Distilasi Alkena

Distilasi Alkena
Bab 14. Antara yang baik dan yang lebih baik


__ADS_3

..."Berpetualanglah rasa penasaranmu habis, lalu putuskan bahwa bersamaku adalah tujuan akhir dari semua perjalanan panjang mu itu"...


..._Alana Liora Gantari_...


...----------" "----------...


Waktu pulang sekolah telah tiba, kini seluruh siswa-siswi berhamburan keluar kelas.


Sama hal seperti alarick dkk, mereka berjalan keluar menuju parkiran. Mengambil motor atau mobil masing-masing untuk di kendarai menuju rumah sakit pertamina jaya tempat liora di rawat.


"Drey pulang sama gue," Ajak johan memberikan helm nya pada audrey.


"Mata lo buta, gak lihat apa gue bawa mobil sendiri!!" Celetuk audrey tanpa menerima helm dari johan.


"Hhh, gue baru tahu, cinta bukan hanya bikin orang goblok tapi bikin orang buta juga," timpal amanda mengejek johan.


"Diam, lo gak di ajak," Ucap johan melirik kesal ke arah amanda.


"Yok mand, ngapain sih dengarin omongan tidak penting dari dia," Audrey menarik tas belakang amanda agar segera masuk dalam mobilnya.


"Kita ikutin kalian dari belakang," Ujar alarick menyalakan motornya.


"Okee, let's go," Balas amanda.


...*****...


Sesampainya di rumah sakit, mereka memasuki ruang inap liora bersamaan. Alarick menghentikan langkahnya kala melihat abiam dan liora sedang tertawa, juga abiam yang menyuapi bubur untuk liora.


"Allahuakbar," Ucap johan tiba-tiba ketika kepalanya tidak sengaja menabrak punggung besar alarick. Audrey dkk hanya terkekeh kecil melihat itu.


"Rick, main berhenti-berhenti aja lo, sakit nih kepala gue," Adu johan seraya memegang kepalanya.


"Kok diam sih rick?" Imbuh audrey. Sambil merapikan baju nya.


"Kayaknya, kalian aja yang masuk. Gue mau pulang dulu," Sahut alarick ingin membalikkan badannya. Ingin kembali ke parkiran rs.


"Lah, kenapa?" Tanya amanda kebingungan. mencegah langkah alarick.


Keysa yang mengerti raut wajah masam alarick, langsung berjalan membuka pinti ruang inap.


"Ra," Panggil keysa. Ia sengaja memanggil liora dri arah pintu agar sahabatnya menyadari kedatangan mereka.


Liora dan abiam yang mendengar suara dari arah pintu. Langsung menghentikan tawa mereka, dan abiam seketika reflek menyimpan bubur di atas meja dekat brankas liora.


"Hai, Al mana?" Pertanyaan pertama yang di lontarkan oleh liora. Liora menatap lurus ke arah pintu yang terbuka.


"Rick, masuk," Ujar keysa menoleh pada alarick.


Alarick berjalan masuk ke ruangan liora dengan membawa bunga matahari yang gadis itu suka. Yang di ikuti oleh audrey dkk.


"Kenapa gak langsung masuk tadi?" Tanya liora terseyum menyambut kedatang orang yang di cintainya.


"Takut ganggu kamu," Balas alarick pelan.


"Duduk rick," Tawar abiam.

__ADS_1


"Hmm," Balas alarick cuek.


"Kamu gak kangen sama aku? Aku baru aja siuman loh, Al," Ujar liora mengerucutkan bibirnya.


"Kita keluar dulu bentar," Ucap amanda. Sengaja. Agar memberikan waktu berdua untuk liora dan alarick.


"Aku kangen bangat sama kamu," Ujar alarick langsung memeluk tubuh mungil liora. Gadis itu hanya bisa tersenyum tipis.


"Kamu gak kenapa-napa kan?Aku khawatir sama kamu, ra," Lanjut alarick mencium kening gadis itu. Liora menutup matanya kala alarick mencium nya.


"Pacar aku, khawatir bangat sih," Ucap liora setelah melepas pelukan mereka.


"Aku serius loh, ra," Kesal alarick.


"Iyaa-iyaa," Balas liora di ikuti dengan kekehan.


"Kepala kamu udah gak sakit lagi?" Tanya alarick memegang kepala gadisnya.


"Gak, udah lumayan," Balas liora.


"Aku bawain sesuatu buat kamu," Ucap alarick.


"Apa?" Liora mengerutkan dahinya.


Alarick merogoh saku celananya mengambil sesuatu di dalam sana.


"Gantungan kunci bunga matahari," Ujar alarick antusias.


"Wah, kamu benaran beli ini buat aku," Ujar liora mengambil benda kecil itu dari tangan alarick.


"Kamu suka gak?" Alarick bertanya.


