
“kalian masih ingin melawan ku dengan kemampuan kalian yang menyedihkan seperti itu” ejek Sabeni
Maryam dan Edward mengeluarkan keringat dingin dan mereka mulai merasakan bahaya yang mengancam. Mereka tidak mengira bahwa keempat orang yang bersama sabeni mampu membunuh pengawal Edward yang berada di tingkat awal pendekar langit.
Sementara Edward sendiri berada di pendekar langit yang sudah membuka gerbang ketiga sedangkan Maryam berada di tingkat pendekar langit yang telah membuka gerbang pertama. Jika keempat orang yang berada di dekat Sabeni mampu mengalahkan pengawal Edward tanpa kesulitan berarti mereka tidak ada kemungkinan menang melawan Sabeni.
Jika keempat rekan Sabeni menyerang secara bersama-sama maka Maryam dan Edward tidak memiliki kesempatan untuk mendaratkan satu pukulan ke Sabeni.
Jika harus menghadapi Sabeni seorang diri Edward memiliki percaya diri bahwa dirinya mampu mengalahkan Sabeni walaupun terlihat dia edward kurang percaya diri, tapi dia membulatkan tekadnya untuk mengalahkan Sabeni karena Sabeni telah menghabiskan banyak tenaga dalamnya ketika memnyerang dasar Samudera untuk memancing Raja Samudra pasifik muncul ke permukaan laut.
Sabeni memperhatikan raut wajah keduanya, “jika kalian berfikir bisa mengalahkan ku dengan melakukan Culturai aku tidak keberatan kebetulan aku sangat ingin merasakan daging ikan duyung panggang” jawab Sabeni
Maryam bereaksi mendengar kata-kata daging ikan duyung panggang, perkataan Sabeni sangat menyinggung dirinya. Dia segera menyerang sabeni dengan menggunakan trisulanya, pertempuran tersebut menimbulkan gelombang ombak yang sangat besar membuat kapal-kapal Distrik 10 terombang ambing di tengah samudra. Kinosita sibuk mengarahkan armadanyna untuk menjauhi lokasi pertempuran agar kapal tidak karam.
Maryam memutar trisulanya dengan sangat cepat menciptakan gelombang air yang lebih besar dari putaran air yang di ciptakan oleh Hipno gurita raksasa. Sabeni tidak membiarkan Maryam menyelesaikan jurusnya karena akan membahayakan armada kapal distrik 10, Sabeni menggunakan jurus tarian naga. Tebasan pedang berkepala naga milik sabeni menimbulkan angin yang mengarah ke Maryam, Maryam yang terkejut melepaskan gelombang yang belum sempurna itu ke arah Sabeni tapi gelombang air tersebut berhasil di hancurkan oleh angin tebasan pedang sabeni.
Angin tebasan pedang sabeni kini berubah wujud menjadi seekor naga, yang mengincar dan menyerang Maryam. Maryam yang terkejut melihat tersebut terlambat untuk mengelak, Edward segera menahan jurus sabeni dengan serangan tangan kosongnya. Edward terpental keudara sejauh lima meter, Edward berhasil menstabilkan pijakannya dan berdiri tegak.
__ADS_1
Edward memuntahkan darah segar dari bibirnya dan jatuh kedalam laut Maryam segera menuju ke tempat Edward, sebelum Maryam berhasil mencapai Edward Sabeni telah berada disana dan mengangkat Edward dari permukaan air. Sabeni memegang leher Edward yang tidak sadarkan diri dan mengoyang-goyangkan jari telunjuknya ke arah Maryam. Maryam segera berhenti dan memandangi wajah sabeni dengan penuh harap.
Jika saja Edward tidak menghentikan jurus Sabeni pasti Maryam sudah meninggal dan dijadikan daging duyung bakar oleh Sabeni. Maryam benar-benar tidak percaya bahwa setiap perkataan dikeluarkan oleh Sabeni bukanlah ancaman kosong, kini Maryam berusaha menahan tangisnya melihat ayahnya dalam keadaan tidak sadarkan diri demi menyelamatkan dirinya.
“apa yang panglima darah inginkan dari kami” tanya Maryam sambil berusaha menahan tangisnya.
“aku ingin bertemu Glacio raja samudra pasifik, akan kubunuh dia dengan tangan ku sendiri atau kalian boleh menggantikannya sekarang” ucap sabeni singkat.
