Distilasi Alkena

Distilasi Alkena
Bab 33. Distilasi Alkena


__ADS_3

..."Izinkan aku rehat sebentar, aku benar-benar penat dalam semua hal"...


..._Alarick Zalman Maheer_...


...---------" "----------...


"Audrey lo udah suka sama gue gak?" Johan tersenyum menggoda ke arah audrey.


Gadis dengan jacket yang terbalut di tubuhnya itu hanya bisa tertawa rikuh lalu menjawab. "Belum," Ujarnya.


"Yaudah kalau lo sudah suka sama gue, bilang ya!" Pungkas johan lagi.


"Kalau lo sendiri gimana?" Audrey kembali bertanya pada johan.


Gantian cowok berhumor receh itu yang tertawa. "Belum juga," Balasnya walaupun kenyataanya ia sudah lebih dulu menyukai gadis batu itu. Tapi demi menyelamatkan hatinya ia terpaksa menjawb seperti barusan.


"Yaudah, nanti kalau lo sudah suka bilangnya setelah gue yang bilang suka ke lo duluan ya," Lagi-lagi cowok itu dengan rasa percaya diri mengungkapkan hal yang mungkin sebenarnya tidak akan terjadi.


"Ck! Jadian aja lo berdua, harus tunggu uban lo pada tumbuh baru pacaran gitu," Celetuk amanda malas melihat kedua manusia berbeda gender itu.


"Gak kerasa ya, bentar lagi kita naik kelas. Besok siap-siap aja otak kita harus berperang dengan soal-soal ujian semester," Johan mengalihkan pembicaraan.


"Gue malas belajar ujian besok. Tinggal nyontek aja sama keysa, ya gak key," Amanda menaikan alisnya pada keysa yang menatapnya datar.


"Btw, rick lo kenapa diam mulu?" Audrey mengarahkan pandangannya ke arah alarick yang tengah terdiam menatap lurus arah pintu masuk kantin.


Mereka berlima mengikuti arah pandang cowok pemilik wajah menyenangkan itu. Kemudian mereka saling pandang satu sama lain kembali memandang objek tadi.


"Liora kok sama si cowok nyebelin itu sih," Audrey bertanya sembari terus memandang kedua orang itu yang sedang berjalan menuju kantin.


"Rick, kok lo diam aja sih?" Kesal amanda.


"Lo gak apa-apa?" Sultan menyiku lengan alarick.


Alarick tersenyum kemudian menoleh ke arah sultan. "Gue gak apa-apa, biarin ara bebas ngelakuin apapun yang dia mau, selagi itu bisa buat dia bahagia, gue ikut bahagia," Tutur alarick menahan sesak, mengepalkan tangannya kuat-kuat.


Dih gue kira liora cukup sama satu cowok ternyata gak

__ADS_1


Mentang-mentang cantik jadi seenaknya


Kalau gue jadi alarick putusin aja di depan umum biar dia malu


Ku kira mahal ternyata murahan


Bisik-bisik murid di kantin seraya menatap jijik dan remeh ke arah liora dan ellard yang berjalan berdua tanpa memperdulikan orang-orang di sekitar mereka.


Mereka terus memperhatikan setiap aktivitas liora dan ellard di meja paling ujung di kantin sekolah. Liora diam-diam melirik ke arah teman-temannya, ia meringis mendapatkan tatapan tajam dari ketiga sahabatnya.


"Maafin gue, gue bingung harus ngelakuin apa, gue terpaksa," Ujarnya dalam hati.


"Mau makan apa?" Ellard bertanya lembut.


"Terserah kamu," Balas liora cuek.


"Yaudah aku pesan dulu ya, kamu tunggu disini," Ujar ellard mengusap pelan rambut liora. Lalu melenggang pergi.


Beberapa detik kemudian makanannya datang.


"Mau aku suapin?" Tawar ellard.


"Aaaa, buka mulutnya. Ra," Ellard menyuapi liora, gadis itu tidak bisa berkata-kata lagi. Ia ingin menolak tetapi bayang-bayang ucapan ellard kemarin kembali membuatnya tak berkutik, tidak bisa melakukan apa-apa selain mengikuti kemauan cowok gila ini.


Liora membuka mulutnya langsung melahap suapan dari ellard. Ia tidak munafik sebenarnya ia juga menginginkan hal ini setelah sekian lama tidak diperlakukan lagi seperti ini oleh ellard.


