
Laskaar menyeringai saat berhadapan dengan abiam, cowok itu rupanya menghadang jalannya, sedikit susah bergerak lincah karena kakinya terasa sakit. Abiam masih berusaha merebut bola dari laskaar.
"Kali ini gue yang bakalan menang," Seringai Laskaar
"Gak usah terlalu percaya diri," Sahut abiam
"Siapin mental buat kekalahan lo," Ucap abiam dengan senyum mengejek.
"Kita lihat aja nanti, siapa yang akan kalah, lo, atau gue," Laskaar berdecih.
Laskaar dengan lebih gesit lagi dapat melewati abiam yang sempat menghadang jalannnya. Cowok itu kembali menggiring bola, kali ini ia di hadapkan alarick dan sultan, yang menatap datar dirinya.
Sultan tahu siapa laskaar, cowok dengan wajah songong, menyebalkan. Membuat dirinya jelas saja merasa kesal melihat gaya tengil anak satu ini.
Dengan tidak kalah gesitnya dari laskaar sultan merebut bola basket itu, lalu meggiring bola, kemudian mengoper ke arah alarick. Saat alarick berhasil megecoh dirinya, hingga cowok itu dapat lolos dari tim lawannya. Tanpa membuang kesempatan, alarick langsung melakukan shooting. Dan ya, tepat sasaran! Bola itu masuk ke dalam ring.
Sorakan gembira terdengar dari pendukung SMA Cempaka putih yang berteriak heboh. Alarick tersenyum senang dan bertos ria dengan beberapa teman se tim nya.
Prittt!...
Peluit kembali di tiup pertanda babak selanjutnya di mulai.
Permainan lagi-lagi kembali di pimpin oleh SMA Gonzaga. Semua pendukung saling menyoraki dan berteriak menyemangati yang tidak da hentinya.
Pusat perhatian tertuju pada laskaar yang kembali melakukan shooting tapi aksi itu gagal karena johan datang lebih dulu membuat bola itu berada di tangannya.
Kini johan mendribble bola tersebut. Lemparan bagus dia tujukan pada alarick yang dapat di tangkap dengan tepat dan cepar oleh cowok itu. Keriuhan semakin memekakan telinga saat alarick melakukan lay-up dan tidak salah lagi SMA Cempaka Putih kembali mencetak point.
"Shitt!," Laskaar mengacak rambutnya frustasi cowok itu seolah mendesah pasrah saat skor mereka tertinggal cukup jauh dari lawan. Bukan hanya soal itu, ia juga cukup penasaran dengan alarick, ia juga meremehkan abiam karena di dalam tim lawannya bukan abiam yang mencetak point tetapi anggota nya bukan kaptennya.
Pritttttt!....
Suasana semakin terasa panas dan juga tegang saat abiam kembali memimpin permainan dengan mendribble bola. Siap akan melompat untuk melakukan lay-up tapi bola itu sudah lebih dulu di rebut oleh rayyan tim lawannya yang bergerak begitu cepat.
"Shitt!," Entah berapa kali abiam mengumpat kesal, cowok itu merutuki dirinya sendiri yang tidak bisa bermain semaksimal mungkin.
Abiam mengadahkan wajahnya sebentar sebelum melirik ke arah tribun penonton tatapannya bertemu dengan liora.
__ADS_1
Liora menatap nya acuh, berbanding terbalik dengan abiam.
Alarick yang melihat tatapan antara dua anak manusia itu, merasa geram, sesak, dan seketika bagai sihir alarick berlari menghampiri salah satu lawannya yang mendribble bola. Jelas itu membuat heboh SMA Cempaka putih dan SMA Gonzaga yang tadi sempat redup melihat skor tim sekolah mereka. Lihatlah sekarang sang calon kapten melakukan permainan yang begitu epic.
Sorakan terdengar saat alarick berhasil memasukan bola basket ke ring lawan. Babak demi babak telah mereka lewati. Dan inilah babak terakhir dari pertandingan antara kedua tim tersebut.
Pritttt!....
Suara peluit pertanda di mulainya quarter tambahan. Lagi-lagi SMA Cempaka Putih memimpin di awal. Dengan gerakan cepat kini serangan di lancarkan membuat pertahanan tim Laskaar bergerak menghindar lalu melompat untuk melakukan lay-up.
