
...Memendam mungkin lebih baik dibandingkan semuanya harus berubah"...
..._Sultan Aldi Putra Sanjaya_...
...----------" "----------...
Sultan menghampiri liora di rumahnya, ia berniat ingin membuat hubungan liora dan alarick kembali membaik seperti semula. Walaupun ia juga mencintai liora tetapi ia juga menyayangi alarick sebagai sahabatnya.
"Ra," Sultan mengetuk pintu kamar liora.
"Masuk aja. Al," Ujar liora seraya membaca novel yang ada di genggamannya.
"Baca novel terus lo, awas aja kalau lo sakit, gue bakalan sita semua novel lo," Gertak sultan menduduki dirinya di kasurĀ dekat liora.
"Ishh, gue kan cuman baca nya gak sampe larut malam juga," kesel liora terus melanjutkan membaca novel.
"Keras kepala lo," Ujar sultan mengambil novel di tangan liora.
"Al, ngeselin bangat sih," Liora mendumel pelan.
"Dengarin gue dulu, gue mau ngomong serius sama lo," Kata sultan menyimpan novel di rak buku liora.
"Apa? Kayaknya penting bangat," Seru liora menatap serius wajah sultan.
"Lo balikan sama ellard? Atau lo di ancam sama dia. Makanya lo ngejauhin alarick dan selalu bareng sama ellard," Ujar sultan menyelidik.
"G-gak ada apa-apa, dia gak ngancam gue kok," Ujar liora gelagapan.
"Gak usah bohong ara!! Gue udah kenal lo dari jadi kecebong, mata lo udah memancarkan kebohongan yang bisa dengan mudah gue tebak," Sultan berujar pelan.
"Gue---- iya ellard ngancam gue," Putus liora dirinya merasa resah.
"Di ancam? Maksud lo gimana?" Beo sultan khawatir.
"Ellard bakalan ngasih tahu papa, kalau gue pacaran sama alarick, dan lo tahu papa bakalan bertindak seperti apa kalau dia tahu gue pacaran. Makanya gue ikutin apapun kemauan ellard, agar dia tidak ngasih tahu ke papa," Jelas liora.
"Dan lo gak ngasih tahu gue soal ini? Lo ikutin kemauan si brengsek itu demi lindungi alarick." Sultan menggeleng kecewa.
"Gue gak mau ngebabanin lo terus. Al, makanya gue----"
"Lo sahabat gue. Ra, apapun yang bersangkutan sama lo itu juga urusan gue, gue gak pernah ngerasa di bebanin sama lo, selama ini lo selalu bilang sama gue harus selalu ada di samping lo, tapi apa? Lo malah kayak gini," Marah sultan pada liora.
"Al---Gue minta maaf," Cicit liora pelan menundukan kepalanya enggak berani menatap sultan.
Sultan menghelas napas kasar. "Jangan di ulangi lagi. Gue sayang sama lo. Ra, Gue gak mau lo kenapa-kenapa," Ujar sultan emosinya mereda.
"Jangan marah-marah lagi kayak tadi, g-gue takut," Liora matanya mulai berkaca-kaca menatap sultan.
Sultan membawa liora dalam pelukannya, mencium pucuk kepala gadis itu. "Iya gue janji," ujar sultan lembut.
"Lo harus perbaiki hubungan sama alarick, kasian dia. Ra," Sahut sultan melepaskan liora dalam dekapannya.
__ADS_1
"Bantuin gue, ya," Ujar liora memandang wajah damai milik sultan.
Sultan mengangguk pelan. "Gue bakalan lakuin apapun, untuk kebahagiaan lo. Ra," Sultan tersenyum tulus.
"Perasaan gue pun rela, gue korbanin. Ra, demi ngelihat lo bahagia," Lanjut sultan dalam hati.
Malam itu sultan rela menghabiskan waktunya dengan liora sepanjang malam.
...*****...
Pagi hari pun tiba ujian semester kenaikan kelas akan berakhir hari ini. Setelah beberapa hari mereka lalui dengan bekerja keras agar mendapatkan nilai yang memuaskan nanti.
"Key, jawaban no sembilan apa?" Bisik amanda di samping keysa.
Keysa menyodorkan kertas jawabannya sekilas ke arah amanda. Agar tidak ketahuan oleh guru pengawas.
"Cakep!!" Amanda mengacungkan jempolnya pada keysa.
"Ra, jawabannya dong," Ujar audrey cengegesan pada liora. Padahal mereka sudah tidak saling berbicara satu sama lain. Bisa-bisanya dia tanpa tahu malu sedikitpun meminta jawaban pada liora.
Liora menggeser kertas jawabannya. "Nih," Ujarnya.
"Gak sia-sia gue punya teman kayak lo," Ujar audrey sambil melingkari jawaban-jawaban yang ia contek dari liora.
"Audrey!!" Teriak pak doni melihat audrey asyik berbicara sedari tadi.
"Iya pak," Sahut audrey panik.
"Sekarang sedang ujian, seharusnya tangan yang bekerja bukan mulut," Titah pak doni geram.
"Audrey!! Kumpulkan jawabanmu sekarang juga!!" Ujar pak doni nyalang.