"Aku jadi ke ingat dulu," Ellard sengaja berujar seperti itu agar liora bisa kembali mengingat moment mereka dulu.


"Gila, si liora malah ngeladenin tuh cowok," Geram audrey menggeleng heran.


"Makin lo biarin, makin ngelunjak tuh cowok, rick," Adu amanda menoleh pada alarick.


Cowok itu sedari tadi tidak mengindahkan pandangannya ke ara meja liora.


"Gerak lah rick, lo bukan adonan donat yang diem doang bisa berkembang, kalau lo diam terus masalah lo sama liora bakalan makin panjang," Desak johan sudah sangat marah melihat kelakuan ellard pada liora.


"Terlalu sering memaafkan ternyata sebuah kesalahan ya," Alarick tersenyum hambar. Mengarahkan pandangannya ke sembarang arah, tidak ingin berlama-lama melihat hal yang menyakitkan itu.

__ADS_1


"Jangan rusak pikiran lo, untuk dia yang tertawa lepas tanpa beban setelah melukai lo," Timpal johan menepuk dua kali bahu alarick.


"Mand, lo mau kemana?" Keysa tampak bingung begitupun keempat temannya.


"Gue mau basmi habis kuman-kuman di sekolah," Cicit amanda sudah tidak bisa bersabar lagi.


Braakkk....


Semua murid mengarahkan pandangannya pada sumber suara di kantin. Itu suara meja tempat liora dan ellard duduk tadi. Tentu saja pelakunya adalah amanda yang menggebrak kuat meja kantin, gadis itu tidak ingin tinggal diam saja ketika orang yang sudah ia anggap sebagai teman di sakiti begitu saja. Ya, ia sudah menganggap alarick sebagai teman, malah kayak saudara bagi dia atau mungkin ada sesuatu yang tidak teman-temannya ketahui apa yang telah disembunyiin oleh amanda.


Kita lanjut alur selanjutnya...


"Mand, lo kenapa?" Liora mengernyitkan dahinya bingung.


"Lo nanya kenapa? Gak habis pikir gue sama lo. Ra," Amanda menggeleng heran menepuk-nepukan tanganya seraya terkekeh pelan.


"Apa-apa'an lo," Ellard menggeram marah.


"Lo, yang apa-apa'an. Gak punya harga diri lo, udah tahu liora punya cowok, cewek udah habis di bumi ini hah!" Celetuk amanda manatap nyalang ke arah ellard.


"Jaga ucapan lo," Desis ellard.


"Kenapa? Ucapan gue benar kan, murahan bangat lo jadi cowok,"


Amanda kembali menatap liora memajukan langkahnya ke arah liora. Lalu menampar gadis itu tanpa ada keraguan sedikitpun darinya. Ia pikir liora pantas mendapatkan itu meski tidak sebanding dengan rasa sakit yang alarick rasakan.


Wajah liora tertoleh ke samping karena tamparan keras dari sahabatnya itu. Ia memegang pipinya yang terasa panas. Ia kaget tidak pernah melihat sosok amanda yang seperti ini biasanya. hari ini amanda yang ada di depannya sangat berbeda dengan amanda yang ia kenal selama ini.


"Dan lo, walaupun lo sahabat gue, bukan berarti gue bakalan membenarkan perlakuan lo terhadap alarick, lo punya otak gak!" Amanda sudah benar-benar kehabisan kesabaran lagi.


Semua murid di kantin menatap tak percaya terhadap apa yang di lakukan amanda barusan. Ternyata gadis itu cukup berani juga.


"Lo gak punya hak, nampar gue, emangnya lo siapanya alarick hah?!" Liora menatap tajam amanda. Wajah gadis itu sudah memerah.


Amanda mengukir senyum miring. "Gue sepupu nya alarick, kenapa? Gue gak terima lo nyakitin sepupu gue tanpa merasa bersalah sedikitpun," Pungkas amanda.


"Lo sama ellard itu sama aja, sama gak ada harga dirinya, murahan tahu gak," Timpal amanda mendorong pelan liora menggunakan jari telunjuknya.

__ADS_1


"Gue gak murahan amanda!!" Sentak liora tak terima dengan penuturan amanda.


__ADS_2