
Mentari terbit sangat indah dari ufuk timur dan menyinari pepohonan, Alex dan teman-temannya bersiap untuk mendapatkan pelajaran pertama mereka dari ketiga tutor baru mereka dan alex telah membuat kelompok untuk kawan-kawannya. Astrid dan bagas mengikuti Gunju dalam kelompok berburu sebenarnya alex meminta astrid untuk mengikuti kelompok Sabeni tentang bertahan hidup tapi astrid beranggapan bertahan hidup yang akan diajarkan oleh sabeni tentang teori-teori yang akan membuatnya mengantuk sehingga dia memilih untuk mengikuti kelompok pemburu. sedangkan nenek dan kakeknya Alex, koki,isabela istrinya bagas serta orang-orang tua dan wanita yang tidak mampu mengangkat senjata menjadi kelompok yang mengikuti tutorial bercocok tanam dan buah-buahan yang bisa dimakan. Sementara itu Alex dan 20 orang teman-temannya mengikuti sabeni dalam kelompok bertahan hidup.
Kong menempatkan 50 anak buahnya untuk berjaga di sekitar camp dan kong sendiri kembali ke ketempat semestinya dia berada di paradise island. Pagi itu sabeni merasa bersyukur karena dia hanya mendapatkan 20 orang manusia dari tembok untuk di awasi, sementara itu gunju mendapatkan 100 orang dan skull mendapatkan pengikut paling banyak sekitar 180 orang yang terdiri dari wanita dan pria tua serta juru masak. Mereka pun membawa kelompok nya masing-masing.
Sabeni mengajak Alex dan kawannya menyebrangi sungai Mahakam.Mereka tampak takut lalu sabeni tertawa mengejek, apakah kalian tidak punya keyakinan terhadap tutor kalian, mereka takut masuk kedalam air karena mereka tahu mahluk apa yang ada di dalam air. Mendengar hal tersebut alex langsung menceburkan diri masuk kedalam air dan berenang ke pulau yang berada di sebelah sisi sungai. Teman-teman alex pun mengikuti teladan alex.
sabeni melihat mereka berenang dari atas pohon, setelah semuanya telah sampai di daratan sabeni pun melompati sungai selebar 15 meter tersebut dengan sekali lompat. Alex dan kawan-kawannya terkagum-kagum melihat lompatan tersebut. baiklah sesuai arahan kong aku akan memulainya sabeni pun mencelupkan tangan nya ke sungai serta merta dua mahluk buas yang super besar muncul kepermukaan. Alex dan kelompoknya langsung menarik pedang mengambil posisi siaga.
Sabeni berucap pelajaran pertama jangan pernah cepat menilai mahluk lain hanya dari penampilan luar, ayo kawan tunjukanlah diri kalian yang sebenarnya sang buaya raksasa dan ikan raksasa tersebut berubah menjadi sosok yang berbadan tegap. Sang buaya berubah menjadi mahluk yang menyerupai manusia dengan memegang tombak besar dan memiliki kulit seperti kulit buaya dan sang ikan berubah menjadi sesosok manusia yang berambut panjang berwajah manis dan memiliki gigi taring.
__ADS_1
Sabeni menyapa mereka berdua Valaar Morgures dan mereka menjawab Valaar Regrares, Baiklah ucap sabeni perkenalkan kawan lama ku, buaya yang kalian lihat tadi bernama alfonso dan ikan yang kalian lihat tadi bernama Jenifer. Mereka adalah bangsa Elf atau bahasa gampangnya Roh alam, tugas mereka menjaga pulau yang kita injak ini agar tidak ada orang yang bisa memasukinya tanpa seizin mereka berdua.
Dari mereka berdualah aku belajar mengenai kecepatan dan kekuatan yang diperlukan untuk bertahan hidup di sini. Baiklah Alex sekarang kamu dan teman-teman mu akan dilatih selama 1 hari oleh kawan ku alfonso. Jangan sungkan kawan lama ujar sabeni kepada alfonso. Baiklah kalian harus bisa berenang dari sini kebatu itu dan melawan arus sungai. Alfonso menunjuk sebuat batu dari tempat dia berdiri alex dan
kawan-kawannya pun menceburkan diri mereka dan mulai berenang akan tetapi arus sungai mulai mendorong mereka dan membuat mereka hanya berenang di tempat sementara alfonso duduk di batu tersebut bersama sabeni, sabeni menawarkan rokok lintingan yang diberikan oleh bagas. Mereka berdua menikmati rokok bersama sambil berbicara yang pembicaraannya tidak terdengar oleh alex dan kawan-kawan.
