
..."Kamu menjadi satu dari sekian banyaknya manusia, yang membuatku menitip rasa, tanpa tahu caranya berhenti hingga detik ini"...
..._Alarick Zalman Maheer_...
...--------" "--------...
Pagi hari liora telah siap dengan seragam sekolah favoritnya ia sengaja mengikat rambut nya saat berangkat ke sekolah, karena biasanya gadis ini selalu menggerai indah rambutnya ketika ke sekolah. Entah kenapa hari ini ia ingin mengubah penampilannya. Bosan juga dia jika rambut terus-terusan di gerai, gerah yang ia rasakan.
Gadis itu melihat cermin menatap setiap inci tubuh dan wajahnya. Perfect menurutnya, dengan memakai make up tipis, dan bibir yang merah alami seperti buah ceri.
Ia turun dari tangga dengan wajah yang berseri, menyapa beberapa pembantu yang bekerja di rumahnya sangat ramah.
"Pagi mama, papa," Sapa nya tersenyum manis lalu duduk di kursi meja makan.
"Tumben bangat ceria gini," Ariani menyelidik sang anak.
"Dada nya udah gak sakit lagi, ara?" Tanya arlon menghentikan aktivitas makannya.
"Gak, pah," Jawab liora.----Arlon hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
"Pah, ara hari ini berangkat sendiri ya, pake mobil," Ujar liora memberitahu arlon agar di beri izin.
"Gak boleh, kamu berangkat dan pulang sekolah bareng sultan, sebentar lagi dia datang menjemput kamu," Kata arlon setelah selesai makan.
"Tapi, pah----"
"Gak ada tapi-tapian ara, keselamatan kamu lebih penting," Ujar arlon menatap sang anak.
"Iyadeh," Balas liora pasrah.
...*****...
"Silahkan keluar tuan putri," Ujar sultan membukakan pintu mobil untuk liora.
"Terimakasih, babu gue," Balas liora tersenyum menjengkelkan.
"Dasar, udah dibaikin malah ngelunjak, untung gue sayang," Celetuk sultan.
Brummm-brummm.. Suara derup motor memasuki area parkiran, siapa lagi kalau bukan alarick dan johan.
Liora dan sultan menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke arah alarcik dan johan.
"Hai, gimana udah mendingan?" Tanya alarick selesai memarkirkan motornnya.
"Udah," Balas liora tersenyum ke arah alarick.
"Udah gak marah lagi nih, sama aku?" Ucap liora.
"Aku gak bisa marah, lama-lama sama kamu ra," Sahut alarick mengacak gemas rambut liora.
"Ehmm, harap pagi-pagi jangan menebar kebucinan di depan saya, jiwa jomblo gue menangis melihat ini," Celoteh johan.
"Makanya cari pacar, han," Celetuk sultan.
"Si audrey gak mau, padahal gue ganteng," Ucap johan memasang wajah memelas.
"Ganteng aja gak cukup buat cewek, han," Kata liora.
__ADS_1
"Makanya, bantuin gue dong ra, buat deketin audrey, susah bangat dekatin cewek batu kayak dia," Imbuh johan.
"Rambutnya jangan di ikat," Bisik alarick pada liora sembari melepas ikat rambut liora. Yang membuat buluk kuduk gadis itu merinding.
"Kenapa?"
"Aku gak mau sampai cowok-cowok lain lihat leher kamu, aku gak mau berbagi sama mereka, semua yang ada di kamu punya aku-----" Jelas alarick menatap liora.
"Suatu hari jika kita masih bersama seperti sekarang," Lanjut alarick.
Kring-krng-kring..
Bunyi bell pelajaran pertama masuk.
Suara riuh murid-murid kelas liora, mereka pada heboh saling berbicara satu sama lain, topik pembicaraan mereka kali ini tentang murid baru yang akan bersekolah di SMA Cempaka putih ini.
"Gayss, kira-kira siapa ya, murid baru yang masuk di sekolah kita?" Tanya audrey pada ketiga sahabatnya.
"Nanti gue tanya ke kepala sekolah," Ujar amanda jengah.
"Emang lo berani mand?" Audrey menyahut.
"Ya gak lah, emang gue bestiean sama kepala sekolah,"
"Lah, barusan katanya----"
"Terserah lo deh drey, capek gue ngomong sama lo, udah tahu kita sama-sama gak tahu siapa murid baru nya, malah nanya lagi," Serobot amanda----kesabaran gadis ini benar-benar setipis tisu.
"Assalamualaikum anak-anak," Sapa pak doni wali kelas X-MIPA 1
"Waalaikumussalam, pak," Balas murid serempak.
"Silahkan masuk, Ellard Cedric Raymond," Ujar pak dion.
Deg.
