
..."Andai waktu itu kita sama-sama dewasa, harusnya kita masih bisa ngobrol sekarang"...
..._Andre Bratajaya_...
...---------" "----------...
"Ceritanya gini.........." Johan menceritakan semua yang sudah terjadi dari kemarin-kemarin.
"Hum, menurut gue ya, kayaknya ada sesuatu yang liora sembunyiin dari kita, atau gak ellard pernah mengancam liora." Tutur andre.
"Benar juga apa yang dikatakan andre," Imbuh laskaar di angguki oleh teman-temannya.
"Kalian gak ngerasa ada yang janggal gak sih, saat kalian ngeliat ara sama ellard di kantin?" Tanya laskaar.
Sultan, alarick dan johan saling pandang satu sama lain.
"Gue ingat, waktu liora di suapin sama ellard, muka liora kayak tertekan gitu, dia pengen nolak tapi si ellard malah maksa dis terus." Terang johan.
"Gue yakin ada sesuatu yang liora sembunyiin dari kita," Kata alarick menghela napas gusar.
"Tan, lo coba tanya baik-baik sama ara, siapa tahu dia mau terbuka sama lo," Laskaar meminta bantuan sultan.
"Gue bakalan coba besok," Ujar sultan.
"Gini bangat jadi jomblo, teman yang lagi bermasalah dengan pacarnya, kita yang sibuk cari solusi," Keluh johan memelas.
"Rick, kalau lo ada apa-apa cerita sama kita, jangan di pendam sendiri," Fajar menepuk pelan bahu alarick.
"Di lihat dari muka lo, banyak bangat beban yang lo tanggung," Ujar andre ngenes.
"Bila kau butuh telinga tuk mendengar, bahu tuk bersandar, telur tuk di dadar," Nyanyi rayyan.
"Anjaayy, udah serius-serius gue dengarin lo nyanyi, ending nya malah bikin gue lapar," Ujar fajar menoyor kepala rayyan.
"Sialan lo," Rayyan mengumpat pelan.
...****...
"Anna sama cilla juga ada di indonesia, pindah ke sekolah kita lagi." Sultan memberitahu.
"Beneran lo tan, jangan bercanda lo," Rayyan melirik sekilas ke arah andre yang terdiam.
"Beneran," Sahut sultan.
"Waduh, bakalan ada yang CLBK lagi nih," Goda fajar menyiku lengan andre.
"Siapa-siapa?" Johan penasaran.
"Tuh, si andre," Rayyan melirik andre. Sedangkan cowok itu hanya menatapnya tajam.
"Oh selamat ya," Ujar johan mendekati andre.
"Buat apa?" Andre mengernyit bingung.
__ADS_1
"Selamat, karena kalian dekat doang, jadian kagak," Timpal johan tertawa puas begitupun teman-temannya.
"Ternyata move-on dari yang gak sempat jadian, emang lebih sulit ya!" Tambah andre mengejek dirinya sendiri.
"Gue mau nanya sama kalian, fungsi pacaran tuh buat apasih?" Fajar bertanya memandang satu persatu teman-temannya. Ia bertanya sebab dirinya dari dulu sampai sekarang tidak pernah mengenal yang namanya pacaran.
"Sebagai objek agar memotivasi kita untuk semangat belajar," Tukas laskaar.
"Agar bisa saling berbagi cerita dengan usia yang sebaya," lanjut johan.
"Meningkatkan harapan hidup," Tambah sultan.
"Pengen jadiin ara, seperti sosok mama gue, yang tulus sayang dan cinta sama gue tanpa ada kata tetapi maupun kata karena," Pungkas alarick tersenyum getir.
"Jadiin dia sebagai rumah kedua juga," Sambung alarick membuat teman-temannya terdiam sejenak.
"Hati mama lo gak akan pernah lo temukan pada hati perempuan manapun," Sarkas johan sembari melanjutkan memakan cemilannya.
"Rick, definisi rumah itu spesifik dan tidak selamanya seseorang bisa lo jadikan rumah," Tutur Sultan pelan.
"Kenapa gitu?" Alarick bertanya heran.
"Karena manusia itu naif, terlalu kecil untuk di harapkan, terlalu sebentar untuk menemani, bahkan terlalu sementara untuk dijadikan rumah selamanya," Jelas sultan beranjak menatap keluar jendela.
"Tapi, bukankah kita akan selalu membutuhkan rumah untuk dijadikan tempat pulang?" Bingung alarick.
"Jadilah rumah terbaik untuk diri sendiri, karena pada akhirnya, lo akan menyadari tidak ada yang benar-benar menetap itulah siklus kehidupan yang nyata!" Tambah sultan kembali duduk samping alarick.
...****...
"Amanda marah sama gue, apa yang gue lakuin udah keterlaluan," Ujar liora sembari menikmati hembusan angin malam.
"Gue tahu setiap tindakan manusia pasti ada alasannya begitupun lo," Sahut cilla berjalan mendekati kedua sahabatnya.