Sementara itu Gunju dan Astrid berserta 99 orang lainnya berjalan kedalam hutan mereka membawa pedang dan panah, di tengah perjalanan Gunju berhenti sambil menarik panah Astrid lalu dia menjatuhkan ranting-rantingnya dan seketika itu berubah menjadi anak panah, Gunju mengangkat sebuah pohon tua yang sudah mati dan akar pohon tersebut dijadikan satu oleh gunju dan sekita itu pula akar-akar pohon tersebut berubah menjadi 100 busur panah, gunju berkata gunju sambil meunjuk busur panah yang baru dan Astrid serta teman-teman segera mengambil busur tersebut dan meletakan busur panah mereka yang lama, lalu gunju sekali lagi unjuk kebolehan di depan kawanan tersebut. busur anak panah lama milik Astrid dan kawan-kawan di ambil oleh gunju dan di satukan lalu munculah tempat untuk menaruh anak panah.
masing-masing dari mereka mengambilnya dan Gunju memberikan 5 anak panah kepada mereka masing-masing. Setelah puas unjuk kebolehan gunju berubah ukuran menjadi seukuran manusia sambil berkata Gunju. Teman-teman Astrid terlihat bingung dan tidak mengerti apa yang dikatakan oleh gunju, lalu Astrid mengambil inisiatif baiklah kawan-kawan waktunya kita berburu, gunju pun mengangguk senang.
__ADS_1
Ketika mereka berjalan kedepan, Astrid mengangkat tangannya dan semua kawanan pun berhenti lalu Astrid menunjuk kearah jam 8, ternyata ada sekawanan sapi yang besarnya melebihi sapi yang ada di kastil. Gunju bertepuk tangan dan berteriak riang Gunjuuuu, sontak suara Gunju membuat kawanan sapi itu kaget dan berlarian. Astrid langsung mengambil komando dan memecah kelompoknya menjadi 3 bagian untuk mengepung dan mengejar kawanan sapi tersebut, manfaatkan anak panah yang kita punya kawan jangan disia-siakan, team astrid mengejar kawanan sapi tersebut sementara dua team yang lain berlari menyamping dan mencari posisi tinggi.
Gunju menyemangati mereka dengan kata-kata Gunju….gunju…gunjuuuuu sambil menunjuk kearah kawanan sapi. Astrid mencoba memanah salah satu kawanan sapi yang paling belakang dan ketika anak panahnya terlepas dari busur, anak panah itu berubah menjadi anak panah yang cukup besar untuk melukai seekor sapi raksasa, sayangnya sapi tersebut tidak terkena anak panah yang astrid lepaskan. Perubahan ukuran anak panah tersebut membuat Astrid dan teman-temannya senang dan kaget. Lalu team yang berada di sebelah kanan Astrid melepaskan anak panah mereka dan hal yang sama terjadi ukuran anak panah berubah ukuran dan berhasil mengenai 1 ekor sapi yang langsung terkapar.
Gunju menunjuk satu ekor sapi yang terpisah dari kawanannya astrid pun mengerti maksudnya, dia langsung melepaskan anak panahnya, tetapi dia tidak membidik kearah sapi. Astrid membidik lebih kekanan dan melepaskannya, dan ternyata sapi tersebut sesuai prediksi astrid berlari kearah kanan di tempat yg dibidiknya. Mereka pun segera bergegas menghampiri sapi-sapi tersebut dan menyembelihnya. 1 sapi dibawa oleh 50 orang temanya astrid sementara 1 sapi dibawa sendiri oleh gunju.
Sementara itu skull sibuk mengajari koki dan orang-orang tua untuk menanam benih dan mencari buah-buahan yang bisa dimakan, Skull mengatakan kepada semua orang bahwa inilah pelatihan yang paling penting diantara yang lain, hal itu membuat koki bertanya, bagaimana bisa pelatihan menanam dan mencari buah ini adalah pelatihan paling penting dari yang lain. Skull memamerkan giginya dan berkata, apakah kalian selamanya akan berperang dan apakah kalian tidak berfikir suatu saat kalian akan kehabisan hewan untuk di buru dan kehabisan stock makanan. Jika dua hal itu terjadi bercocok tanam adalah pilihan yang paling logis untuk bertahan hidup.
Diantara kelompok, tugas kalian lah yang paling penting. Ingat kawan, prajurit tidak bisa berperang dengan perut yang kosong dan jika persedian kalian sudah habis di balik tembok itu, kalian akan kembali kealam. Aku sepakat dengan mu pangeran skull tugas kita lah yang paling penting ucap nenek alex. Belajarlah dari nenek ini anak muda ucap skull, Koki pun hanya bisa tersenyum. Mari kita lanjutkan mencari ubi teriak skull dengan ceria.
__ADS_1