
"Lepasin teman gue," Ucap kia dengan wajah datar.
"Key, drey, mand, urus keempat antek-antek nya," Perintah liora melirik ke arah ketiga sahabatnya.
"Mau ngapain kalian," Desis nada dengan wajah panik.
"Diam, atau mulut lo, gue robek,"Gertak keysa. ketiga gadis itu menahan keempat musuhnya.
"Jangan macam-macam kalian,"Desis amalia dengan suara bergetar.
"Kalian bakalan aman, tapi teman kalian yang satu itu yang tidak akan aman,"Bisik keysa dengan suara menyeramkan.
Plaaak..
Suara tamparan terdengar dari pipi amira, liora telah menamparnya tanpa berpikir panjang.
"Ini akibatnya lo, dengan beraninya nunjuk wajah gue,"
Plaaakk...
"Ini akibatnya lo, dengan beraninya ngatain sahabat gue bisu,"
Bugh.
Lagi-lagi suara seseorang tersungkur akibat tendangan dari liora. Gadis itu menendang perut amira tanpa ampun.
"Ini karena lo berani-beraninya cari masalah sama gue dan sahabat-sahabat gue," Liora berjongkok menarik rambut belakang amira yang sedari tadi menangis meminta ampun.
"Lo, Bakalan senasib sama caca, hidup lo bakalan sengsara, selamat, lo sudah masuk dalam list mangsa gue selanjutnya," Bisik liora dengan seringai licik.
"G-guee minta maaf," Ucap amira dengan suara bergetar. Menelan ludah susah payah.
"Ara," Panggil sultan dan alarick bersamaan.
Gadis itu menoleh, menaikkan sebelah alisnya bertanya.
"Las, bawa liora pulang sama lo," Desak Sultan yang sudah panik serta khawatir, ia sangat tahu, itu bukanlah liora tetapi jiwa orang lain yang menguasai tubuh sahabatnya itu.
Ya,liora memiliki alter-ego yang sangat sadis jika kesenangannya di usik dan orang-orang yang di sayangnya di sakiti, alter-egonga akan muncul tanpa persetujuan liora. Tidak ada yang tahu kecuali ia, kedua orangtua liora, mamanya serta laksaar sepupu liora.
"Kenapa lo suruh cowok itu bawa liora," Tanya alarick bingung.
"Gue bakalan ceritain semuanya sama lo nanti," Sahut sultan. lalu menghampiri liora yang meringis memegang kepalanya yang terasa sakit.
Alarick masih menerka-nerka maksud dari ucapan sultan barusan.
Laskaar membopong tubuh liora ala bridal style, membawa gadis itu keluar dari lapangan sekolah, menuju parkiran mengambil mobilnya.
"Kalian, bawa teman kalian ke uks," Ucap sultan yang di angguki oleh keempat gadis itu. Lalu sultan menatap audrey dkk.
__ADS_1
"Dan kalian, lain kali jangan ikutin perintah liora, karena itu bisa membahayakan orang lain," Emosi sultan. Jika saja dia terlambat sedikit saja tadi. Mungkin liora akan melakukan hal yang lebih dari itu.
"Kenapa?, bukannya mereka yang salah," Sahut amanda yang tidak mengerti.
"Tadi itu bukan jiwa liora,tapi jiwa orang lain, liora itu punya alter-ego asal kalian tahu," Terang sultan dengan suara kecil agar tidak di dengar oleh yang lain.
Mereka bertiga kaget, menelan ludahnya, mencoba mencerna ucapan sultan barusan.
Keadaan lapangan yang riuh oleh siswa-siswi tadi kini menjadi hening, karena mereka sudah pada kembali ke kelas masing-masing. Setelah liora di bawa ole laskaar.
"Hah!, gak usah becanda deh tan," Sanggah amanda yang masih tidak percaya. Mana mungkin liora memiliki alter-ego yang kejam seperti itu.
"Lalu, siapa cowok yang lo suruh tadi?," Audrey bertanya.
"Laskaar itu sepupunya liora, anak dari adik om arlon," Jawab sultan. Dia tidak bisa lagi menyembunyikan identitas asli liora.
"Jadi, maksud lo, Laskaar itu keluarga Garcia," Tebak amanda tepat.
"Tapi, kenapa liora gak bilang sama kita kalau dia sepupunya laskaar, dan juga punya alter-ego," Audrey semakin pusing.
