Distilasi Alkena

Distilasi Alkena
Bab 30. Musim sedih tahun ini jadi lebih panjang


__ADS_3

..."Tuhan jangan ajarkan aku takut kehilangan, tapi ajarkan aku untuk melepaskan tanpa ada penyesalan"...


..._Alarick Zalman Maheer_...


...----------" "----------...


Jika kebersamaan kita hanya untuk membuat kita, sebatas saling menyembuhkan luka karena orang lain. Sebaiknya kita tidak usah bertemu. Karena ketika lukamu sembuh lalu kamu pergi, sialnya kepergian mu nanti akan menjadi luka baru untukku.


Jika kedekatan kita memang hanya sebatas itu, sebaiknya kita memang tidak usah menjalin hubungan seperti ini. Karena apa untungnya jika orang yang berhasil menyembuhkanku adalah orang yang melukaiku lebih hebat dari lukaku kemarin?


Bell pulang pun telah berbunyi liora dkk berjalan keluar kelas untuk menuju area parkiran.


"Ara!!" Suara yang memanggil gadis itu amat sangat di kenali liora. Suara itu tidak asing lagi baginya. Suara yang sudah lama ia tidak dengar dari mulut sang empu. Suara yang dulu dirinya rindukan, tapi sekarang mungkin enggak lagi?.


Deg.


Liora menghela nafas gusar lalu berbalik menghadap seseorang yang telah memanggil nama nya tadi.


"Apa?" Liora bertanya dengan wajah datar ia mengarahkan pandangannya ke arah lain enggak menatap lawan bicaranya.


"Aku kangen bangat sama kamu, ra," Ellard langsung berhamburan memeluk erat tubuh liora. Tanpa memperdulikan murid-murid lain dan sahabat-sahabat gadis itu yang tengah menatapnya dengan tatapan bertanya-tanya.


Liora masih belum memberi respon apapun. Dia kaget ellard tiba-tiba memeluk nya. Ia berusaha menahan degup jantung nya yang berdegup tak karuan. Sejujurnya ia juga sangat merindukan sosok cowok yang memeluknya saat ini. Perasaannya mungkin masih ada sampai saat ini ataukah sudah pudar.


"Ra, kok kamu diam aja, kamu gak kangen sama aku," Lirih ellard bisiknya pada telinga liora. Pelukan mereka masih berlangsungĀ  tidak ada yang melepaskan pelukan itu satu sama lain.


"El," Selang beberapa detik liora terdiam. Akhirnya ia mengeluarkan suara walaupun sedikit gemetar.

__ADS_1


Bukan, bukan karena ia takut pada cowok itu, tetapi karena ia menangis, baru merasakan lagi pelukan hangat yang telah lama tidak ia rasakan dari sosok di hadapannya ini.


"A-akuu juga kangen sama kamu," Ujar liora mengeratkan pelukannya. Cowok itu hanya bisa tersenyum senang mendengar jawaban gadis itu.


Ternyata liora masih memiliki perasaan pada nya sama seperti dirinya pada gadis itu.


"Ra," Panggil keysa dengan suara pelan.


Liora dan ellard sama-sama melepaskan pelukannya. Kemudian menatap keysa seolah bertanya.


Keysa membelokan bola matanya melirik alarick. Agar sahabatnya menyadari keberadaan alarick. Yang ternyata sudah sedari tadi menyaksikan pelukan gadisnya dengan orang lain. Apalagi orang itu di ketahui mantannya.


Liora yang mengerti ara pandang keysa, ia sontak menoleh ke arah seseorang yang di maksud oleh sahabatnya.


Dia menelan ludah susah payah, raut wajahnya terlihat panik, kala melihat siapa orang yang di maksud keysa tadi.


Ya, orang yang di maksud adalah alarick. Liora melangkahkan kakinya ingin menghampiri alarick tetapi langkahnya terhenti ketika alarick menggelengkan kepalanya.


"Al, aku bisa jelasin," Pungkas liora. Gadis itu meremas rok nya kuat-kuat.


Alarick berjalan menghampiri liora, bukan dengan senyuman tulus yang liora dapatkan. Melainkan cowok itu tersenyum hambar pada gadisnya.


"Dia siapa?" Pertanyaan yang alarick lontarkan, seakan mengintimidasi dirinya. Ia gugup harus menjawab apa.