Gotcha! Bola masuk ke ring lawan tanpa meleset sedikitpun.
Suara teriakan heboh terdengar bersahut-sahutan abiam menarik sudut bibirnya. Tim SMA Cempaka Putih ikut bersorak mereka melakukan high-five merayakan kemenangan mereka.
Laskaar melangkah menghampiri abiam dengan senyum mengejek yang tak luntur dari wajah tampannya.
"Tim lo menang, tapi bukan lo yang mencetak point nya, kasiaan, kapten doang tapi gak bisa cetak point. Lemah," Ejek Laskaar tersenyum miring.
"Sialan!," Umpat abiam menatap tajam laskaar yang melenggang pergi meninggalkannya.
"Ketemu lagi kita," Ucap laskaar menghampiri audrey di tengah lapangan.
"Gue gak kenal sama lo," Desis audrey.
"Audrey, nama yang bagus," Ucap laskaar tersenyum manis.
"Woee, ngapain lo gangguin cewek SMA sini," Serobot rayyan yang datang bersama farzan juga andre.
"Apa jangan-jangan ni, cewek yang lo ceritain kemarin," Celetuk farzan.
"Iya," Balas laskaar tersenyum tanpa mengalihkan pandangannya ke arah audrey.
"Cantik juga ternyata," Imbuh Andre.
"Heh cewek songong," Panggil amira berjalan menghampiri audrey dkk. Di sana masih ada laskaar dkk juga.
Mengetahui ternyata orang yang memanggilnya adalah amira cewek yang ia ejek tadi, audrey dkk pun mengabaikannya dan langsung melangkah ingin meninggalkan mereka disana.
__ADS_1
"Heh, punya mulut tuh di pake! Jangan diam aja, lo bisu?," Teriak amira dengan tangan melipat di dada, menghentikan langkah audrey dkk.
"Ck! Lo ada masalah apa sama sahabat gue," Kini liora yang melangkah mendekati amira and thegeng.
"Lo diam, gue gak punya masalah sama lo," Sahut amira menunjuk wajah liora.
Kini ketiga sahabat liora maju berjalan menghampiri mereka.
"Mulut gue pemilih, tahu harus menjawab ucapan yang penting dan yang gak penting kayak lo!," Balas audrey menatap malas amira.
Amira dkk terkejut. Ia kira sedang berhadapan dengan gadis yang lemah ternyata saingannya. Diluar dugaan. Ralat, Laskaar dkk yang menyaksikan itu tersenyum miring, ternyata gadis itu sangat pemberani.
"Ternyata lo emang mau bermain-main sama gue," Ucap amira dengan seringai yang menyebalkan.
"Hahhaha, lo pikir kita takut sama tante-tante kayak lo," Kini amanda yang mengangkat suara, sekali berbicara gadis itu mengeluarkan kata kata pedas nya.
"Kalian nantangin gue," Geram amira, sedangkan teman-temannya hanya berdiri diam tidak melakukan apapun.
"Kalau iya, kenapa?," Sahut keysa dengan sikap dinginnya.
"Kalian----, arrghh," Ketika amira maju ingin menjambak rambut keysa. Tapi lebih dulu rambutnya di tarik oleh liora. Gadis itu menampilkan raut wajah santai.
"Lo, jangan coba-coba sentuh sahabat gue," Ucap liora dengan suara dingin.
Semua siswa yang masih berada di lapangan tadi, menoleh berlari ke arah kerumuman itu. Siswa SMA Cempaka putih tidak terkejut ketika menyaksikan aksi liora dkk. Karena mereka sudah pernah melihat aksi liora terhadap caca waktu di kantin.
"Itu ada apa?," Tanya sultan pada salah satu siswi.
"Liora lagi berantem sama amira si ratu bullying itu," jawab salah satu siswi.
"Ayok cepat kita kesana," Ujar alarick dengan wajah panik.
"Gue sama sahabat-sahabat gue, gak cocok buat jadi bahan bullyan lo. Kita gak lemah kayak korban-korban yang pernah lo bully," Liora semakin kuat menjambak rambut amira.
..."Semesta ini akan terus melaju, tidak peduli telah memberimu cerita, yang pelik. Yang jelas kamu harus tetap melangkah mengikuti mampumu bukan maumu"...
..._LaskaarZavier Albirru Garcia_...
__ADS_1