Distilasi Alkena

Distilasi Alkena
Bab 20. Latihan Basket


__ADS_3

Hari ini anak basket SMA Cempaka Putih mengadakan latihan basket karena sebentar lagi mereka akan menghadapi lomba antar sekolah dan lomba tersebut diadakan di SMA Mereka sendiri.


Alarick kembali ke lapangan untuk latihan basket bersama tim nya di sana ada abiam juga karena laki-laki itu sebagai kapten basket di sekolah.


"Rick, cepat woee," Panggil Johan.


"Ayok mulai latihannya," Ujar abiam berdiri di tengah lapangan basket.


"Mir, itu bukannya cowok yang tadi ya?," Amalia memicingkan matanya ke arah lapangan basket.


"Eh uy kita kelapangan yuk!," Ajak nada kepada teman-teman nya


"Yuk," Ucap amira dan sisi


"Lo gimana kia, mau ikut?," Tanya nada


Kia pun berpikir sebenarnya dia sangat malas membuang-buang waktu seperti ini tapi mau gimana lagi dia harus mengikuti keempat teman gesrek nya itu, nama gengnya doang ratu bullying, primadona sekolah, tapi sikapnya malu-maluin.


"Woi ditanya malah ngelamun lo!," Ucap sisi


"Emm yaudah gue ikut, sebentar," Kia mengambil sebotol air minum di dalam tas nya


"Eh Kia, lo bawa apaan kelapangan?," Tanya nada


"Air minum lah," Sinis tazkia memutar bola matanya.


"Wee lo kira lapangan buat tempat cucurak apa?," Ucap sisi


"Buat cowok gue," Teman-teman kia yang mendengar itu langsung kaget.


"Hah?,"


"Lo ga sakit kan kia?,"


"Bau-bau pj ni,"


"Apaan sih lo semua! ini tuh suruh bunda," Ucap kia kesal


"Yaelah tinggal ngaku aja susah banget," Ucap nada menggoda


"Serah dah,"


tazkia pun berjalan lebih dulu meninggalkan teman-teman nya


"Iya tau yang mau ketemu pacar," Ucap sisi menggoda


"Lo ngomong sekali lagi ke gitu gue marah sama lo," Kesal tazkia


Setelah itu mereka diam karena takut kia marah padahal di geng mereka amira yang menjadi ketua tapi kenapa mereka takut pada kia.


Amirapun pergi ke kantin membeli air minum untuk alarick.

__ADS_1


...*****...


Sesampainya dilapangan mereka langsung duduk di tempat yang sudah disediakan.


kelima gadis itu dan tim chillders berteriak histeris karena melihat tim basket yang ganteng nya ga ke tulung


"Ih sumpah keren banget alarick mainnya," Ucap nada kagum.


"Iya gila suka banget gue," Sambung amalia.


"Keren abis boy," Ucap sisi.


"Dih apaan sih mereka alay banget," Batin kia


"Kia liat deh keren banget ya mereka," Ucap amalia


"B aja," Ucap kia tanpa minat memuji.


"Hmm serah dah,"


...*****...


Setelah setengah jam mereka melihat anak basket latihan akhirnya anak basket pun dipersilahkan untuk istirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan kembali


Amira yang melihat alarick sedang duduk dipinggir lapangan pun langsung menghampiri nya


"Eh mir lo mau kemana?," Tanya sisi


"Kasih alarick minum," Balas amira


"Eh ada eneng cantik,mau kemana neng?," Ucap johan dan hanya dibales dengan senyum paksaan saja


"Gue mau ke alarick,btw alarick nya mana ya?," Tanya amira kepada johan dan sultan


"Oh si alarick lagi diruang ganti," Ucap Johan polos


"Oke thankyou,"


"Lo, siapanya alarick?," Tanya sultan menyelidik.


"Calon pacar,"Jawab amira percaya diri.


Tanpa mereka sadari ternyata ada abiam yang mendengar pembicaraan tersebut. abiam mengerutkan keningnya apakah alarick sudah putus dengan liora. Atau mungkin amira yang terlalu percaya diri. Karena ia tahu bagaimana sikap amira.


Amira pun pergi meninggalkan sultan dan johan, menemui alarick.


abiam tak tinggal diam, laki-laki itu diam-diam mengikuti langkah amira.


Amira menunggu alarick didepan ruang ganti dan tak lama kemudian ada seorang lelaki berbadan tinggi, bermata coklat, wangi sedang memegangi handuk.


Amira pun merasa ada seseorang yang keluar dari ruangan itu langsung melihat ke arah itu.

__ADS_1


"Eh alarick," Panggil amira


"Kenapa, lo ngapain ke sini?," Tanya alarick menaikkan sebelah alisnya.


"Ini tadi gue beliin air minum buat lo," Ucap amira sambil memberikan sebotol air mineral, lalu alarick pun mengambil nya.


"Makasih," Ucap alarick, ia ingin menolak tapi ia menghargai pemberian amira.


"Sama-sama," Balas amira tersenyum senang.


"Lo,tim chillders?," Tanya alarick


"Iya," Ucap amira dan ternyata di balik tembok ada abiam yang sedang merekam mereka.


"Apa'an, lo! ," Alarick kesal menghempaskan tiba-tiba tangan amira yang melap ngeringat di pelipisnya.


"Aduh, maaf, gue reflek," Ujar amira menahan malu


Amira langsung bergegas pergi meninggalkan alarick.


...*****...


"Happy mother's day mami," Ucap audrey membawa kue dan satu paperbag berwarna coklat.


"Sayang, terimakasih," Balas mami nya mencium pipi audrey.


"Tiup lilinnya mih," Audrey mendekatkan kue pada mami nya.


"Make a wash dulu, tan," Ujar amanda pelan.


Setelah selesai berdoa maminya audrey langsung meniup lilin dari kue tadi.


"Terimakasih amanda," Ujar maminya audrey tersenyum ramah pada amanda. Gadis itu hanya menjawab dengan tersenyum. Ada rasa sesak yang amanda rasakan ketika melihat moment mengharukan antara anak dan ibu di hadapannya ini.


"Tahan mand, lo gak boleh nangis," Ucap amanda dalam hati lalu menghela nafas pelan.


"Amanda sini, kita makan bareng," Ajak mami nya audrey.


"Iya tante," Balas amanda berjalan ke arah audrey dan mami nya.


...*****...


"Al, mana katanya, mau ajak ara ke sini," Nyokap sultan menagih janji.


"Al, lupa," Ucap sultan.


"Ara juga kan baru aja siuman, belum bisa terlalu banyak keluar rumah," Lanjutnya lagi.


"Ya sudah, besok anterin mama ke rumah liora," Balas mamanya.


"Siap," Sahut sultan.

__ADS_1


..."Keluargaku gak seharmonis keluargamu, ada banyak trauma yang aku dapat dalam bangunan yang biasa di sebut rumah itu"...


..._Alarick Zalman Maheer_...


__ADS_2