
Kera dengan bulu Kemasan itu mengarahkan kepalan tangannya kearah ryan, akan tetapi Ryan dengan mudahnya mengelak sambil tertawa dia mengatakan wah kau cepat juga untuk ukuran moyet gunung, hahahahahah. Kera itu pun terus mengejar ryan, akan tetapi pasukan ryan tidak membiarkan sang jendral menghadapi kera tersebut sendirian, serta merta kera berbulu kemasan itu mengaung seolah-olah meminta bantuan, kera-kera yang ada di atas pohon pun turun kebawah sambil memukul dan menggetok ke sana-sini, dan entah dari mana datang pasukan kera yang lebih tinggi dan besar dari arah depan, sontak membuat pasukan ryan yang berada di depan mengangkat perisai dan tombak mereka untuk menghalau serangan dari kera-kera yang berukuran 3meter.
Pertahanan pasukan ryan tak ayal hanya seperti kapas bagi pasukan kera yang baru datang tersebut. mayat-mayat pun berjatuhan, sang kera berbulu emas mencoba mengejar Ryan dan seketika itu juga ryan membalikan badannya dan berhasil menangkap kaki kera berbulu emas lalu melemparkannya kearah belakang untuk menghalau para kera yang terus menerus berdatangan.
Melihat pemimpin mereka berhasil menjatuhkan kera berbulu emas moral prajurit pun bangkit mereka mencoba membendung serangan dari kera-kera raksasa, walaupun mereka tahu sangat tidak mungkin menghadang kera-kera tersebut dengan perisai, tapi itu lah upaya terakhir mereka yang paling masuk akal untuk bertahan hidup. Sementara itu sang kera berbulu emas yang dilempar oleh ryan berusaha menyeimbangkan tubuhnya setelah tubuhnya membentur sebuah pohon. Melihat kondisi pasukannya sudah tidak mungkin bertahan Ryan meneriaki pasukannya formasi 79, serta merta pasukan ryan menanggalkan semua perisai mereka dan melemparkan tombak-tombak mereka kearah musuh, hanya sebahagian kecil saja dari serangan tersebut yang berhasil melukai kera-kera raksasa itu.
Setelah melemparkan tombak pasukan ryan berbaris membentuk segita terbalik sambil mengambil senapan shoot gun yang tergantung di belakang tubuh mereka. Lalu pasukan ryan melancarkan tembakan kearah kera raksasa berbulu emas, mereka fokus untuk membunuh kera berbulu emas tersebut, dan diluar dugaan kera-kera raksasa yang lainnya secara otomatis melindungi sang kera berbulu emas tersebut, ada sekitar 10 ekor kera yang roboh akibat serangan tersebut, melihat teman mereka mati, kera-kera raksasa terlihat semakin marah dan menjadi brutal, sebelum pasukan ryan melakukan tembakan yang kedua para kera raksasa telah melompat ke dalam barisan mereka dan memukul secara mebabi buta, pasukan Ryan pun berlarian untuk menyelamatkan nyawa mereka masing-masing.
Ryan terlihat geram tapi dia tidak memerintahkan anak buahnya untuk bertahan. Akhirnya dia pun mengeluarkan perintah untuk mundur, kera berbulu emas meneriaki pasukannya. Ratusan kera raksasa pun mengejar 500 prajurit ryan yang sudah kocar kacir. Ryan adalah jendral yang selalu mengambil Tropi di dalam setiap medan pertempuran walaupun dia kalah dia memastikan ada sesuatu yang bisa dia bawa pulang untuk mengingat peristiwa yang dilaluinya.
Di luar dugaan para pengawal pasukan elite ryan yang tertisa 5 orang, ryan berlari sendirian kearah kera raksasa berbulu emas. Ketika jarak kera berbulu emas dan ryan sudah dekat, ryan menarik pedangnya dan mengincar ekor kera berbulu emas tersebut. kera berbulu emas itu mencoba berbalik badan akan tetapi gerakan pedang ryan sangat cepat sehingga dalam sekejap mata ekor kera berbulu emas terpisah dari tubuh sang kera.
__ADS_1
Kera tersebut meraung kesakitan dan berguling-guling di tanah, hal itu membuat 30 ekor kera raksasa yang setinggi 3 meter mengejar ryan, 5 orang pengawal elite ryan mencoba menghadang, akan tetapi hanya 3 ekor kera yang berhenti untuk menghadapi 5 pengawal elite ryan, dalam hitungan detik 5 orang pengawal ryan berubah menjadi mayat sementara itu ryan terus berlari sambil membawa tropinya. 3ekor kera raksasa berhasil melompat kedepan riyan dan mengarahkan kaki mereka kearah ryan. Dengan sangat lincah ryan mengelak dari serangan tersebut, sambil memagang ekor kera riyan melompat kearah 2 kera yang berdiri di hadapanya dan menebaskan pedangnya secara vertical.
Pedang tersebut memotong tubuh kera raksasa berukuran 3 meter menjadi 2 bagian seperti memotong sebuah kertas, setelah itu ryan berlari kearah kera ketiga dan menebaskan pedangnya ke kaki kanan kera tersebut. diluar dugaan ada sebuah benda yang melayang berbentuk pendek dengan ukiran kayu berlambang kepala serigala menghalangi pedang ryan menyabet kaki kera tersebut. sambil tertawa mengejek sabeni berkata wah wah sepertinya aku ketinggalan tontonan yang menarik.
