
..."Sebenar-benarnya cinta. Bukanlah soal sempurna melainkan perihal merangkul apa-apa yang tidak sempurna"...
..._Laskaar Zavier Albirru Garcia_...
...----------" "----------...
Saat hari Minggu datang, ada sebagian orang yang memanfaatkan libur hari Minggu untuk bepergian bersama orang terdekat, seperti keluarga, teman, hingga pacar.
Namun, ada pula orang yang memilih di rumah saja dengan bermalas-malasan di atas tempat tidur ditemani wifi, kopi, dan piyama yang masih melekat di badan.
Kondisi tersebut yang membuat hari Minggu menjadi yang paling ditunggu-tunggu dan didambakan banyak orang termaksud liora dkk.
Keysa hari ini ia sangat kesal. Sebab kedua orangtuanya menyuruh menjemputnya di bandara. Sesampainya di bandara ia langsung menuju ruang tunggu.
Orangtua keysa sekarang pulang ke indonesia. Setelah empat bulan pergi mengurus perusahaan nya di singapore. Gadis berekspresi dingin bak kulkas berjalan itu menunggu orangtuanya sendirian, sebenarnya ia memiliki kakak laki-laki yang beda lima tahun dengannya. Kakak laki-lakinya akan menyusul ke indonesia bulan depan. Karena kenzo masih sibuk mengurus skripsi nya.
Sudah hampir sejam lebih ia menunggu. Sekarang jam 11.00 WIB. Sedangkan kedatangan pesawat yang ditumpangi oleh kedua orangtuanya mendarat dari jam 09.10. Ia mengutak-atikan handphonenya sambil menunggu yang membuatnya bosan.
"Keysa, anak mommy," Sapa mama nya lalu berlari menghampiri sang anak. Saking rindunya pada sang anak bella langsung melepas begitu saja koper yang di bawa nya.
Keysa menghentikan aktivitas tadi. Lalu mendongak ke arah sumber suara, memasukan handphonennya dalam tas kecil miliknya.
"Mommy, daddy!" Sahut keysa mendekati kedua orangtuanya.
Keysa langsung memeluk erat momy nya, kemudian beralih memeluk tubuh kekar daddy nya.
Kenzo mencium rambut putri bungsu nya. Kemudian melonggarkan pelukan mereka.
"Yuk, daddy, sudah rindu sekali dengan suasana rumah kita," Ajak kenzo. Menyuruh masuk ke mobil
Kali ini kenzo yang mengemudikan mobil, keysa duduk di kursi belakang sedangkan mommy nya duduk di samping kursi pengemudi.
"Bagaimana sekolahnya key," Tanya kenzo melihat anaknya lewat kaca mobil sambil menyetir.
"Baik, dad, gak ada kendala apapun," Balas keysa.
"Sukurlah, sudah memiliki pacar di sekolahmu?" Tanya bella. Sengaja ia bertanya seperti itu karena ingin melihat ekspresi lain selain ekspresi dingin yang keysa tampakan pada orang lain.
"Issh, aku belum pengen pacaran mom," Ujar keysa kesal.
"Masa sih? Atau gak ada yang suka sama anaknya daddy ini," Imbuh kenzo terkekeh.
"Tau ah, daddy sama mommy ngebet bangat biar aku pacaran," Celoteh keysa kembali memainkan handphonnya.
...*****...
Bibir liora melengkung membentuk sebuah senyuman indah di wajahnya. Setelah membaca pesan dari alarick.
"Ciee, ada yang lagi kasmaran nih," Sultan tiba-tiba datang menggoda liora.
__ADS_1
"Al. Ihh kalau masuk tuh pintu di ketuk dulu, kayak kambing aja, lo," Omel liora langsung mematikan handphonennya.
"Lagi chat sama siapa sih, kayaknya seru bangat. Sama alarick ya," Ucap sultan duduk di brankar liora.
"Kepo," Ucap liora kembali melahap makanannya.
"Besok, lo sudah bisa pulang," Sultan memberitahu liora.
"Bagus deh," Balas liora.
"Kok, bagus sih. Kan lo belum sepenuhnya pulih, ra," Protes sultan. Sembari duduk di kursi dekar brankar liora.
"Ya, bagus, suasana dan bau obat-obatan di rumah sakit ni, buat gue penat. Jadi pengen cepat-cepat pulang," Ujar liora lalu meminum air minumnya.
"Sini, biar gue simpan," Tawar sultan mengambil nampan di brankar liora.
"Sahabat gue, baik bangat sih, jadi pengen cekik deh," Liora tertawa dengan ucapannya sendiri.
"Sialan, kurangajar lo," Respon sultan mencubit pipi liora.