"Gue pacarnya, iyakan, ra" Jawab ellard santai sembari merangkul pinggang ramping milik liora.


Dada alarick terasa sesak, kala menyaksikan bagaimana gadisnya di rangkul mesra oleh orang lain di depan matanya sendiri, seperti ada sesuatu yang menghantam dadanya, mata nya memerah menahan bulir air mata yang akan jatuh di pipinya. "Pacar?" Beo alarick, kemudian kembali menatap liora, meminta penjelasan pada gadis itu.

__ADS_1


Jika benar laki-laki di hadapannya ini cowok dari gadisnya, berarti selama ini, ia cukup bodoh untuk di bohongi oleh liora. Ia pikir, dirinya adalah satu-satunya cowok yang di cintai gadis itu, ternyata...Pemenangnya orang lama. Ia menertawakan dirinya sendiri dalam hati.


"B-bukan, Al," Sanggah liora melepaskan rangkulan ellard dari pinggangnya. Gadis itu menampakan wajah pucat pasi.


"Lalu siapa?" Alarick mengepalkan tangannya, ia menatap kecewa pada liora.


"Orang di masa lalu aku," Balas liora tanpa kejelasan. Lalu gadis itu menggapai tangan alarick tetapi cepat di tepis oleh cowok itu.


"Bagaimana bisa, aku menerima fakta yang ada?" Tutur alarick pelan.


"Ternyata benar ya, cinta habis di orang lama itu beneran ada," Lanjut nya terkekeh hambar.


Liora menggelengkan kepalanya, tanda tak terima dengan penuturan alarick. Lidahnya terasa kelu untuk mengucapkan satu kata pun.


"Dan sialnya aku kebagian mati rasanya, sebegitu buruk ternyata kondisi ini, banyak bangat orang baik yang datang ke aku berniat untuk jadi pelangi setelah hujan badai yang telah aku lewati, tapi tetap gabisa buat aku nerima mereka dan ngizinin mereka masuk ke dalam hidup aku, aku gak tahu kenapa? Yang jelas aku gak bisa mendeskripsikan perasaan aku sendiri----Maafin aku ya, udah lancang jatuh cinta sama kamu---"


"Masalah kemarin aja, belum kamu jelasin ra, sekarang muncul masalah lagi. Kamu suka bangat ya, bikin suprise buat aku hhaha," Alarick tertawa hambar ke arah liora.


"Al, dengarin penjelasan aku dulu, aku sama El udah gak ada hubungan apa-apa lagi, aku janji gak akan ngulangi hal yang sama seperti tadi," Ucap liora menatap cowok di hadapannya dengan mata berkaca-kaca.


Ia takut alarick akan mengakhiri hubungan dengan dirinya. Meski kebenarannya ia belum memiliki perasaan apapun pada cowok itu. Entah mengapa ia tidak ingin melepaskan cowok pemilik wajah menyenangkan ini.


"Untuk kali ini bisakah jangan berjanji lagi? Jangan mengucapkan kalimat yang jatuhnya konotasi harap kemarin manusia yang lalu begitu, aku harap tidak dengan kamu----" Alarick berucap dengan suara lembut khas ketika dirinya berbicara dengan liora selama ini.


Ia masih bisa bersabar dan berucap lembut agar gadisnya tidak tersinggung dan agar gadisnya tidak merasakan sakit mendengar ucapan- ucapan kasar atau bentakan yang ia lontarkan pada liora. Ia masih memikirkan perasaan gadis itu meski dirinya sudah di kecewakan.


"Untuk kali ini, beri aku bukti yang cukup saja bisa? Pastikan semuanya baik-baik saja, pastikan kamu bukan luka selanjutnya, jangan seperti kemarin, aku takut" Tutur alarick seraya tersenyum tulus pada gadis berjacket itu.

__ADS_1


"Aku pulang dulu, ya, jaga diri baik-baik---"


"Jangan di pikirin masalah hari ini, aku gak papa, gak usah khawatirin tentang aku, kamu harus tetap jaga kesehatan, aku gak mau kamu sakit lagi dan aku gak mau kamu kenapa-napa," Kata alarick sembari mengusap rambut gadis itu dengan lembut.


__ADS_2