Sambil berjalan santai kearah ryan sabeni menarik bilah pedang panjangnya keluar dari sarungnya yang dihiasi oleh gagang berkepala naga dan serta merta golok yang dilemparkan oleh sabeni terbang seperti tertarik oleh bilah pedang panjangnya. Para kera raksasa membentuk lingkaran besar yang mengelilingi ryan dan Sabeni.
Dengan santainya sabeni memasukan kedua bilahnya tersebut ke jubahnya, seperti di telan oleh jubahnya kedua bilah tersebut menghilang.
Mendengar hinaan itu muka ryan merah padam dan secepat kilat dia berlari dan menyambetkan pedangnya secara horizontal ke tempat sabeni berdiri, sabeni hanya bergeser kearah sebelah kiri dan berkata kepada ryan apa yang kau pukul manusia tembok, aku ada di sini, ryan mengeluarkan sumpah serapah dan menyabetkan pedangnya kearah sabeni secara vertical tapi kali ini sabeni tidak bergerak.
Merasa lawannya berhasil dilumpuhkan ryan tertawa hahahah dasar manusia hutan lemah, lalu dia tersadar bahwa pedang nya tidak membelah badan sabeni melainkan tertahan di dada sabeni, ternyata sabeni menghentikan serangan pedang riyan dengan dua jarinya lalu mematahkan pedangnya ryan, hey kawan berambut cepak, aku heran kenapa orang berkemampuan seperti mu bisa menjadi seorang jendral, bahkan 10 orang seperti mu belum bisa mengalahkan kawan ku yang bernama Gunju.
__ADS_1
Ryan berkata ******** tengik jangan sok hebat kau, walaupun aku hanya jendral ke lima dari pasukan Ratu nana tapi aku seorang sudah cukup untuk membunuh mu, apa membunuhku ujar sabeni, memotong rambut ku saja kau tidak mampu, tunggu apakah kau sedang mencoba membuat sebuah lelucon seperti teman mu yang benama Alex, apakah semua Lelucon orang-orang tembok segaring ini.
Apa katammu tadi manusia hutan, kau bertemu dengan orang yang bernama Alex berarti kau adalah…sabeni memotong perkataan Ryan, aku bukan kawan Alex dan aku juga bukan kawan mu, aku hanya penasaran seperti apa manusia yang ada di balik tembok, ternyata manusia di balik tembok tidak ada yang kuat, kalian lebih lemah dari pada semut hutan di sini. Apa kata mu aku lemah tanya ryan tidak percaya, ******** rasakan ini ryan melompat ke samping dan melemparkan 10 jarum besar kearah sabeni,9 jarum tersebut menembus tubuh sabeni dan tertancap ke tanah dan 1 jarum lagi berbalik kearah riyan dan mengenai tangan kanan ryan.
Ryan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya dan dia pun berkata sihir apa yang gunakan manusia hutan sehingga jarum beracun ku bisa menembus badan mu, sabeni hanya tertawa jika kau tidak bisa melihat gerakan ku yang tadi maka 100 orang seperti mu tidak akan bisa mengalahkan aku, tidak ada kesenangan membunuh orang lemah seperti mu, baiklah sebagai gantinya biar ku ambil tangan kanan mu dan ekor itu.
Dengan gerakan yang tidak mampu dilihat oleh mata ryan sabeni memotong tangan kanan ryan yang terkena racun dari jarumnya sendiri dan mengambil ekor kera raksasa berbulu emas dari tangan sebelah kiri ryan. Lalu Sabeni melemparkan ekor kera berbulu emas itu kearah kera raksasa terdekat dan meninggalkan Ryan begitu saja sambil membawa tangan kanan Riyan yang telah di potong oleh pedangnya.
Sial..hey manusia hutan jangan berfikir kau yang paling hebat di dunia ini, aku hanya jemdral ke 5 masih ada 4 jendral lagi yang lebih hebat dari ku dan tentu saja kami mempunyai 2 orang assassin dari suku Navi gayo, kau tak akan pernah bisa menyentuh…tiba-tiba kata-kata ryan terhenti karena ada benda yang menyangkut di dadanya dan ternyata Sabeni telah melemparkan goloknya. Kenapa orang ini banyak sekali bicara membuat aku pusing saja ujar Sabeni.
Dalam hati Sabeni dia sangat kesal dan tidak percaya bahwa Suku Nvi Gayo melindungi Tiran seperti Nana. Sabeni menoleh ke Arah kera berbulu emas dan berkata Hey skull pulang lah ekor mu masih bisa tumbuh walaupun butuh waktu bertahun-tahun, jangan bermain terlalu jauh dari wilayah mu, aku tidak mau mendengar keluhan Kong (bapak dari kera berbulu emas) berjam-jam tentang diri mu. Kera berbulu emas menanggapinya dengan cara memukul-mukul kedua tangannya ke tanah, Sabeni takut dengan manusia yang berlindung di balik tembok? Sabeni hanya tersenyum, pulanglah skull jika kamu tau sedikit saja tentang suku Navi Gayo kau pasti tidak akan bisa tidur, hahahahaha. Sabeni membatin aku adalah orang paling lemah dari suku Navi gayo yang di buang dan di anggap tidak berguna, bagaimana mungkin kau tidak takut skull.
__ADS_1