisi ia simpan gitarnya.
"Gue mandi dulu, kalau kalian butuh apa-apa kasih tahu aja mama gue," Ujarnya bergegas pergi ke kamar mandi.
"Lo juga gak mandi bau asem," Tutur sultan pada johan yang sedari tadi tak berhenti mengunyah.
__ADS_1
Johan menghentikan aktivitas makannya mengarahkan pandangannya pada sultan. "Ada tiga hal yang tidak bisa dipaksakan, hati, takdir dan mandi bro." Sahutnya lalu tertawa.
"Mandi aja lo malas, pantas aja audrey gak mau sama lo," Sarkas sultan tertawa mengejek pada johan
"Musuh terbesar tetap di menangkan oleh boros dan rasa malas," Sahut johan kembali bermain ps.
"Debat gak jelas" Celetuk alarick baru saja keluar dari kamar mandi.
"Rick, laskaar pengen ke sini, lo izinin gak?" Tukas sultan meminta persetujuan dari tuan rumah.
"Boleh, sekalian biar rumah gue rame gak sepih kayak hatinya johan," Alarick terkikik geli mendapatkan pelototan dari johan.
"Oke," Balas sultan.
...*****...
"Assalamualaikum," Salam laskaar dkk memencet bell rumah alarick.
"Waalaikumussalam, Siapa ya?" Bingun silvia melihat kedatangan laskaar, rayyan, fajar dan andre.
"Kita temannya alarick tante," Ujar laskaar memberitahu agar silvia tidak salah paham.
"Silahkan masuk," Silvia menyuruh mereka masuk dengan suara lembut.
"Al, teman-teman kamu datang nih," Panggil silvia.
"Woii bro," Sapa laskaar dkk pada alarick johan dan sultan mereka bertos ala laki-laki.
"Gue juga dong main ps," Ujar rayyan mengambil stick ps samping johan.
"Gass lah, kita duel," Sahut johan, kalau sudah bertemu dengan manusia sesama prik gini cepat akrab jadinya tidak ada rasa canggung sedikitpun.
"Kalian tahu aja kalau gue lagi laper," Fajar mengambil makanan di nampan dekat johan. Tidak ada rasa malu sedikitpun baginya jika sudah menyangkut tentang makanan.
"Main serobot aja lo," Celetuk andre duduk di samping laskaar.
"Kita ke ruangan sebelah aja biar bebas tidur, bermain, mengotori juga gak-papa di ruangan sebelah." Intruksi alarick berjalan terlebih dahulu diikuti oleh teman-temannya.
Sesampainya di ruangan yang di bilang tadi mereka jadi bebas bergerak, tidur pun bebas, karena di sana sudah di sediakan dua sofa, kasur berukuran lebar, dan beberapa gitar dan game lainnya di ruangan itu. Dulu ruangan itu sengaja di bangun oleh riko---papa alarick karena ia tahu anaknya sangat menyukai musik, melukis dan game-game lainnya. Walaupun alarick tidak pernah menampilkan bakat-bakatnya dalam hal tersebut.
"Gimana hubungan lo sama ara," Laskaar bertanya sembari duduk di sofa.
Suasana jadi hening seketika saat laskaar melontarkan pertanyaan itu.
"Hubungan dia sama liora lagi gak sehat," Johan yang menyahut bukan alarick.
"Loh kenapa?" Rayyan menghentikan main game nya.
"Biasalah dalam suatu hubungan kan pasti ada orang ketiga, kalau bukan orang ketiga yang pastinya masa lalu hadir" Jelas johan.
"Bentar-bentar, maksud lo?" Laskaar mengernyitkan dahinya bingung.
"Ellard ada di indonesia," Pungkas sultan.
"H-haaah," Kaget rayyan, andre dan fajar bersamaan, bagaimana mereka tidak kaget, mereka aja tahu tentang hubungan liora dan ellard karena dari dulu mereka sudah sahabatan dengan laskaar, jadi mereka tahu tentang liora juga mereka pun dekat dengan liora meski tak sedekat sultan dan laskaar.
"Si burung elang ternyata masih hidup gue kira udah meninggoy," Ujar rayyan yang mendapat gelak tawa dari teman-temannya.
__ADS_1
"Nama orang yang bagus, lo ubah seenaknya," Serobot andre menggeleng pelan.
"Awal mula masalahnya gimana, jelasin yang detail dong," Cicit fajar penasaran. Jiwa emak-emak kompleksnya keluar jika sudah begini.