Distrik The Guardian Angel

Distrik The Guardian Angel
Raja Samudra Pasifik V


__ADS_3

Sabeni serta Dony mulai menanyakan apa alasan gate keeper samudra pasifik melakukan penyerangan kepada rombongan lembah kesunyian yang sedang mengemban misi dari Dewan Tetua Hutan dan gate keeper menyatakan bukan aliansi lembah kesunyian. Helios, Ricard dan Karin saling pandang tidak percaya atas apa yang di dengar oleh kuping mereka.


“mohon maaf Panglima darah dan Dony sang iblis goa, kami sejujurnya sama terkejutnya dengan kalian. Aku tidak pernah memerintahkan satu prajuritpun untuk menghalangi misi kalian ataupun menyatakan perang dengan kalian. Memang teritori laut disini di bawah pengusaan Edward tapi aku tidak pernah memberikan perintah untuk menghalangi mu. Kami memberikan Edward teritori disini untuk mengamankan dan meminimalisir ancaman dari para manusia darat yang mulai mengekploitasi mahluk laut.” jawab Glacio sambil memandangi Edward.


“mau sampai kapan kau pura-pura pingsan Edward, kau harus memberikan penjelasan yang masuk akal kepada kami atau akan ku jadikan tubuh mu umpan untuk binatang buas di lembah kesunyian.” ucap sabeni sambil meminum segelas arak.


Edward segera membuka matanya, setelah bertarung dengan Sabeni dia mengetahui bahwa setiap omongan yang keluar dari mulut sabeni bukanlah ancaman kosong. Edward berjalan kearah meja tempat sabeni dan Glacio berunding, lalu dia memberikan hormat kepada Glacio dan Sabeni.


Edward hanya duduk di bangku tersebut sambil menundukan kepalanya, Sabeni yang melihat tingkah Edward menjadi kesal dan menyentil sebuah sumpit kayu untuk memakan mie kearah Edward. Sumpit kayu tersebut menusuk tangan endward, Edwards tetap menundukan kepalanya tanpa berkata apapun. Sabeni memandang Ocha, Ocha segera berdiri dan mencabut pedangnya.


Ketika Ocha berdiri, maryam segera bangun dan bersujud kearah Sabeni, “mohon berikan belas kasihan Panglima darah kepada ayah ku. Ayah ku adalah mahluk laut yang baik tapi gate keeper dan kelima kesatria Duyung menghasut ayah ku untuk memberontak kepada Raja Glacio dan berniat membunuh Panglima darah. Aku...aku sudah berusaha menghentikan dan menyadarkan ayah ku tapi gate keeper dan lima kesatria duyung terus menerus memaksa ayah ku untuk bertindak seperti itu. Jika kami bisa mengalahkan panglima darah maka seluruh penghuni laut pasti akan mengangkat ayah ku sebagai raja samudra pasifik yang baru”


“lancang sekali kau Edward, berani melakukan pemberontakan” karin berkata sambil memukul meja, dan pukulan tersebut membuat meja hancur.


Sabeni segera menangkap guci arak dan gelas untuk melanjutkan meminum araknya, sedangkan reptil segera menangkap ayam yang ada di dekatnya. Ocha yang sudah menyiagakan pedangnya memandang ke arah Sabeni menunggu arahan darinya untuk menebas kepala Edward.


“Raja Glacio tolong ampuni ayah ku, dia bertindak seperti ini karena ayah ku berfikir bahwa ekploitasi mahluk laut oleh manusia daratan terjadi karena sekarang anda terlalu lembek dan tidak mengizinkan monster laut mengamuk atau menghancurkan kapal para manusia daratan. Sehingga manusia daratan menangkapi saudara-saudara kita. Jika larangan untuk menghancurkan dan menyerang manusia daratan anda cabut maka manusia daratan akan terteror kembali dengan kekuatan kita dan mereka tidak mungkin berani menjadikan saudara-saudara kita sebagai binatang pertunjukan”


Glacio segera memijat keningnya dan memandangi Ricard yang di percaya sebagai penasehatnya. Ricard memejamkan matanya dan melihat kearah atas lalu menarik nafas dalam-dalam dan tetap tidak mengeluarkan sepatah kata.

__ADS_1


Karin yang sudah kesal dan tersulut emosinya menarik senjatanya berupa pedang berbentuk lengkung dan menyabetkan senjatanya kearah Edward, karin adalah mahluk laut terkuat nomor tiga dan juga merupakan istri dari Raja Glacio. Ocha segera menahan sabetan pedang Karin seraya berkata “tidak ada yang boleh menyentuh tahanan perang milik Panglima darah.”


Karin yang kaget dengan aksi Ocha memandangi Sabeni, tapi Sabeni seolah tidak melihat kejadian tersebut. Sabeni seolah sedang asik menikmati araknya dan tidak mempedulikan nasib Edward. Lalu Karin memandang Glacio dan Ricard, keduanya menggelengkan kepala mereka secara bersamaan.


“masih berani bertindak sesuka hati mu di depan panglima darah tuan puteri?” ejek Ocha.


“kau...”


Karin segera menyerang Ocha dengan pedang lengkungnya dan mereka akhirnya saling serang, membuat ruangan yang besar tersebut penuh sayatan pedang dan bolong di sana sini. Maryam segera menghampiri ayahnya dan mencabut sumpit yang menusuk lengannya, tapi Edward melarang mariam melakukan hal tersebut.