Liora menahan nafas, meneguk ludah susah payah, badannya terasa gemetar, gadis itu melirik sultan dan sultan juga melirik nya. Sultan hanya bisa menggelengkan kepalanya seakan menenangkan liora.
"Gak mungkin, kenapa El bisa kembali ke indonesia," Ucap nya dalam hati. Sembari menatap ellard yang juga tengah menatapnya dengan tersenyum manis.
"Ra, lo kenapa?" Tanya audrey melihat raut wajah panik dari liora.
"G-guee gak papa," Balas liora mencoba menetralkan degup jantungnya yang serasa cepat berdetak.
"Nama gue Ellard Cedric Raymond pindahan dari amerika," Ucap ellard dengan wajah datar tanpa ekspresi sedikitpun. Pandangannya tak putus memandang liora.
"Oke, kalau begitu, kamu duduk di bangku kosong samping sultan," Instruksi pak doni.
Ellard berjalan mendekat ke bangku sultan menyeringai menatap sultan yang juga menatap tajam dirinya.
"Apa kabar?" Tanya ellard santai pada sultan yang enggan menatapnya.
"Lo kenapa bisa pindah ke indonesia?" Tanya sultan melirik tajam ellard.
"Gue mau ketemu liora," Balas ellard sembari melirik liora.
"Lo kenal sama cowok itu," Audrey lagi-lagi bertanya.
__ADS_1
"Gak," Sahut liora singkat.
"Bukannya murid baru ada tiga, kok cuman satu," Ujar amanda pada keysa.
"Mungkin dua orang masuk di kelas lain," Ucap keysa.
Bell istirahat telah berbunyi, waktu yang telah di nantikan oleh semua murid telah tiba. Murid berhamburan keluar kelas.
"Ngantin yuk," Ajak amanda pada ketiga sahabatnya.
"Yuk," Sahut ketiga sahabatnya.
"Lo mau kemana," Tanya sultan mencegah ellard yang ingin menghampiri liora.
"Samperin ara," Sahut ellard menoleh pada sultan.
"Ara udah punya pacar, lo jangan gangguin dia lagi," Peringat sultan masih terlihat santai.
"Gak ada yang bisa miliki liora selain gue!!" Desis ellard menatap tajam sultan.
Sultan bingung harus berbuat apa sekarang, jika dia terus-terusa menghalangi ellard, maka cowok itu akan semakin nekat, ia tahu ellard adalah pacar liora--dulu tapi sekarang sudah tidak lagi. Ia juga sangat tahu ellard tulus mencintai liora apapun akan laki-laki itu lakukan demi liora seperti mengikuti kata arlon---papa liora. Dulu arlon sangat menentang keras hubungan liora dan ellard sampai-sampai arlon membawa liora pindah ke indonesia agar anaknya tidak melanjutkan hubungannya dengan ellard.
...*****...
"Ara!!! Panggil dari kedua gadis di ujung koridor kelas, memanggil liora dengan wajah berbinar. Ketika melihat liora berjalan di koridor menuju kantin.
"Pricilla, Ana," Gumam liora mengernyitkan dahinya pada kedua gadis itu, tentu ia tahu siapa kedua gadis itu, mereka adalah sahabat liora di amerika. Ternyata murid baru yang di maksud itu adalah pricilla, ana dan ellard orang yang sangat liora kenal sejak dulu.
"I miss you, ara," Ujar ana memeluk liora begitupun pricilla.
"Ternyata murid baru nya kalian?" Liora memincingkan matanya.
"Iya, ra, Hebat kan kita bisa pindah ke indonesia," Imbuh pricilla.
"Kenapa gak ngasih tahu gue," Liora melototkan matanya.
"Kan suprise ra," Balas ana lalu melirik satu persatu audrey, amanda dan keysa yang berada di samping liora.
"Mereka siapa, ra? Tanya ana. Menatap intens ketiga gadis di samping liora.
"Mereka sahabat gue," Balas liora tersenyum.
"What!! Gue gak salah dengar nih?" Celetuk pricilla.
"Kenapa emangnya? Salah kalau liora sahabatan sama kita," Semprot amanda.
"Maybe," Balas pricilla mengedihkan bahunya acuh.
"Wah, cari masalah nih cewek," Sungut amanda tak terima.
"Ngapain sih, kalian itu sahabat-sahabat gue, gak ada bedanya, okeey," Lerai liora menatap sahabat-sahabatnya.
"Kalian masuk di kelas mana?" Tanya liora.
"Di kelas MIPA-3," Jawab ana.
"Berarti di kelasnya alarick dong, ra," Imbuh audrey pada liora.
__ADS_1
"Alarick siapa?" Tanya pricilla menaikkan sebelah alisnya