Distilasi Alkena

Distilasi Alkena
Bab 25. Satu di usik semuanya bertindak


__ADS_3

..."Semua perjalanan hidup adalah sinema, bahkan lebih mengerikan, darah adalah darah dan tangis adalah tangis, tak ada pemeran pengganti yang akan menanggung sakitmu"...


..._Afra Rainey Keysa_...


...----------" "----------...


"Lepasin teman gue," Desis tazkia dengan wajah datar.


"Key, drey, mand, urus keempat antek-antek nya," Perintah liora melirik ke arah ketiga sahabatnya.


"Mau ngapain kalian," Desis nada dengan wajah panik.


"Diam, atau mulut lo, gue robek," Gertak keysa. ketiga gadis itu menahan keempat musuhnya.


"Jangan macam-macam kalian," Ujar amalia dengan suara bergetar.


"Kalian bakalan aman, tapi teman kalian yang satu itu yang tidak akan aman," Bisik keysa dengan suara menyeramkan.


Plaaak..


Suara tamparan terdengar dari pipi amira, liora telah menamparnya tanpa berpikir panjang. Seketika semua murid yang ada di lapangan mendadak menoleh reflek menutup mulut mereka menggunakan tangan. Semua murid yang ada di lapangan menahan nafas menyaksikan aura mencekam dari liora. Mereka menunggu kelanjutan apa lagi yang akan liora lakukan pada amira.


"Ini akibatnya lo, dengan beraninya nunjuk wajah gue,"


Plaaakk...


"Ini akibatnya lo, dengan beraninya ngatain sahabat gue bisu,"


Bugh.


Lagi-lagi suara seseorang tersungkur akibat tendangan dari liora. Gadis itu menendang perut amira tanpa ampun.


"Ini karena lo berani-beraninya cari masalah sama gue dan sahabat-sahabat gue," Liora berjongkok menarik rambut belakang amira yang sedari tadi meringis menahan perih pada pipi nya yang sudah memerah akibat tamparan berkali-kali oleh liora.


"Lo, Bakalan senasib sama caca, hidup lo bakalan sengsara, selamat, lo sudah masuk dalam list mangsa gue selanjutnya," Bisik liora dengan seringai licik.


"Lo pikir gue bakalan takut sama ancaman lo," Ucap amira dengan suara bergetar. Menelan ludah susah payah. Berusaha menyembunyikan ketakutannnya.


"Ara," Panggil sultan dan alarick bersamaan.


Gadis itu menoleh, menaikkan sebelah alisnya bertanya.


Bugh.


Suara tendangan dari amira, gadis itu mengambil kesempatan untuk membalas perbuatan liora padanya tadi.


"Awwssh," Liora meringis memegang dadanya, tersungkur ke belakang karena tidak siap menerima tendakan dari amira pada dadanya.


"Liora," Pekik semua murid dkk liora di sana bersamaan.


"Sialan lo, cewek gila!!" Sentak audrey, berkoar ingin melangkahkan kakinya menghampiri amira tetapi di tahan oleh keysa.


"Drey," Keysa mencegah audrey. Gadis itu menggelengkan kepalanya. "Ada sultan, lo gak perlu khawatir,"

__ADS_1


"Las, bawa liora pulang sama lo," Desak Sultan yang sudah panik serta khawatir.


"Kenapa lo suruh cowok itu bawa liora," Tanya alarick bingung.


"Gue bakalan ceritain semuanya sama lo nanti," Sahut sultan. lalu menghampiri liora yang meringis memegang dadanya yang terasa sakit.


Alarick masih menerka-nerka maksud dari ucapan sultan barusan. Laskaar membopong tubuh liora ala bridal style, membawa gadis itu keluar dari lapangan sekolah, menuju parkiran mengambil mobilnya.


"Kalian, bawa teman kalian ke uks," Ucap sultan yang di angguki oleh keempat gadis itu. Lalu sultan menatap audrey dkk.


"Dan kalian, lain kali jangan ikutin perintah liora, karena itu bisa membahayakan orang lain dan juga liora," Sentak sultan.


"Kenapa? bukannya mereka yang salah," Sahut amanda yang tidak mengerti.


"Bodoh, kalian gak lihat liora kesakitan memegang dadanya, dia punya penyakit kanker pernapasan" Ucap sultan dengan suara kecil agar tidak di dengar oleh yang lain.


Mereka bertiga kaget, menelan ludahnya, mencoba mencerna ucapan sultan barusan.


Keadaan lapangan yang riuh oleh siswa-siswi tadi kini menjadi hening, karena mereka sudah pada kembali ke kelas masing-masing. Setelah liora di bawa ole laskaar.