Karin dan Ocha bertempur semakin cepat dan serangan mereka berdua mulai mengincar titik vital lawanya. Tokiya hanya dapat menggelengkan kepalanya melihat pertarungan terjadi di atas kapan, dia khawatir kekuatan mereka berdua akan membuat kapal ini karam. Ocha melihat wajah Tokiya mulai cemberut lalu dia berkata kepada Karin “hey kura kura ninja, jika kita melanjutkan di atas kapal aku khawatir menenggelamkan kapal ini, jika kau memang mahluk terkuat urutan ke tiga di seluruh samudra pasifik ini. Mari kita pidahkan lokasi pertarungan kita di luar kapal. Bukankah kamu lebih kuat jika bertarung di air.”


Belum sempat Karin menyelesaikan perkataannya tiba-tiba Sabeni sudah berada di depan Karin dan menampar wajah Karin sampai terpental sejauh lima meter. Karin sangat kaget dengan kecepatan gerakan Sabeni yang tidak mampu di tangkap oleh matanya dan hanya dengan sekali pukul Sabeni bisa menghempaskan Karin serta membuat bibirnya mengeluarkan darah.


Glacio dan Ricard sama terkejutnya dia tidak bisa melihat sejak kapan Sabeni ada di sana, Glacio dan Ricard mengeluarkan keringat dingin ketika dia mengetahui Karin mengeluarkan darah dari mulutnya.


Hanya Maryam dan Edward yang tidak beranjak dari ruangan pertemuan.


“aku tidak keberatan kamu bermain pedang-pedangan dengan Ocha, tapi aku tidak akan mentoleransi perkataan mu yang menyebut suku betawe sebagai manusia darat. Kalian mengucapkan manusia darat untuk merendahkan para manusia yang hidup di daratan bukan. Kelancangan mu harus di bayar dengan mahal” ucap Sabeni sambil menaruh guci arak yang dia bawa di lantai kayu.

__ADS_1


Karin berusaha berdiri tapi kakinya tidak mau membantunya, dia sangat terkejut dan ketakutan ketika mengetahui kekuatan Sabeni. kecepatan dan kekuatanya sungguh di luar nalar mereka, secara umur karin dan Glacio sudah berumur lebih lima ratus tahun sedangkan sabeni baru berumur delapan puluh tahun, tapi kenapa kekuatan mereka berbeda jauh seperti ini. Sepengetahuan karin siapapun yang di pilih menjadi Panglima darah memang akan meningkat kekuatanya sebanyak dua sampai tiga tingkatan, yang dia ketahui Sabeni sebelum menjadi panglima darah hanya berada di tingkat pendekar kelas satu dan seharusnya setelah dia di angkat menjadi panglima darah seharusnya dia paling jauh berada di tingkat pendekar langit gerbang ke tiga.


Karin dan Glacio berada di tingkat pendekar langit gerbang ke lima sedangkan Ricard kini telah berada di pendekar langit gerbang ke empat. Karin melihat kearah Ricard dan Glacio meminta bantuan mereka, Glacio segera menggelengkan kepalanya.


“mohon panglima darah bermurah hati dan mengampuni istri saya dan tidak mengambil hati atas sikap kurang ajar istri saya” Glacio berkata sambil berlutut dan menempelkan telapak tanganya di dada sebelah kiri.


“mohon tunjukan belas kasihan panglima kepada permaisuri kerajaan samudra pasifik, kami akan menjadi aliansi yang berguna untuk lembah kesunyian jika diperlukan” ucap ricard sambil berlutut dan melakukan hal yang sama.


Karin masih berusaha untuk berdiri, dia mulai berdiri dengan berpegangan kepada tiang kapal yang ada di dekatnya, sementara itu prajurit distrik 10 mulai membentuk formasi tempur. Bukan hanya prajurit Distrik 10, Dony, Reptil, Tokiya dan Ocha sudah bersiap menyerang para mahluk laut tersebut.


Sabeni tidak berkata apa-apa dia hanya memandangi Karin tanpa ekspresi sedikitpun, karin mengelap darah yang keluar dari mulutnya. Karin merencanakan melarikan diri kelaut, ketika hendak melompat dan menceburkan dirinya kelaut Sabeni tersenyum.


“dasar wanita bodoh” teriak Ricard.


Ricard yang dikenal tenang dan ditunjuk sebagai ahli strategi oleh kakaknya yang sekaligus raja Samudra Pasifik menunjukan Ekspresi yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Menurut Ricard tindakan Karin akan membuatnya terbunuh dan Ricard mengetahui di antara mereka bertiga meskipun mereka menyerang bersama-sama tidak bisa menandingi kecepatan dan kekuatan Sabeni.


Sabeni segera menghilang dari tempat berdirinya semula dan tepat sebelum Karin menyentuh permukaan air, dia menjambak rambut Karin dan memukul perutnya. Karin langsung muntah darah ketika mendapatkan serang tersebut. Sabeni melayang diudara dan melemparkan karin kepada Glacio, Glacio segera mengechek keadaan Karin dan ketika dia mengetahui Karin masih bernafas dia sangat lega.


“jadi sekarang apa mau mu Glacio” tanya Sabeni.

__ADS_1


__ADS_2