Distilasi Alkena

Distilasi Alkena
Bab 31. Pecah, lalu berserakan


__ADS_3

..."Terlalu sering mengalah, pada akhirnya akan membuatmu benar-benar kalah. Di mulai dari rasa tak di hargai hingga akhirnya di tinggal pergi"...


..._Alarick Zalman Maheer_...


...----------" "---------...


Aku pernah berharap begitu kuat, mencintai dengan begitu hebat, lalu kemudian luka sedikit, hatiku pecah.


Pernahkah kamu mengalami apa yang di tulis di atas? Jatuh cinta yang begitu hebatnya kepada seseorang, kamu serahkan segala angan-angan tentang kebaikan di tangannya. Kamu cintai dia dengan begitu benar, begitu baik, dan begitu tulus.


Lalu sebuah luka kecil menyentilmu dan kemudian hatimu. "pecah". Isinya tumpah, butir-butirnya yang bak pasir jatuh berserakan. Beberapa berhasil kamu kumpulkan, tetapi sebagian besarnya hilang tak terselamatkan.


Alarick berjalan meninggalkan liora dan lainnya yang masih terdiam memandangi punggung lebar cowok pemilik wajah menyenangkan itu. dengan mata yang sudah mulai memerah, menahan bulir air mata yang ingin turun di pipinya.


"Untung hati alarick buatan tuhan, jadi gak mudah rapuh, coba kalau buatan manusia, pasti udah retak semua," Kata johan langsung di depan liora yang masih terdiam tak bergeming sedikitpun.


Laki-laki itu bergegas berlari menghampiri alarick yang sudah berada di parkiran sekolah. Ia menepuk bahu sahabatnya, lalu berkata.


"Semesta hanya menjadikan kita objek, dalam skenarionya. Setidaknya pertemuan adalah ingatan menyertai. Belajar dari masalah lo sekarang, jangan terlalu menyimpan harapan sama manusia----"


Alarick menghentikan pergerakannya ingin memakai helm kemudian menoleh ke arah sultan. Cowok itu masih terdiam menunggu lanjutan dari perkataan sahabatnya.


"Nyaman itu jebakan, rick," Lanjut johan kemudian menaiki motor miliknya.


Cowok pemilik wajah menyenangkan itu hanya bisa mengangguk tanda mengerti maksud dari perkataan sultan barusan. Kemudian mereka berdua melenggang pergi mengendarai kuda besinya masing-masing.


Di jalan besar kota jakarta terlihat beberapa kendaraan sangat ramai berlalu lalang,di jalanan kota besar itu, tempat yang selalu membuat candu untuk merindu itulah kata yang tepat untuk kota jakarta. Seorang gadis berjacket memandangi keindahan jalanan di sana lewat kaca jendela mobil, ia duduk di samping kursi pengemudi.


"Jakarta, aku titip hati ya, kalau dia bandel gak papa, asal jangan bikin dia pergi," Katanya dalam hati.


"Ra, gimana menurut lo, tentang kota jakarta?" Sultan berusaha mencairkan suasana hening di antara mereka dalam mobil, bukan, bukan hanya itu, dia juga berusaha menghibur sahabat kecil di sampingnya ini.


Gadis itu sontak menoleh, kemudian menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman kecil. "Jakarta, kota yang nyebelin tapi ngangenin," Sahut gadis berjacket itu.

__ADS_1


"Menurut lo pribadi gimana?" Liora kembali bertanya pada objek di sampingnya.


"Setiap titik di kota ini, adalah cinta. Bukan kah begitu jakarta?" Pungkasnya seakan kota yang ia sebut barusan adalah makhluk hidup.


"hahaha," Suara tawa liora menutup suasana hening tadi.


"Jangan sedih lagi ya, ra, harus tetap tersenyum dan tertawa seperti ini terus," Ucap johan sembari menoleh pada liora sembari menyetir.


Liora seketika menghentikan tawanya, menaikan sebelah alisnya bertanya. Ia tidak paham maksud dari sang empu.


"Kenapa? Bukankah manusia tidak lepas dari kata sedih dan tawa," Jelas nya pada sultan.


