Distilasi Alkena

Distilasi Alkena
Bab 8. Problematika


__ADS_3

..."Berhentilah sebentar istirahatlah dulu, kamu terlalu capek mengejar sesuatu yang tidak pasti"...


..._Astrid Rahadian Amanda_...


...----------" "----------...


"Hai, rick," Sapa seorang perempuan langsung menduduki dirinya di kursi samping alarick.


"Kuntilanak dari planet mana ini," Sinis Amanda.


"Lo nanya sama gue?" Gadis tadi menunjuk dirinya.


"Gak, gue nanya sama kutu kasur," Celetuk Amanda.


"Oh," Sahut gadis itu singkat.


"Dih, sok bangat lo, rick siapa sih dia?" Imbuh Audrey.


"Gue mantan pacar nya alarick," Ujar gadis itu dengan penuh percaya diri.


"Hahaha udah jadi mantan pacar aja masih ngerasa bangga lo," Ejek Amanda tertawa keras.


"Diam deh lo, gue gak ngomong sama lo ya," Geram gadis itu.


"Eh mbak kunti, alarick itu udah punya cewek, ngapain lo nempel-nempel kayak tokek gitu," Ujar Audrey merasa kesal melihat gadis itu merangkul sebelah tangan alarick, dan cowok itupun hanya diam saja tanpa memberi respon apapun.


"Gue harus kasih tahu liora nih," Ancam Audrey mengambil hp nya untuk menghubungi liora.


"Kasih tahu aja, emang gue takut apa, baru aja pacaran kan masih bisa di embat," Balas gadis itu santai.


"Jadi cewek gak usah kegatelan, urat malu dan harga diri lo kemana, kasian bangat," Sahut Keysa dengan tatapan datar


"Ingin rasanya gue tendang dia sampai ke afrika," Kata audrey menatap tajam lawan bicaranya.


"Ca, lepasin gak usah pegang-pegang," Alarick langsung menghempaskan tangan caca.


"Gue kira lo bisu, dari tadi gak berontak waktu di rangkul sama cewek gatal kayak dia," Ucap liora yang tiba-tiba datang mengagetkan mereka.


Seluruh siswa-siswi yang ada di kantin langsung menghentikan aktivitas mereka saat mendengar ucapan liora barusan.


"Lo siapa? Berani-beraninya lo ngatain gue cewek gatal," Marah caca bangkit dari duduknya melangkah mendekati liora yang berdiri bersidekap dada dengan jacket sebagai ciri khas nya.


"Kenapa? Lo marah, atau lo malu?," Ucap liora terkekeh kecil.


"Kurangajar lo ya," Caca ingin menampar wajah liora tapi kalah cepat ketika liora menahan pergelangan tangannya.


"Lo salah orang kalau mau cari lawan," Ujar liora tersenyum remeh. Menatap intens seluruh pakaian dan tubuh caca.


"Lepasin tangan gue... Awwssh," Caca meringis kala pergelangan tangannya di remas kuat oleh liora.


"Gue gak akan tinggal diam, ketika kebahagiaan gue di usik sama ular mematikan kayak lo," Ujar liora, lalu menampar balik caca yang ada di hadapannya.


"Makanya gak usah sok belagu, lo," Celetuk amanda dan audrey bersamaan.


"Ra, udah," Lerai alarick.


"Kamu belain cewek gatal dan gak tahu diri ini, hmm," Ujar liora mengangkat dagunya.


"Gak ra, kamu salah paham," Ujar alarick mencoba mendekati liora.


"Gue gak buta ya Alarick Zalman Maheer," Sahut liora sedikit meninggikan suaranya.


Siswa-siswi yang mendengar ucapan liora hanya bisa berbisik-bisik setan menjelek-jelekkan caca, ada juga yang memuji liora, ada yang kaget dengan aura yang di keluarkan oleh liora saat berhadapan dengan lawannya. Mereka pikir liora adalah gadis pendiam, manja, penakut tapi nyatanya sikap gadis itu malah bertolak belakang dengan perkiraan mereka.


"Ra, nanti guru-guru pada datang, jangan sampai om arlon tahu lo kayak gini," Sultan sedikit membujuk liora. Yang mendapat anggukan kecil dari gadis berjacket itu.


"Siap-siap aja kesengsaraan menghampiri lo, gue bebasin lo kali ini," Bisik liora tersenyum seperti psikopat.


