Distilasi Alkena

Distilasi Alkena
Bab 16. Seikhlas Awan Mencintai Hujan


__ADS_3

Menjadi saksi nyata indahnya masa remaja di kehidupan metropolis. Keindahan yang tak dimengerti dari sudut pandang anak muda saat ini. Kenapa bisa muncul dan menindih jiwa mereka. Sehingga seolah-olah mereka hanya didaulat hidup untuk saat itu saja. Segala yang mereka rasakan, yang mereka reguk dan nikmati adalah keindahan yang seolah-olah abadi itulah keteledoran masa muda.


Esok pagi di SMA Cempaka Putih...


"Rick, lo lihat ini...!". Tanya Johan sambil menunjukkan kepada alarick beberapa jenis kudapan kantin. Tak kurang dari tiga jenis kudapan beraneka rasa teronggok di kantung plastik hitam yang ada di tangan kirinya.


"Tadi di kantin, gue membeli roti, tiga kue ini bonusnya...".


"Bonus?". Bingung Alarick.


Johan tertawa melihat alarick terbingung-bingung.


"Ya boy, bonus. Sambil meminta roti yang berada jauh dari jangkauan gue. Gue sempat mencomot kue-kue ini dan gue lesakkan ke dalam kantonh plastik..ha,ha,ha...". Suara tawa Johan menggelegar dalam kelas. Yang di isi oleh beberapa siswa.


Johan makin tergelak. Alarick memandangnya tak senang.


"Lo curi kue itu, harta lo gak bakalan habis cuman buat beli kue itu. Ngapain lo nyuri".


"Wess, bukan nyuri ini, tapi menilap rick. Santai aja lah, nanti juga gue bayar". Ujar Johan.


Johan ngeloyor meninggalkan alarick. Mulutnya masih berkumur tawa. Laki-laki itu pergi menuju kantin untuk membayar kue yang ia ambil tadi.


...*****...


Liora hari ini sudah bisa kembali melakukan aktivitas seperti biasanya. Ia berangkat ke sekolah bersama sultan. Sebenarnya ia ingin pergi sendiri menggunakan mobil miliknya. Tetapi sultan lebih dulu datang ke rumahnya pagi-pagi sekali untuk menjemput diri nya agar berangkat bareng ke sekolah.


"Assalamualaikum om, tante". Sapa Sultan berjalan masuk menghampiri ariani dan arlon yang sedang duduk di ruang makan.


"Waalaikumussalam, Al, sini sayang sarapan bareng". Ajak ariani.


"Wah, kebetulan bangat nih, Al belum sarapan". Ujar Sultan bergegas duduk.


"Ayok, Al mau makan pake daging ayam, udang, atau chadwick doang nih". Tawar arlon.


"Al, sarapan pake chadwick aja om". Balas Sultan kemudian melahap chadwick yang di berikan ariani.


"Ara, mana om, tante, kok belum turun juga". Tanya Sultan yang tidak mendapati keberadaan liora.


"Pagi, pa, ma". Sapa liora berjalan mendekati meja makan.


"Ngapain lo, pagi-pagi udah nangkring disini". Semprot Liora, kemudian duduk di kuris kosong samping sultan.


"Kenapa lo yang sewot. Pagi-pagi udah syirik aja". Celetuk Sultan.


"Dih, ini rumah gue, ngapain juga gue syirik". Balas liora tak kalah sinis.


Arlon dan ariani yang melihat perdebatan antara liora dan sultan mereka hanya menggelengkan kepala pelan. Hati mereka merasa hangat menyaksikan perdebatan pagi ini. Seakan yang mereka rasakan memiliki dua anak.


"Sudah-sudah, kalian cepat sarapan. Nanti telat ke sekolah". Lerai Arlon.


...*****...

__ADS_1


SMA Cempaka Putih, mendadak heboh beberapa siswa-siswi yang baru saja datang langsung berkerumun ketika melihat mobil sport mewah, memasuki area tempat parkir.


Mereka berteriak histeris tidak peduli itu kaum adam maupun kaum hawa yang langsung bersorak-sorak heboh.


Mereka memandang takjub mobil sport tersebut, lalu menunggu siapa pemilik mobil mewah itu keluar dari mobilnya.


"Hah! Itu bukannya Sultan sama liora, anak kelas MIPA 1". Bisik beberapa siswa-siswi di sana".


"Iyaa woee".


"Keren bangat, mereka seperti couple goals bangat gak sih"


"Insecure gue sama liora"


"Sultan, udah ganteng, tajir lagi"


Seperti itu lah pembicaraan dari beberapa siswa-siswi di sana.


Selang beberapa detik. Dua mobil sport berwarna merah dan berwarna hitam juga memasuki area parkiran. Siswa-siswi yang sedang asyik berbisik-bisik sedari tadi kembali mengalihkan pandangan mereka ke arah dua mobil sport itu.