"Maksud gue, jangan sedih, nanti sulit tidur, kalau lo sulit tidur nanti lo bisa sakit, kalau lo-----"


Liora langsung memotong ucapan cowok di sampingnya ini, "Bawel, celoteh lo terlalu banyak," Terang gadis itu. Sultan terdiam, menghela napas kasar. Harus banyak-banyak bersabar jika bersama liora, apapun yang di katakannya selalu saja di bantah oleh gadis ini. Keras kepala memang.


...*****...


"Waalaikumussalam, eh ada keysa dan amanda," Ujar mami audrey.


"Apa kabar tante?" Sapa keysa kemudian menyalim punggung tangan maminya audrey.


"Baik dong, key," Balas mami nya audrey.


"Kita boleh kan nginap di sini tante?" Tanya amanda.


Kedua gadis itu waktu pulang sekolah tadi, sudah pulang ke rumahnya masing-masing diantar audrey terlebih dahulu, tujuan mengambil pakaian santai, untuk mereka pakai di rumah audrey.


"Boleh, jangan sungkan-sungkan tidur di rumah ini. Lagian gak ada orang juga tante malah senang ada kalian. Jadi tante dan audrey gak kesepian lagi," Ucap maminya audrey panjang.


"Kita ke kamar dulu mih," Ucap audrey berlalu pergi. Dan di ikuti oleh keysa dan amanda yang berjalan mengekori dirinya.


"Capek gak sih, kita seharian sekolah," Keluh amanda, duduk di sofa di sisi kiri kamar audrey.

__ADS_1


"Namanya juga sekolah mand, pasti menguras tenaga," Balas audrey. Kemudian memasuki ruang ganti di kamarnya.


"Nikah aja lo, kalau gak mau capek sekolah," Celetuk keysa menatap jengah ke arah amanda.


"Gayss, jujur aja sih, cowok kayak alarick itu jarang loh," Ujar audrey keluar dari ruang ganti.


"Kenapa bisa jarang?" Bingung amanda. Menghentikan aktivitas menarik ulur beranda sosmed di handphonenn


"Alarick itu paket lengkap, tapi ada kurangnya sedikit," Ucap audrey ragu. Kemudian mendaratkan bokongnya di kasur empuknya.


"Jangan cari yang cuman modal ganteng doang, drey. Tapi cari laki-laki yang wawasannya luas, yang bisa ngertiin kamu, yang peka dalam hal apapun, selalu sigap sama kamu, ngelindungi kamu, yang paling penting bisa bikin kamu bahagia setiap saat it's small thing but a lot of people need it," Terang keysa berucap panjang.


Kedua sahabatnya hanya bisa melongo mendengar ucapan panjang dari dirinya. Mengapa tidak, dia yang biasanya irit berbicara, muka datar, cuman bisa ngomong satu dua kata saja ketika bersama dengan sahabat-sahabatnya. Tidak ada angin tidak ada hujan gadis itu berbicara panjang seperti ini. Ini moment langka bangat sih menurut kedua sahabatnya itu.


"Lo bisa bicara panjang lebar juga key," Cicit amanda pelan.


"Gue kira, pita suara lo rusak, selama ini gak pernah bicara panjang gitu," Tambah gadis bermulut cabe itu.


Keysa memutar bola matanya malas.


"Tapi, gue penasaran nih sama lo key," Jujur audrey.


"Kenapa?" Tanya keysa singkat.


"Lo kenapasih, suka bangat menyendiri, gak banyak bicara, kayak kulkas berjalan," Tanya audrey.


"Iya sih, suka bangat, sepi kayak lagi ujian nasional, gue mah gak betah," Timpal amanda pada keysa.


"Kalau lo gimana? Kenapa suka bangat rame-rame, berisik bangat kayak lagi demo, gue mah gak betah," Balas keysa tak kalah pedas dari amanda.


Skakmat gadis itu langsung kicep di tempat, menelan ludah. Tidak ada balasan lagi dari nya. Ia lebih memilih diam dari pada berbicara dengan manusia satu ini bisa-bisa membuat darahnya mendidih.


"Sshhh, kata-kata lo pedas bangat key," Audrey meringis pelan.

__ADS_1


__ADS_2