Caca mendengar penuturan itu hanya bisa bergedik ngeri. Ia tidak menyangka jika akan berurusan dengan gadis layaknya psikopat ini.


"Cabut!" Ujar liora pada ketiga sahabatnya.


"Yang tadi itu liora gak sih?" Tanya audrey dengan tampak polosnya.


"Bukan, tadi itu psikopat," Sahut Amanda melirik sekilas ke arah audrey.

__ADS_1


"Gue dengar," Ujar liora menghentikan langkahnya.


Ketiga sahabatnya langsung menelan ludah susah payah melihat sorot mata tajam milik liora.


...*****...


"Liora mana?" Tanya alarick mencari keberadaan gadisnya.


"Lagi beresin buku-bukunya," Balas Amanda.


"Ngapain lo ke kelas gue," Ketus liora tanpa menatap lawan bicaranya.


"Pulang sama kamu," Ujar alarick tersenyum.


"Liora pulang sama gue," Ucap abiam tiba-tiba datang menarik tangan liora.


"Yok, kak," Ajak liora berjalan terlebih dahulu.


Alarick terdiam sejenak, menatap kepergian punggung liora yang semakin jauh semakin menghilang. Ia bingung harus membujuk liora dengan cara apa, ia takut hubungannya dengan liora yang baru terjalin beberapa minggu ini harus renggang gara-gara hal sepele.


"Makasih ya kak, udah bantuin gue tadi," Ujar liora


"Santai aja kali ra, kita bisa temanan kan?" Ucap abiam melepaskan sabuk pengaman yang melingkar pada tubuhnya.


"Tentu saja bisa," Ujar liora seraya tersenyum.


"Gue pulang dulu ya, salam sama bokap, nyokap lo," Pamit abiam memasuki mobilnya.


...*****...


"Assalamualaikum tante," Salam Audrey memasuki pekarangan rumah milik johan.


"Waalaikumussalam, eh ada si cantik," Sahut bunda johan menghampiri dan memeluk audrey layaknya putri kandung sendiri.


"Anak bunda tuh aku atau audrey sih, pilih kasih bangat," Cibir sultan.


"Kamu dong sayang, audrey kan calon mantu bunda," Ujar bunda nya berganti memeluk johan.


Audrey mendengar ucapan barusan menahan malu akibat wajahnya ia rasa sedikit memerah seperti tomat.


"Ayok-ayok duduk, tante masak banyak hari ini," Ajak bunda johan merangkul pundak audrey. Gadis itu hanya tersenyum mengangguk.


"Hari ini tante istirahat dulu sayang," Balas bunda nya johan.


"Johan cepat turun, kita makan bareng, nanti hidangannya keburu dingin," Teriak bundanya johan.


"Makan yang banyak ya drey, tante gak mau kamu pulang nya kelaparan," Imbuh bundanya johan.


"Iyaa tante," Balas audrey seraya tersenyum tipis.


"Panggilnya bunda aja ya, jangan tante gak enak sama calon mantu," Ucap bunda nya johan


"I-iyaa bunda," Ucap audrey sedikit gugup.


...*****...


"Al, ara udah lama ya, gak main ke rumah lagi. Mama kangen sama dia," Ujar Anita mama sultan.


"Ara, lagi sibuk mah, besok-besok deh aku usahain ajak dia kesini lagi," Sahut Sultan seraya melahap makanannya.


"Janji ya," Ujar Anita antusias.


"Iyaa mah," Ujar Sultan menghela nafas kesal.


"Al, masuk kamar dulu ya," Pamit sultan.


Liora mengambil hp nya di atas kasur guna mengecek notifikasi-notifikasi yang masuk dalam aplikasi sosmed nya.


Ia melihat ada 15 spam chat dan 4 panggilan tak terjawab dari alarick. Ingin sekali ia membuka room cht nya dengan alarick tapi ia masih merasa kesal pada kejadian tadi di sekolah.


"Dari pada mikirin kejadian tadi, mending gue baca novel aja deh," Monolognya.


Beberapa menit ia membaca novel, terdengar pintu kamarnya di ketuk oleh mama nya.


"Ara, turun sebentar sayang, ada yang ingin papa mu bicarain," Ucap mama nya lembut.

__ADS_1


"Iya mah," Liora langsung bangkit dari posisi duduknya berjalan keluar kamar dan menuruni anak tangga.