"Lo anggap kita sahabat kan. Ra? Lo jangan jadi manusia pemendam masalah sendiri, kita ada di sisi lo siap jadi pendengar yang baik buat lo," Kata cilla di angguki oleh anna.
Malam ini anna dan cilla menginap di rumah liora tentu saja arlon dan ariani dengan senang hati mengizinkan mereka sebab kedekatan mereka sudah seperti keluarga sendiri bukan lagi orang asing.
"Kadang kalau gue lagi banyak masalah yang gue butuhin itu bukan teman cerita tapi teman bercanda," Imbuh anna mengeluarkan handphonnya di saku celana yang dipakainya.
"Jadi, malam ini kita harus happy-happy. Isi kepala yang penuh memang harus di ledakkan,"Sambungnya lalu menarik tangan kedua sahabatnya dengan wajah yang terlihat sumringah.
"Ganti semua pakai baju tidur, habis itu kita foto-foto dan main game," Ujar nya.
"Hum demi ngehibur ara, kali ini gue setuju sama ide lo," Pasrah cilla kemudian mereka mengganti pakaiannya masing-masing.
Setelah selesai mengganti pakaiannya masing-masing serta rambut panjang yang di biarkan tergerai begitu saja kecuali liora ia mengikat rambutnya asal. Ketiga perempuan itu berdiri di teras kamar seraya memotret langit malam dan bintang yang nampak indah menghiasi suasana malam itu.
"Cill, ra, sini," Mereka berfoto dengan mengambil beberapa gambar yang menurut mereka bagus.
Beberapa saat kemudian ketiga perempuan itu duduk kursi yang telah tersedia di teras kamar setelah beberapa kali berdiri karena mengambil pose foto yang bagus. Liora beranjak mengambil makanan sebagai pelengkap permainan game mereka agar tidak merasa lapar.
"Oke sekarang kita mulai," Ujar anna mulai memutar spidol di atas meja. Dan spidol nya malah berhenti di posisi dia.
__ADS_1
"Gue pilih dare aja," Anna menghela napas lalu menatap kedua sahabatnya yang memasang wajah menggoda.
"Jangan aneh-aneh lo berdua," Anna mulai merasa tidak enak, gadis itu menelan ludah.
"Lo telpon andre, bilang ke dia buat jemput lo di sekolah besok!!" Ujar cilla tersenyum menggoda.
"Aaa, gak mau gue, yang lain aja deh," Tolak anna memelas.
"Ayok anna, masa gitu aja lo gak berani," Liora semakin gancar menggoda anna.
"O-okee huffftt," Anna menarik napas terlebih dahulu kemudian mengambil ponselnya di saku celana.
"Tapi, nomor nya udah gue hapus," Ujar anna bernapas lega.
"Gue punya nomornya, nih," Liora menyodorkan handphone-nya pada anna.
Di tempat lain alarick dkk sedang bermain gitar dan bernyanyi di kamar alarick, malam ini laskaar dkk nya tadi berniat menginap di rumah alarick.
Dreettt-dreettt...
Suara ponsel milik andre sontak menghentikkan aktivitas mereka. Cowok itu melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Kemudian membentuk sebuah senyuman kecil.
"Si bunga anggrek kenapa tuh?" Bisik rayyan pada fajar dan johan. Ketiga manusia prik itu duduk bersebelahan.
"Gue angkat telpon bentar," Ujar andre beranjak keluar kamar.
"Hallo," Ujar anna sedikit ragu.
"Kenapa anna?" Tanya andre salah tingkah. Kemudian menspeaker volume nya.
Liora dan cilla mendekatkan dirinya pada anna karena ingin mendengar jelas suaranya andre.
"Ndre, besok jemput gue di sekolah," Ujar anna gagap.
Tutttt....
Anna langsung memutuskan sambungan telpon sebelum andre menjawab ucapannya.
Senyuman indah mengembang di wajah andre, ia melihat kembali nama yang tertera di handphone-nya agar memastikan bahwa barusan bukanlah mimpi tetapi keberuntungan yang benar-benar sedang berpihak padanya.
Dia membalikkan badannya kembali ke kamar alarick tetapi saat dirinya berbalik badan ia di kagetkan oleh keenam temannya tiba-tiba saja berada di belakang dirinya.
"Lo pada ngapain?" Ujarnya kaget.
Rayyan memicingkan matanya pada andre. "Ciee muka lo gemes bangat ndre gue cubit ginjal lo bolehkan," Ujar rayyan kurangajar memang.
"Gak usah banyak bacot bisa," Rayyan memasuki kamar meninggalkan teman-temannya.
"Berkata kasar terus apa tidak takut amal baik lo ditipex," Celetuk rayyan.
"Bodo amat," Balas andre.
"Besok jemput gue di sekolah, andre," Goda keenam temannya bersamaan mengikuti nada bicara anna membuat andre menahan malu.
__ADS_1