"Lo, berdua tanya aja sama keysa, dia bakalan ceritain semuanya". Balas Sultan bergegas meninggalkan mereka. Yang menatap ke arah keysa yang terlihat santai.
"Jadi, lo tahu semuanya key?," Amanda dibuat semakin bingung.
"Hum, liora anak dari sahabat daddy gue, om arlon sahabatan sama daddy gue dan juga mama nya sultan. Jadi gue tahu semuanya tentang mereka," Jelas Keysa.
"Kenapa lo gak kasih tahu kita?," Audrey bertanya.
...*****...
"Buka pintu nya cepat," Desak Laskaar pada beberapa bodygoard. Laki-laki itu terlihat panik.
"Tante, om," Suara keras milik laskaar menggema di seluruh ruangan.
"Ara, kenapa kar," Khawatir ariani berjalan menghampiri liora dan laskaar.
"Alter-ego nya muncul lagi tante,"
"Cepat bawa, ke atas kamar. Tante akan telpon om kamu,"
Laskaar lngsung bergegas cepat naik anak tangga menuju kamar liora.
"Hallo pah,"
"Kenapa mah?,"
"Papa, cepat pulang, ara pingsan di sekolah, alter-egonya muncul lagi,"
"Apa! Sekarang juga papa pulang, mama terus jagain ara,"
__ADS_1
"Ada laskaar juga, di rumah, dia yang bawa ara ke sini,"
"Okee, papa pulang,"
Tutttttttt.....
Sambungan telpon terputus, ariani langsung menuju kamar liora.
"Kar, Bagaimana bisa alter-ego ara muncul lagi?," Suara lembut milik ariani.
"Tadi, ara berantem sama kakak kelas nya tan, dan tiba-tiba alter-egonya nyerang cewek gila itu," Terang Laskaar, sembari mengusap tangan liora.
"Kamu kenal, siapa gadis itu?," Tanya ariani, aura di kamar itu seketika menegangkan.
"Laskaar, gak tahu, tan, laskaar kesana untuk pertandingan basket," Ucap laskaar.
Tap...Tap...Tap...
Suara derap langkah kaki milik arlon tergesa-gesa masuk ke kamar liora.
"Apa yang terjadi sebenarnya?," Desak arlon dengan tatapan nyalang. Ia tahu alter-ego putrinya tidak akan muncul secara tiba-tiba seperti ini jika tidak ada yang mengusik atau ada mencari masalah dengan liora.
"Liora, berantam sama kakak kelasnya, Pah," Ucap ariani.
"Berani sekali anak itu, cari masalah dengan keluarga Garcia," Tegas Arlon mengepalkan tangannya, menampakkan urat-urat pada tangannya.
"Laskaar, cari tahu, identitas anak yang sudah cari masalah dengan ara," Perintah Arlon. jika sudah seperti ini, laskaar tidak berani menolak, sebab dia tahu bagaimana arlon ketika marah.
...*****...
"Liora mana?," Abiam menghampiri Audrey dkk di kantin.
"Udah, di bawa pulang," Jawab audrey, menyeruput minumannya.
"Sama siapa?,"
"Laskaar," Sahut amanda.
"Kenapa, cowok brengsek itu yang bawa liora," Celetuk Abiam. Menggertakan giginya
"Emangnya kenapa?, terserah laskaar lah, dia kan sepupunya," Audrey memutar bola matanya malas.
Degg.
Apa tadi katanya, sepupu?, bagaimana bisa, peluang dia untuk mendapatkan liora akan semakin sulit, jika laskaar benar-benar sepupu gadis itu.
Abiam sangat membenci laskaar dari dulu sampai sekarang, jika di tanya, karena apa?, tentu saja karena seorang perempuan.
Dulu saat abiam dan laskaar berteman baik, tetapi mereka menyukai wanita yang sama, dan abiam menuduh laskaar yang telah bermain cewek di belakang gadis yang mereka suka itu. Sampai pada akhirnya gadis itu memutuskan hubungannya dengan laskaar, itu sebabnya laskaar sangat membenci abiam hingga sekarang.
__ADS_1
..."Semua perjalanan hidup adalah sinema, bahkan lebih mengerikan, darah adalah darah dan tangis adalah tangis, tak ada pemeran pengganti yang akan menanggung sakitmu"...
..._Alana Liora Gantari_...