"Hah! Gak usah becanda deh tan," Sanggah amanda yang masih tidak percaya. Mana mungkin liora memiliki penyakit, liora saja kelihatan sehat-sehat gak ada yang mengganjal bagi mereka.


"Lalu, siapa cowok yang lo suruh tadi?" Audrey bertanya.


"Laskaar itu sepupunya liora, anak dari adik om arlon," Jawab sultan," Jelas sultan.


"Jadi, maksud lo, Laskaar itu keluarga Garcia," Tebak amanda tepat.


"Tapi, kenapa liora gak bilang sama kita kalau dia sepupunya laskaar, dan juga punya penyakit," Audrey semakin pusing.


"Jadi, lo tahu semuanya key?" Amanda dibuat semakin bingung.


"Hum, liora anak dari sahabat daddy gue, om arlon sahabatan sama daddy gue dan juga mama nya sultan. Jadi gue tahu semuanya tentang mereka," Jelas Keysa.


"Kenapa lo gak kasih tahu kita?" Audrey bertanya.


"Liora, yang larang gue biar gak ngasih tahu kalian," Sahut keysa.


...*****...


"Buka pintu nya cepat," Desak Laskaar pada beberapa bodygoard. Laki-laki itu terlihat panik.


"Tante, om," Suara keras milik laskaar menggema di seluruh ruangan.


"Ara, kenapa kar," Khawatir ariani berjalan menghampiri liora dan laskaar.


"Penyakit kanker pernapasannya kambuh tante,"


"Cepat bawa, ke atas kamar. Tante akan telpon om kamu,"


Laskaar lngsung bergegas cepat naik anak tangga menuju kamar liora.


"Hallo pah,"

__ADS_1


"Kenapa mah?"


"Papa, cepat pulang, ara pingsan di sekolah, penyakitnya kambuh lagi,"


"Apa! Sekarang juga papa pulang, mama terus jagain ara,"


"Ada laskaar juga, di rumah, dia yang bawa ara ke sini,"


"Okee, papa pulang,"


Tutttttttt.....


Sambungan telpon terputus, ariani langsung menuju kamar liora.


"Kar, Bagaimana bisa penyakit ara kambuh lagi?" Suara lembut milik ariani.


"Tadi, ara berantem sama kakak kelas nya tan, dan tiba-tiba dada ara di tendang sama cewek gila itu," Terang Laskaar, sembari mengusap tangan liora.


"Kamu kenal, siapa gadis itu?" Tanya ariani, aura di kamar itu seketika menegangkan.


"Laskaar, gak tahu, tan, laskaar kesana untuk pertandingan basket," Ucap laskaar.


Tap...Tap...Tap...


Suara derap langkah kaki milik arlon tergesa-gesa masuk ke kamar liora.


"Apa yang terjadi sebenarnya?" Desak arlon dengan tatapan nyalang. Ia tahu alter-ego putrinya tidak akan muncul secara tiba-tiba seperti ini jika tidak ada yang mengusik atau ada mencari masalah dengan liora.


"Liora, berantam sama kakak kelasnya, Pah," Ucap ariani.


"Berani sekali anak itu, cari masalah dengan keluarga Garcia," Tegas Arlon mengepalkan tangannya, menampakkan urat-urat pada tangannya.


"Laskaar, cari tahu, identitas anak yang sudah cari masalah dengan ara," Perintah Arlon. jika sudah seperti ini, laskaar tidak berani menolak, sebab dia tahu bagaimana arlon ketika marah.


"Pah, hubungi dokter rian," Suara bergetar milik ariani.


...*****...


"Liora mana?" Abiam menghampiri Audrey dkk di kantin.


"Udah, di bawa pulang," Jawab audrey, menyeruput minumannya.


"Sama siapa?"


"Laskaar," Sahut amanda.


"Kenapa, cowok brengsek itu yang bawa liora," Celetuk Abiam. Menggertakan giginya.


"Emangnya kenapa? Terserah laskaar lah, dia kan sepupunya," Audrey memutar bola matanya malas.


Degg.


Apa tadi katanya, sepupu? Bagaimana bisa, peluang dia untuk mendapatkan liora akan semakin sulit, jika laskaar benar-benar sepupu gadis itu.

__ADS_1


Abiam sangat membenci laskaar dari dulu sampai sekarang, jika di tanya, karena apa? Tentu saja karena seorang perempuan.


Dulu saat abiam dan laskaar berteman baik, tetapi mereka menyukai wanita yang sama, dan abiam menuduh laskaar yang telah bermain cewek di belakang gadis yang mereka suka itu. Sampai pada akhirnya gadis itu memutuskan hubungannya dengan laskaar, itu sebabnya laskaar sangat membenci abiam hingga sekarang.


__ADS_2