"Suka bangat, thankyou, Al," Sahut liora kembali memeluk alarick.


"Apapun akan aku kasih buat kamu, asal bisa bikin kamu bahagia dan selalu tersenyum seperti ini," Ujar alarick mengeratkan pelukannya.


"Kenapa kamu suka bangat," Tanya alarick.


"Maksudnya?" Bingung liora.


"Bukankah kamu menyukai bunga matahari, novel, karakter fiksi," Ujar alarick.


"Benar, mereka itu rumah terbaik dan obat favorite untuk menyembuhkan luka aku,"


"Lalu, apa alasan kamu menyukai bunga matahari?"


"Bunga matahari selalu condong pada matahari, dia selalu mendengar dan memandang satu arah. Hanya pada matahari," Ucap liora sambil tersenyum.


"Terus, hubungannya sama kamu suka bunga matahari itu kenapa? Apakah ada filosofi nya?" Alarick masih kebingungan.


"Tentu,"


"Bunga matahari selalu setia mengikuti arah matahari bersinar memberikan arti kesetiaan yang patut di jadikan contoh akan arti dari sebuah kesetiaan. Setia dan patut pada kodratnya tanpa ada protes,"


"Aku mau seperti bunga matahari yang hanya fokus dan setia pada satu objek saja. Sama seperti aku hanya fokus dan setia pada kamu saja tanpa ada kata karena," Ucap liora.

__ADS_1


"Tokoh fiksi?" Alarick lanjut bertanya.


"Karena fiksi lebih indah, dan sempurna,"


"Benarkah begitu?"


"Hum, meski sedikit brengsek, mereka tetap tahu caranya meratukan gadisnya. Bahkan melakukan dan memberikan segalanya untuk orang yang berarti bagi hidup mereka. Mereka tidak peduli itu salah atau benar di mata orang lain,"


"Kamu tahu, banyak perempuan yang sangat menginginkan sosok seperti itu,"


"Bolehkah kenalkan aku, pada mereka 'tokoh fiksi'," Tanya alarick.


"Untuk apa?" Liora bertanya balik.


"Tentu saja untuk belajar, ra. Aku ingin jadi seperti mereka yang meratukan gadisnya. Aku ingin meratukan kamu, karena aku tahu, kamu iri pada gadis mereka yang beruntung bukan? Setidaknya aku belajar banyak dari mereka meski aku tidak bisa belajar langsung dari papa kamu, kamu bisa merasakannya juga lewat aku. Ra," Ucap alarick.


...*****...


"Mereka romantis bangat sih," Ujar amanda memasang wajah lesuh. Melihat couple itu dalam ruang inap.


"Gue pengen dapat cowok kayak alarick," Ucap audrey.


"Gak usah cari jauh-jauh. Johan kan ada," Keysa melirik johan. Laki-laki itu hanya duduk bermain handphone di kursi rs.


"Nah, pas tuh, jadian aja sama johan," Imbuh amanda.


...*****...


"Al, seandainya aku lupa dengan kisah kita. Apa kamu masih tetap bertahan. Apakah rasa cinta kamu tetap ada?"


"Tentu,"


"Mengapa? Apakah kamu tidak terluka karena di lupakan," Ucap liora menatap dalam bola mata alarick.


"Kamu tahu, ra, saat pertama mengenal kamu. Aku memutuskan untuk tidak memakai logika dalam mencintai kamu. Mungkin ini hanya di lakukan oleh orang bodoh yang bertahan dengan orang yang melupakan dan tidak mencintainya lagi. Tapi inilah kenyataannya, ra.


Kenyataan dimana aku akan tetap bertahan sampai kamu ingat dan kembali membalas cinta aku," Ucap alarick tersenyum manis lalu mengacak rambut gadisnya.


"Kenapa menangis hm," Alarick mengernyit bingung.


"Perkataan aku ada yang menyinggung perasaan kamu,"


"Gk ada. Al, jangan tinggalin aku ya," Ucap liora. Yang mengeluarkan bulir air mata.


"Gak akan. Ra. Kamu tahu apa yang membuat aku masih bertahan sampai saat ini?"


"Tidak,"


"Kamu," Ucap alarick menyingkirkan anak rambut ke belakang telinga liora.


"Kenapa aku?"


"Iya. Aku masih ingin membantu kamu mencari kebahagiaan dan memastikan untuk siapa senyum dan tawa kamu. Ra. Setelah aku pergi nanti," Alarick masih mempertahankan senyumannya.


"Kenapa kamu tiba-tiba ngomong kayak gitu," Raut wajah bahagia serta senyum yang mengembang di wajah liora seketika pudar.

__ADS_1


"Cukup melihat kamu tersenyum, tertawa dan bahagia saja sudah lebih dari cukup buat aku tenang dan aku bahagia akan hal itu," Jelas alarick.


__ADS_2