"Awwh, sakit tau," Celetuk liora sambil mengusap pipinya yang memerah.
"Rasain tuh, emang enak," Balas sultan tertawa.
...*****...
Audrey sedang berada di mall sekarang bersama amanda.
Audrey berjongkok membenarkan sepatu heals nya. Sedangkan amanda sudah berjalan duluan meninggalkan audrey tanpa memperdulikan sahabatnya yang sedang kesusahan memperbaiki sepatunya.
"Ah!" Pekik audrey, ketika rambut nya di tarik oleh sebuah benda yang ditenteng oleh seorang laki-laki berpakaian seragam basket,
"Ngapain, lo mengaitkan rambut lo di tas gue," Tanya laki-kaki itu. Sambil berusaha melepaskan rambut audrey pada pengait tas nya.
"Jelas-jelas, lo yang menyenggol gue duluan," Celetuk audrey.
"Ah! Jangan-jangan, sakit," Ujar audrey menarik rambutnya. Lalu berdiri setengah membungkuk.
"Jangan gerak, gue sedang melepaskan," Sahut laki-laki itu.
"Wah, siang bolong begini," Bisik-bisik orang yang berjalan melewati mereka.
"Cepat dikit, sakit nih rambut gue," Omel audrey.
"Drey, kita cari sepatu bagian sana aja yuk," Ucap amanda belum menyadari ketidak beradaannya audrey.
"Drey, kok diam aja sih," Sungut amanda, kemudian berbalik badan.
"Lah, audrey mana sih. Gue ngomong sendirian dong dari tadi, astagaa. Pantasan orang-orang pada lihatin gue," Dumel amanda memijit pelipis nya yang tak pusing.
__ADS_1
Kemudian berjalan keluar mencari keberadaan audrey. Amanda berjalan sembari mengumpat-serapah untuk audrey.
"Astagfirullah, lo di sini drey," Celetuk amanda menatap bingung laki-laki yang sedang bersama audrey.
"Woi! kalian ngapain, di siang bolong gini," Serobot amanda mendekati dua orang tadi.
"Bantuin gue, mand," Ucap audrey.
"Bentar, ini moment langka, gue fotoin dulu, ah!" Jahil amanda mengeluarkan handphonennya lalu memotret dua orang tersebut.
"Anjirrtt, sialan, lo mand," Umpat audrey. Merasa kesal sekaligus malu.
"Udah-udah," Kata laki-laki itu.
Audrey langsung berlalu pergi meninggalkan laki-laki itu bersama amanda.
"Aelaah, audrey tungguin gue," Teriak amanda mengikuti langkah audrey.
"Audrey, nama yang bagus," Sebut laki-laki itu, seraya tersenyum kecil penuh arti.
...*****...
"Laskaar, woii, lama bener lo datang!" Ucap seorang cowok bertubuh tinggi, gigi gingsul.
"Sorry, ray, tadi ada insiden kecil. Makanya gue telat," Balas Laskaar.
"Apa'an tuh?" Tanya rayyan antusias.
"Kepo bangat, sama hal pribadi orang, lo ray," Imbuh fajar. Laki-laki yang duduk di sebelah rayyan.
"Gue kacangin aja, biar lo sakit hati," Sahut rayyan kembali menatap laskaar.
"Gue bunuh juga, lo, ray," Sungut fajar melempar bola ke arah rayyan. Cepat di hindar oleh rayyan.
"Gue, tadi gak sengaja ketemu cewek," Ucap laskaar, tersenyum kecil. Kembali mengingat kejadian tadi bersama audrey.
Ya, laki-laki yang bermasalah dengan audrey tadi adalah laskaar. Cowok, primadona SMA Gonzaga sekaligus kapten basket. Saingan olimpiade liora dan barram kemarin.
"Gimana-gimana, cantik gak?" Rayyan semakin mendekat kan tubuhnya. Di ikuti oleh teman-teman tim basket lainnya. Jiwa kepo mereka meronta-ronta ingin mengetahui lebih lanjut.
"Cantik, tapi----" Laskaar berhenti sejenak.
"Tapi, apa? Ayolah kaar, jangan bikin gue mati penasaran," Ucap fajar. Ternyata ia juga kepo sama seperti rayyan.
"Tapi galak," Ujar laskaar lalu mengambil bola basket yang dilempar oleh fajar tadi.
"Jadi penasaran, gue sama tuh, cewek," Ujar andre. Memegang dagunya seakan berpikir.
"Anak SMA mana?" Tanya rayyan.
__ADS_1
"Tanya aja sama orangnya, emang gue bapaknya," Sahut laskaar.
"Kita mulai latihan basketnya," Ucap nya lagi.