"Papa mau bicarain soal apa?" Ujar liora sesampainya di sofa, kemudian duduk di sebelah Arlon.


"Ara sudah punya pacar?" Tanya Arlon to the point.


"Ara gak punya pacar pah," Liora menyahut dengan suara pelan.


"Bagus, kalau begitu kamu mau kan ketemu sama rekan bisnis papa, dia juga punya anak cowok satu sekolah sama kamu juga loh," Ujar arlon.


"Maksud papa, mau jodohin aku gitu sama anak rekan bisnis papa?" Tanya liora kecewa.


"Hahaha gak sayang, papa gak menjodohkan kamu sama anak rekan bisnis papa," Ujar Arlon tertawa.


"Lalu, maksud papa tadi apa?" Liora semakin penasaran.


"Papa cuman ngenalin kamu sama dia, biar kalian akrab, siapa tahu dia bisa jagain kamu di sekolah," Ujar sang papa menjelaskan.


"Terserah papa aja," Balas liora.


"Nanti malam siap-siap ya, mereka datang ke rumah kita buat makan malam bersama di sini," Ucap Arlon yang hanya di angguki oleh liora.


Malam hari nya benar saja apa yang di katakan oleh arlon tamu atau di bilang rekan kerjanya mendatangi kediaman keluarga Garcia.


Du mobil berhenti di depan rumah keluarga Garcia, rumah kediaman liora. Banyak yang tidak tahu bahwa liora adalah anak tunggal dari keluarga kaya raya, pebisnis batu bara dan papa nya memiliki beberapa perusahaan di berbagai kota dan luar negri. Hanya sultan dkk serta sahabatnya lah yang tahu tentang seluk beluk keluarga liora. Gadis itu sengaja tidak menggunakan nama marga nya pada nama belakangnya.


"Tamu nya tuan Arlon," Tanya salah satu bodygoard.


"Iya, Pak arlon nya ada?" Ucap laki-laki paruh bayah.


"Silahkan masuk tuan, akan kami antar," Ujar bodygoard sopan.


"Ternyata keluarga yang di maksud papa adalah keluarganya liora, hmm kesempatan emas buat gue," Ujar Abiam tersenyum dalam hati.


"Selamat datang pak Agas," Ujar Arlon merangkul dan menepuk bahu Agas, rekan bisnisnya.


"Silahkan duduk," Intruksi Arlon menduduki dirinya di kursi ruang makan.


"Terimakasih pak arlon, sudah mengundang keluarga saya untuk makan malam di sini," Ucap Agas lalu ia melirik Abiam dan kedua putri nya.


"Anak-anak kamu sangat cantik dan gagah," Puji Arlon menatap abiam dan kedua adiknya.


"Makasih om," Balas mereka bersamaan.


"Anak kamu mana Arlon, saya tidak melihatnya," Tanya agas.


"Mah, panggilin ara, ya," Ujar Arlon pada istrinya.


"Selamat Malam tante, malam om, malam semuanya," Liora tersenyum manis.


"Kakak cantik ini, anak om ya," Tanya asya adik abiam yang terakhir.


"Iya, cantik bukan," Sahut arlon bangga.


"Papa, ara malu ihh," Ujar liora kemudian duduk di sebelah papanya.


Setelah selesai makan malam, orangtua mereka berbincang di sofa ruang tamu sedangkan abiam dan liora mereka memilih duduk di belakang rumah yang terdapat taman yang di hiasi oleh bunga-bunga cantik yang tumbuh bermekaran.


"Ternyata lo anak om arlon, gue kira siapa," Ujar abiam memulai pembicaraan.


"kakak kira siapa? Walaupun misalnya bukan aku anak rekan bisnis om agas, kakak juga tetap bakalan datang kan," Sahut liora.


"Tergantung," Ujar abiam.


"Kok, tergantung sih," Tanya liora.


"Gpp, oh ya besok gue boleh jemput lo, bareng ke sekolah," Ucap abiam menatap liora.


"Emang gak ngerepotin?" Tanya gadis dengan rambut yang di gerai indah.


"Gak, mulai sekarang tugas gue, buat jagain lo dan memastikan lo tetap aman,"Balas abiam.


"Okee," Ucap liora.


"Masuk yuk, di luar makin dingin, gak baik buat cewek secantik lo," Ucap abiam.

__ADS_1


"Apa hubungannya," Tanya liora bingung.


"Hahaha, gak ada," Ucap abiam.


__ADS_2