
..."Semua wanita itu cantik, hanya yang tidak menyayangi dirinya sendiri yang mengatakan ia tidak cantik"...
..._Alarick Zalman Maheer_...
...----------" "-----------...
"Thank you kak," Ujar Liora kemudian keluar dari mobil warna putih milik abiam.
"Sama-sama, mau gue antar sampe ke kelas?" Tawar abiam tersenyum seraya memperbaiki jacket yang di pakainya.
"Gak usah, gak enak di lihatin sama siswa-siswa lain, gue duluan ya," Pamit liora yang mendapat anggukan dari abiam.
"Itu bukannya liora sama kak abiam ya," Ujar salah satu siswi.
"Iyaa itu kak abiam, tapi kok mereka bisa barengan," Bisik salah satu siswi lain.
"Liora cantik bangat, apalagi sekolah pake jacket gitu jadi terkesan kayak badgirl bangat gak sih," Puji siswi lain.
Liora berjalan hanya menatap datar mendengar pembicaraan siswa-siswi di sekolahnya.
Pengumuman...
Diharapkan untuk seluruh siswa-siswa agar segera berkumpul di lapangan sekarang.
"Aduhh, ada apa lagi sih pak botak suruh kelapangan segala," Keluh amanda.
"Gue juga, malas tahu mana panas lagi," sambung audrey.
"Mungkin ada info penting," Imbuh liora.
"Mau sampai kapan kalian berdiri di situ, kuping kalian sudah pindah kemana, gak dengar pengumuman tadi hah!," Pak dion tiba-tiba berbicara di belakang mereka.
"Kok kayak ada suara orang deh, tapi siapa ya?" Sahut audrey.
"Ke lapangan sekarang jugaa!" Teriak pak dion.
"I-iyaaa pak," Ujar mereka serempak.
"Baiklah anak-anak hari ini saya memerintahkan kalian agar berkumpul di lapangan, karena saya ingin menyampaikan info penting dan info yang sangat membanggakan sekolah maupun untuk kita semua, pertama-tama sebelum saya menyampaikan informasi nya, di mohon untuk liora dan juga barram agar segera maju ke depan,"
"Sebelum saya melanjutkan memberi informasi, saya mengucapkan terimakasih kepada liora dan barram yang telah bersiap mengikuti olimpiade dengan membawa nama sekolah kita dan mereka berdua sudah berusaha untuk membanggakan nama sekolah kita,"
"Untuk informasi nya, bahwa barram dan juga liora dinyatakan telah berhasil meraih dan memenangkan olimpiade matematika mewakili sekolah tercinta kita, berhasil membawa pulang piala olimpiade dan hasil usaha mereka berdua telah berhasil menjadi juara satu tingkat nasional. Sekali lagi selamat kepada barram dan juga liora,"
prokk-prokk...
Suara tepuk tangan dari seluruh siswa-siswi SMA Cempaka.
"Baiklah itu saja yang ingin saya sampaikan, terimakasih,"
"Congratss bestiee," Ucapan selamat dari sahabat-sahabat liora.
"Selamat ya ra," Ujar abiam berjabat tangan dengan liora.
"Selamat juga bro," Ujar abiam pada barram.
"Congratulations ara," Ucap sultan mengusap rambut liora.
"Makasih banyak semuanya," Ujar liora ramah.
"Lo kenapa gak samperin liora," Tanya johan.
"Dia masih marah sama gue," Ucap Alarick.
__ADS_1
"Udah sana samperin aja, ngomongin baik-baik masalah kalian, cewek kalau lo di diamin yang ada dia malah makin marah, karena dia anggap lo itu cowok gak peka," Sahut johan.
"Cinta itu seperti berbagi membaca buku, ia tak akan bertahan lama jika dua hati tak berada pada halaman yang sama, jadi lo harus minta maaf sama liora semua juga tahu waktu itu kalau lo yang salah, lebih baik lo perbaiki hubungan kalian jangan sampai posisi lo di gantiin sama orang lain yang bisa bikin liora nyaman," Kata johan.
"Dalam hubungan, perubahan seperti fase yang wajib untuk dilewati. Kalau salah satunya bertahan, ia akan cenderung berlanjut. Jika salah satunya tidak sabaran dan keras kepala, cerita berakhir," tambahnya lagi
"Nanti aja, gue gak mau ganggu waktu bahagia dia," Ujar alarick tersenyum kecil lalu berjalan menuju kelasnya.
"Semoga hubungan kalian baik-baik aja," Batin Johan, kemudian berjalan mengikuti langkah alarick.
...*****...
Materi pelejaran olahraga yang di pelajari oleh kelas liora hari ini adalah tentang permainan bola basket.
Pak fikri mengintruksi siswa-siswi kelas X MIPA 1 untuk cepat berbaris di lapangan olahraga.
"Iqbal, pimpin pemanasan," Perintah pak fikri kepada iqbal sang ketua kelas.
Setelah selesai pemanasan kelas mereka memulai permainan bola basket yang di awali dengan teknik pertama yaitu dribbling dan teknik-teknik selanjutnya.
"Alarick," Panggil pak fikri ketika melihat alarick serta johan berjalan di koridor kelasnya.
"Iyaa pak," Sahut alarick.
"Bisa bantu saya sebentar, tolong ajari teman-teman kelas MIPA 1 cara bermain basket,"
"Kenapa harus saya pak," Sanggah alarick.
"Kamu kan sebagai calon kapten basket yang akan menggantikan abiam, jadi saya minta bantu sama kamu," Balas pak fikri.
"Baik pak," Ujar alarick berlalu pergi.