Tiba-tiba dari dalam laut muncul tiga sosok mahluk yang memilliki tangan dan kaki seperti manusia tapi mereka memiliki tempurung seperti kura-kura di punggung mereka.
“kami dengar dan kami taat kepada Panglima darah” ucap ketiga sosok tersebut sambil membungkukan badan.
Sabeni melemparkan Edward ke arah Maryam, Maryam segera membungkukan badanya tapi dia berhenti sejenak karena bingung. Apakah dia harus membungkukan badannya kepada sabeni atau raja Glacio.
Sabeni tidak ambil pusing mengenai hal tersebut dia terus terbang dia atas air menuju kearah ketiga mahluk yang baru muncul tersebut. Ricard yang dijuluki berhati singa sempat gemetar ketika sabeni terbang ke arah mereka.
“jelaskan maksud perkataan Hipno penjaga gerbang kalian yang mengatakan kalian tidak tunduk lagi di bawah Dewan Tetua Hutan dan menghina kematian ayah ku kong. jika jawaban kalian tidak memuaskan ku, aku bersedia melenyapkan sekutu lemah dan tidak berguna seperti kalian.”
__ADS_1
Ucapan sabeni membuat ketiganya saling berpandang, mereka bingung dengan apa yang di katakan oleh Sabeni. sementara Maryam langsung gemetar mendengar perkataan Sabeni, Dony yang melihat peristiwa itu menyarankan supaya mereka semua kembali ke kapal distrik 10 dan membicarakannya di atas kapal.
“maafkan kelancangan ku Dony san Iblis goa, kami tidak boleh menampakan diri kami sembarangan di depan manusia biasa demi menjaga kehormatan dan wibawa kerajaan kami” protes karin
“sudahlah aku muak dengan birokrasi ini, apakah kalian fikir kalian lebih penting dan lebih hebat dari pada aku sang panglima darah” jawab Sabeni.
Tidak ada satupun yang memprotes omongan Sabeni, semua mahluk yang ada di atas permukaan air mengikuti Sabeni menuju kapal tempur utama Distrik 10. Pasukan Distrik 10 menjadi siaga ketika maryam melompat sambil membawa Edward ayahnya, tapi ketika Tokiya muncul dan meminta prajuritnya untuk memberikan ruangan khusus untuk Edward dan menyiapkan ruang pertemuan khusus untuk sembilan orang prajurit tersebut segera melakukan permintaan Tokiya.
Semua prajurit yang berada di kapal perang utama sangat kaget ketika melihat penampilan Galcio, Ricard dan Karin sang penguasa Samudra untuk pertama kalinya. Di bandingkan dengan Gurita raksasa ke lima mahluk yang sekarang berada di atas kapal bersama mereka lebih manusiawi, walaupun mereka sadar kekuatan kelimanya melebihi kekuatan gurita raksasa yang mereka lihat.
Tokiya memerintahkan pasukannya untuk tetap berlayar menuju tujuan awal mereka.
Sesampainya diruang pertemuan yang disediakan oleh Tokiya, Edward diberikan pil oleh Sabeni dan dibaringkan di dekat ruangan pertemuan. Tokiya memberikan tamunya sambutan selayaknya tamu negara, setelah meminum beberapa gelas Arak sabeni membakar rokok hutannya. Ocha, Reptil, Dony dan Tokiya duduk di dekat Sabeni. semetara Glacio, Ricard, Karin duduk menghadap Sabeni. Maryam tetap berdiri di tempatnya.
Ekor duyungnya berubah menjadi dua buah kaki manusia ketika dia lebih dari dua menit berada di daratan. Sabeni memberikan isyarat kepada maryam untuk duduk di samping Karin. Namun karin memberikan tatapan yang tajam kepada maryam.
“ada apa Karin, apakah kau keberetan jika maryam duduk di sebelah mu” tanya sabeni sambil menghisap Rokoknya.
__ADS_1
“ah..aku..aku tidak keberatan jika panglima darah berkenan maryam duduk diseblah ku” jawab karin berusaha menutupi kekesalannya.
“baguslah jika itu tidak masalah, karena bagi ku tidak ada yang membedakan antara kita dan rakyat kita selain tanggung jawab yang kita pikul sebagai pemimpin” ucap sabeni santai