"Ara". Teriak Audrey dan amanda bersamaan. Setelah menutup pintu mobil.


"Hai". Sapa liora ramah, melambaikan tangannya.


Amanda, audrey dan keysa bergegas jalan menghampiri liora. Ketiga gadis itu tidak lupa memakai jacket sama seperti liora, keysa berjalan santai sembari mengunyah permen karet di mulutnya, sedangkan audrey dan amanda berlari memeluk sahabat nya yang baru saja keluar dari rumah sakit.


"Kita kangen bangat sama lo". Ucap audrey.


"Hum, iyaa". Sambung amanda.


...*****...


Braaakkkk...


Suara pintu kelas terbuka lebar, akibat ulah sang pelaku, siapa lagi kalau bukan amanda, gadis itu sering sekali mengagetkan teman-teman kelasnya dengan membanting keras pintu kelas.


"Gak usah di banting juga kali pintunya, mand". Ujar adelina sang bendahara kelas seraya mengelus dada nya pelan.


"Hehehe maaf, kebablasan". Cengir amanda.


"Keblasan sih kebablasan mand, tapi gak tiap hari juga". Kesal Iqbal.


"Untung gak ada yang punya riwayat penyakit jantung". Imbuh feby.


"Aeelaah, pada lebay bangat sih kalian". Ucap amanda berjalan menuju bangkunya.


"Selamat datang lagi ke kelas, liora". Sapa Iqbal sangat ramah. Liora hanya merespon dengan anggukan.


Teman-teman kelasnya yang mendengar nama tak asing itu langsung menoleh ke arah pintu menampakkan sosok liora dan kedua sahabatnya, audrey dan keysa.


*Pak doni masuk ke kelas liora menyapa siswa-siswi yang ada di kelas.

__ADS_1


"Selamat pagi". Sapa pak doni lalu duduk.


"Pagi pak". Balas mereka serentak.


Pak doni mengedarkan pandangannya ke arah bangku liora dan audrey.


"Liora, kamu sudah pulih?". Tanya pak doni.


"Sudah, pak". Ujar liora.


"Baiklah, kita mulai pelajarannya". Ucap pak doni.


Liora sibuk berkutat dengan bukunya di atas meja. Sial sekali, semenjak ia mengalami koma, ia banyak sekali ketinggalan pelajaran. Terpaksa ia harus meminjam buku keysa atau amanda nanti.


"Liora, kamu salin saja materi yang ketinggalan, pinjam buku teman-teman kelasmu". Ucap pak doni..


"Baik, pak". Sahut liora, menghela nafas kasar.


...*****...


Di lain kelas, MIPA 3 kelas yang di tempati oleh alarick dan johan. Hari ini guru paling killer mengajar di kelas mereka.


Johan mengerutkan keningnya, berdecak kesal, bisa-bisanya dia melupakan tugas pelajaran terkutuknya, Fisika, belum lagi guru yang mengajar menyandang sebagai guru paling killer yang biasa mereka sebut dengan pak kumis.


"Lo, kenapa?". Alarick menyenggol siku johan.


"Aduh, gimana nih, gue lupa bawa buku fisika". Ujar Johan panas dingin.


"Ceroboh bangat sih, lo". Celetuk Alarick.


"Nih, cepat, salin tugas gue". Ujar alarick menyodorkan buku tugas nya.


"Makasih brother, emang, lo paling the best". Puji Johan mengacungkan jempolnya.


"Ck! Cepat, keburu pak john datang". Alarick kembali meluruskan pandangannya di depan.


"Selamat pagi". Sapa pak john sesaat lalu menduduki di kursi depan yang menghadap muridnya.


"Pagi juga pak". Sahut siswa-siswi bersamaan.


"Ketua kelas, kumpulkan tugas yang kemarin saya kasih". Tegas pak john.


Johan mendengar ucapan pak john, menyerah menggeser kembali buku alarick. Sudah tidak memungkinkan baginya menyalin tugas milik alarick.


"Han, tugas lo mana?". Tanya sang ketua kelas dengan suara kecil. Berdiri di sebelah bangku Alarick dan johan.


"Gue belum selesai nyalin tugas nya". Cicit Johan.


"Terus gimana?, nanti lo bisa di hukum sama pak john". Terang sang ketua kelas.


"Mau gimana lagi, gue terima aja deh hukumannya nanti". Johan menelungkupkan kepalanya di atas meja.

__ADS_1


..."Mencintai paling ikhlas itu adalah kamu memohon kepada tuhan, namun bukan agar tuhan mempersatukan dia denganmu, melainkan agar di lapangkan hatimu, jika suatu saat dia mengucapkan kata selamat tinggal"...


..._Alarick Zalman Maheer_...


__ADS_2