"Iyadeh pak, untung udah gue salin semua sampai selesai jawabannya," Cicit audrey pelan lalu beranjak.
"Semua jawaban kalian kumpulkan sekarang, tidak ada bantahan," Ujar pak doni kembali duduk di kursi khusus untuk guru di depan.
"Sialan lo, drey, kita semua jadi kena imbasnya!!" Kesal amanda dan teman-teman lain.
"Bodo amat, yang penting gue udah selesai," Audrey tertawa renyah mendapatkan tatapan tajam dari murid di kelas.
...*****...
"Akhirnya ujian selesai juga," Ujar johan bernapas lega.
"Ujian selesai yakin nilai lo memuaskan?" Tanya sultan mengejek. Bercanda ya.
"Yakin lah gue, nilai gue pasti bakalan meningkat nanti," Ujar johan menepuk dadanya bangga.
"Kenapa lo bisa seyakin itu?" Sultan menaikkan alisnya.
"Ya, karena gue nyontek nya sama alarick, otomatis nilai gue bakalan memuaskan," Terangnya tertawa puas.
__ADS_1
"Kampret memang, punya teman pintar lo manfaatin," Sultan menggeleng heran.
"Rick, Gue udah tahu alasan ara jauhin lo," Sultan beralih menatap alarick.
Alarick sontak menatap sultan penuh tanya. "Apa?"
"Ellard ngancam ara, bakalan ngasih tahu om arlon kalau ara gak jauhin lo dan harus selalu ikutin kemauan dia terus," Jelas sultan. Mereka saat ini sedang berada di kantin.
"Bangsaatt!!" Alarick mengumpat kecil. Seraya mengarahkan pandangannya ke arah meja liora dan ellard, disana ada anna dan cilla juga.
"Benar-benar harus di kasih pelajaran tu si burung elang," Imbuh johan menyebut dengan nama panggilan seperti yang di sebutkan rayyan pada ellard.
Alarick beranjak dari duduknya, matanya sudah tampak merah nyalang, urat lehernya seketika menonjol di sana, tangannya ia kepalkan kuat-kuat, nafasnya memburu Dan....
Sultan dan johan kelihatan panik, mereka mengekori langkh alarick.
Bughh...
Ellard tiba-tiba tersungkur ke bawah, dirinya cukup kaget dengan serangan alarick yang tiba-tiba membogem dirinya tanpa aba-aba.
Liora dan murid-murid di sana tampak terkejut, reflek menutup mulut mereka, liora beranjak dari duduknya ingin membantu membangunkan ellard, tapi di tahan oleh cilla.
Cowok itu menyeka darah di sudut bibirnya, lalu menatap alarick dengan tatapan menusuk.
Saat ia ingin bangun dari lantai ingin membalas bogeman dari alarick, namun kalah cepat kala alarick lagi-lagi membogem dirinya membabi buta. Benar-benar di luar dugaan kali ini alarick terlihat sangat marah, cowok sabar itu terus saja menyerang ellard tanpa memberi celah sang lawan untuk membalasnya.
"Al, stop!!" Pinta liora melerai keduanya.
"Minggir ara, cowok brengsek ini harus di kasih pelajaran!!" Titah alarick tak ingin di bantah sedikitpun.
"Cara lo terlalu sampah, untuk miliki ara kembali," sarkasnya tajam.
Sultan dan johan pun kewalahan melerai alarick, tenaga cowok itu benar-benar kuat. Sedangkan liora berusaha memutar otaknya memikirkan cara menghentikan aksi alarick ini.
Seketika dia melihat minuman yang berada di mejanya, lalu ia mengambil minuman itu, menyemburkannya pada alarick dan ellard.
Sontak alarick pun menghentikan aksi nya, nafas nya masih terlihat memburu, tatapan nyalang ia lemparkan pada ellard, sedangkan ellard sudah terlihat mengenaskan, wajahnya babak belur, darah di sudut bibirnya, rambut dan seragam sudah terlihat acak-acakan, begitupun seragam dan rambut alarick.
"Apa yang kamu lakuin barusan hah?! Dengan kamu ngelakuin hal tadi bisa menyelesaikan masalah?" Sentak liora menatap alarick.
"Sekarang aku tanya balik sama kamu, dengan kamu membohongi aku, mengikuti kemauan si brengsek ini, apa itu juga bisa menyelesaikan masalah?" Alarick menatap liora.
"Aku punya alasan. Al," ucap liora pelan.
"Alasan biar papa kamu gak tahu gitu, kalau kamu pacaran sama aku, pacaran sama cowok yang keluarganya berantakan," Alarick berucap lirih.
"Bukan gitu. Al," Sanggah liora menggeleng pelan.
"Aku lakuin itu karena ingin lindungi kamu, aku takut kamu di sakitin sama papa. Al---"
"A-aku gak mau kamu jadi orang kedua setelah ellard yang akan di hancurkan oleh papa aku," Ujarnya tertunduk.
__ADS_1
"Ra," Alarick mendekat mengangkat dagu liora, menghapus air mata di pipi gadis itu.
"Jangan nangis, maafin aku udah jadi cowok yang gagal buat kamu, aku yang seharusnya lindungi kamu bukan malah sebaliknya," Ujarnya lembut memegang kedua pipi gadisnya.