"Sepatu nya di ikat dengan baik dulu sebelum olahraga, kalau kamu kenapa-kenapa gimana," Ucap alarick kembali berdiri setelah selesai mengikat tali sepatu milik liora.
"Ciee, liora, romantis bangat sih rick," Goda Amanda.
"Sebuah pagi sempurna, hanya jika aku bersama kamu, cieelaah drama manis pagi ini," Tambah johan tersenyum menggoda.
Alarick hanya menanggapi godaan dari teman-temannya dengan senyum simpul lalu melirik liora dengan ekor matanya.
"Jadi atau gak nih main basket nya," Celoteh salah satu siswa.
"Jadi," Balas alarick langsung mengajarkan mereka teknik bermain basket.
"Kita mulai dari teknik pertama yaitu dribbling ya," Ucap alarick memberitahu.
"Iqbal oper ke sini bolanya," Perintah alarick.
Teman-teman sekelas liora sibuk bermain basket dengan teknik-teknik yang ajarkan oleh alarick tadi.
Alarick fokus melihat cara bermain liora. Sudut bibir nya terangkat membentuk sebuah senyuman kecil. Ia merasa gemas melihat gadisnya.
"Kamu kenapa sih, natap aku terus," Ujar liora ketus.
"Kenapa? Emang, aku gak boleh natap dan mengagumi pacar aku sendiri," Sahut alarick memajukan langkahnya ke arah liora.
"Y-yyaa boleh, tapi gak sampai segitunya juga kali natap aku," Balas liora pelan.
"Kamu cantik, makanya aku gak bosan natap kamu," Alarick berbisik kecil di telinga liora.
"Aku gak cantik, mantan kamu yang kemarin itu yang cantik," Celetuk liora, mendorong pelan tubuh alarick agar menjauh dari nya.
"Kamu cantik, secantik langit, selembut bulan, berkilau seperti bintang, dan semarah Matahari..."
__ADS_1
"Kamu adalah makhluk terindah yang pernah aku lihat berjalan di bumi ini. Kamu tidak tahu betapa cantiknya kamu atau seberapa cemerlang kamu bersinar,"
"Beraninya dunia mendefinisikan kecantikan. Tuhan mendefinisikan kecantikan saat menciptakanmu! Kamu cantik, kamu cantik sejati apa adanya,"Jelas alarick menatap lekat wajah cantik gadisnya, seakan ia tak pernah bosan memandang serta memuji kecantikan gadis nya.
Liora yang mendengar penuturan dari alarick hanya bisa tersenyum manis, ia tadi berniat mengabaikan alarick, tetapi laki-laki itu dengan segala caranya bisa dengan cepat meluluhkan serta merobohkan sifat dingin dan cuek serta marahnya liora terhadapnya.
"Nih air minumnya, lo pasti haus," Ucap johan tiba-tiba memberikan sebotol air minum pada audrey.
"Gue, gak haus," Balas audrey jutek.
"Kali ini jangan di tolak, ya, hargai pemberian seseorang," Kata johan menyodorkan sebotol air minum sambil tersenyum.
"Oke," Finish audrey. Yang tidak ingin berdebat dengan johan.
"Gue ke kelas dulu, air minum nya di habisin, sayang kalau gak di habisin nanti mubazir," Johan langsung memanggil alarick.
"Rick, ayok balik ke kelas," Ajak johan.
"Gue ke kelas dulu ya, nanti bell istirahat gak usah ke kantin, biar aku aja yang bawain makanan ke kelas kamu," Ucap alarick penuh ketulusan.
"Iyaa," Balas liora singkat.
...*****...
"Ara," Panggil alarick lembut, ketika melihat sosok gadisnya yang tengah tertidur di tumpukan kedua tangan di atas meja.
Teman-teman sekelas serta ketiga sahabatnya liora tidak ada di kelas, mereka sudah pergi ke kantin 4 menit yang lalu, jadi di kelas hanya ada liora saja.
"Hmm," Sahut liora dengan mata yang masih tertutup.
"Makan dulu ya, udah aku bawain makanan buat kamu," Ujar alarick pelan seraya mengusap lembut rambut liora.
"Iyaa," Balas nya kemudian membuka mata dan memperbaiki rambutnya.
"Kamu sendiri udah makan?" Tanya liora menatap alarick di sampingnya.
Alarick tersenyum menanggapi sikap perhatian dari gadisnya. "Udah," Balas nya.
"Ya udah, aku makan ya," Imbuh gadis itu.
"Makan yang banyak, aku gak mau kamu sakit," Ucap alarick sambil memperhatikan liora yang sedang makan.
"Iyaa," Balas liora tersenyum.
"Liora," Suara laki-laki yang sedang berdiri membawa nampan berisi makanan dan juga minuman kesukaan liora di depan pintu kelas gadis itu.
"Kak abiam," Sahut liora menghentikan aktivitas makannya.
"Maaf ganggu," Ujar abiam merasa tidak enak.
"Eh, gpp kak, sini," Ajak liora tanpa menghiraukan alarick di sampingnya.
"Pacar lo?" Tanya abiam melirik alarick.
"Iya, kenapa? Lo gak suka," Celetuk alarick.
"Udah Al, emosian bangat sih kamu," Lerai liora menatap tidak suka pada alarick.
"Duduk kak," Sambungnya lagi.
"Gak perlu ra, gue ke sini cuman mau ngasih makanan buat lo, ternyata gue telat," Balas abiam tersenyum kecut.
"Aduh jadi gak enak gue, udah ngerepotin kakak, tapi makasih ya, simpan aja nanti gue makan kok," Ujar liora.
__ADS_1
"Kalau gitu, gue ke kantin dulu, ya," Ucap abiam berlalu pergi tanpa menunggu balasan dari liora.