Distrik The Guardian Angel

Distrik The Guardian Angel
Hasan


__ADS_3

Hasan membawa Sabeni dan rombongannya ke ujung lorong pelabuhan, lalu dia memperhatikan sekitarnya untuk memastikan tidak ada orang lain yang mengikuti mereka. Setelah memastikan semuanya aman Hasan mengajak Sabeni dan Rombongannya masuk ke dalam rumah tua tak berpenghuni.


Dony yang dari tadi hanya diam kini berbicara dengan sabeni, Ocha dan Reptil melalui pikiran mereka. Dony mengatakan bahwa Rumah ini penuh dengan hawa kematian dan Roh.


“oh memang rumah ini sudah hampir 300 tahun tidak berpenghuni, memang banyak roh yang menempati bangunan ini tapi kalian tidak usah Khawatir semua roh disini adalah sahabat ku” hasan berucap seolah-olah dia mendengar perkataan dony


“eh apakah kamu bisa menggunakan telepati juga” ucap Dony terkejut


“telepati ?” hasan berhenti melangkah dan memeringkan kepalanya, “maksud mu berbicara seperti ini di dalam kepala seseorang” hasan berbicara kepada 4 sahabat barunya di kepala mereka masing-masing.


Dony segera maju kedepan dan dia merepalkan matra lalu berkata “Tunjukan wujud asli mu Hasan !”

__ADS_1


Dari tangan Dony keluar listrik statis dan segera menyetrum Hasan, ketika listrik tersebut menyentuh tubuh Hasan terdengar bunyi suara seperti tulag yang patah dan tubuh hasan diselimuti asap putih yang tebal


Reptil dan Ocha segera siaga untuk bertempur dengan mahluk apapun yang akan keluar dari asap putih tersebut. hanya sabeni yang terlihat kesal dengan perbuatan Dony


“untuk apa kau lakukan itu saudara ku” tanya Sabeni dengan nada kesal kepada Dony


“dia bukanlah manusia Sabeni, apakah kau tidak menyadarinya” jawab Dony sambil merapalkan matra lainnya dan di atas tubuh Dony sudah terbentuk anak panah yang terbuat dari cahaya mengarah ke tempat Hasan berdiri.


“eh itu...hmm...” Dony terdiam tidak bisa menjawab karena memang secara harfiah mereka bukanlah manusia seperti manusia pada umumnya.


Seketika semua Roh berkumpul mengelilingi asap Putih sambil membawakan Sesuatu yang berwarna hijau, para Roh kini mulai mewujud dan memperlihatkan diri mereka. Dalam satu tarikan Nafas Sabeni dan kawan-kawannya sudah dikelilingi oleh ribuan roh yang marah kepada mereka.

__ADS_1


Para Roh terus menerus membawakan sesuatu yang berwarna hijau ke tempat Hasan, sedangkan yang lainnya segera membentuk pagar ROH di antara Sabeni dan Hasan. Salah satu Roh mulai membentuk sebuah senjata di tangannya.


Kehadiran ratusan roh di sekeliling sabeni dan kawan-kawannya membuat suhu di tempat tersebut terasa dingin dan menakutkan.


Ocha, Reptile dan Dony segera saling memunggungi untuk mengantisipasi serangan dari para Roh, Hanya Sabeni yang masih terlihat santai, Sabeni tidak mengambil posisi siaga untuk bertempur.


Sabeni menggerakan tangannya dengan sangat pelan kedalam saku celananya, para Roh tidak mempedulikan sikap Ocha, Reptile dan Dony. Mereka lebih memperhatikan gerak gerik Sabeni, dengan kata lain menurut mereka Sabeni adalah Ancaman yang sesungguhnya.


Setelah tangan Sabeni masuk kedalam saku celananya dengan perlahan sabeni mengeluarkan rokok dan saku celanannya. “tenanglah para kesatria Roh aku hanya ingin membakar Rokok ku, apa kalian mau mencobanya”


Dengan santainya Sabeni membakar rokoknya dan menghisapnya kuat-kuat, asap rokoknya dihembuskan kesembarang arah sambil memperhatikan pasukan Roh yang mengepungnya dan juga Hasan yang diselimuti asap putih.

__ADS_1


“aw yang tadi itu sakit sekali kawan ku” hasan berkata sambil keluar dari kepulan asap Putih.


__ADS_2